Lomba Poster Anak untuk PBB

Posted on 21.57

Mari ikut berpartisipasi! Untuk anak-anak yang punya ide dan bisa mewujudkan ide tersebut dalam bentuk poster perdamaian, mari ikut serta meramaikan lomba poster perdamaian untuk PBB ini. Berikut ini persyaratannya.
  1. Peserta adalah murid sekolah, organisasi anak dan pelajar, pramuka, dengan rentang usia 11 hingga 13 tahun pada 15 November mendatang.
  2. Poster dinilai dari kreasi yang original, bernilai seni, dan unik sesuai dengan tema lomba yaitu "Children Know Peace"
  3. Poster dibuat dengan ukuran 50x60 cm. Kertas gambar disediakan sendiri oleh peserta lomba.
  4. Alat/media gambar boleh menggunakan crayon, pastel, cat air, cat poster, pensil, juga kapur. Gambar diperbolehkan untuk diberi lapisan clear varnish untuk melindungi warna agar tidak luntur.
  5. Gambar berupa karya seni 2 dimensi. Peserta tidak diperkenankan untuk mengikutsertakan karya seni 3 dimensi. Karya tidak boleh dilaminating, bertanda stapler atau bekas dilem, ataupun diberi inisial ataupun tanda tangan.
  6. Peserta melampirkan data diri serta penjelasan karya poster yang ditulis secara terpisah (diketik).
  7. Karya poster dikirim ke panitia wilayah Bandung di Bale Seni Bandung, Jl. Parahyangan km 1,2 Kota Baru Parahyangan, Padalarang.
  8. Karya poster menjadi milik panitia penyelenggara.
  9. Karya yang tidak sesuai dengan ketentuan akan langsung didiskualifikasi.
Tanggal-tanggal Penting
1. Batas Waktu penerimaan karya untuk wilayah Bandung: 21 Oktober pukul 16.00
2. Penilaian dan penyerahan hadiahtahap 1: 22 Oktober
Karya yang lolos tahap 1 akan diikutsertakan ke tingkat nasional.
Karya yang lolos di tingkat nasional akan diikutsertakan ke tingkat dunia.

Celemek Baruku

Posted on 19.06

Aku ini impulsif. Ya... ya... harus kuakui itu. Selain juga last minute person. Tapi biasanya kerjaan selesai juga di ujung-ujung deadline. Seperti yang satu ini.
Mumpung dapat libur pendek seusai rapotan akhir pekan lalu, aku sempatkan untuk membuat celemek batik bolak-balik untuk kuikutsertakan di kontes foto Batik Creative Challenge yang diselenggarakan oleh AlfaMart. Deadline-nya hari Sabtu tanggal 15 besok, dan celemek batik bolak-balik ini cepat-cepat kuselesaikan. Di hari sebelumnya aku sudah menggunting bahannya, dan hari berikutnya aku menandai tepian kain dengan rader dan karbon, lalu ngebut kuselesaikan dalam setengah hari saja.. Yess!!!
Aku cukup puas dengan hasil karyaku. Mudah membuatnya, simpel tanpa perlu proses obras segala, tapi kalau mau mendapatkan hasil yang rapi jali memang nggak boleh malas untuk bolak-balik dari mesin jahit ke meja seterika. Tapi sepadan-lah dengan hasilnya. Don't you think? ;)
Ayo, manfaatkan waktu liburan...! Yak ampuuun, aku harusnya pergi ke bengkel untuk ganti oli dan cek kondisi AC mobil. Halah... besok lagi. Insya Allah. Toh foto-foto celemek bolak-balik ini sudah sukses terpajang di dinding facebook AlfaMart sesuai dengan persyaratan. Tinggal menanti penilaian. Kalau ada yang mau nambahin jempol di foto-foto itu, boleh banget lho... Terima kasih sebelumnya ;)

Guraru Blog Award 2011

Posted on 09.35

Kapan ya aku lihat berita tentang adanya Guraru Blog Award 2011 ini? Hm... sekitar satu atau dua pekan yang lalu. Membaca infonya sekilas, tapi kemudian fokus dulu pada tugas menyelesaikan rekapitulasi nilai murid-muridku untuk pembagian rapor Term 1 yang lalu (Sabtu, 8 Oktober 2011). Dan setelah rapor selesai dibagikan, aku punya waktu cukup luang untuk kembali memperbarui blog ini yang sudah lama tidak tersentuh.
Ketika Ide Bertemu Kesempatan, itulah tema Guraru Blog Award tahun 2011 ini. Ide cemerlang para guru inovatif Indonesia, bertemu dengan kesempatan baik untuk disorot, mudah-mudahan bisa jadi contoh positif yang menginspirasi banyak guru lainnya di negeri ini. Semoga makin banyak guru berkemampuan baik, yang akan bisa sungguh-sungguh mencerdaskan kehidupan bangsa.
Guru-guru melek teknologi, itu sudah banyak, kurasa. Yang memanfaatkan teknologi sebagai alat untuk mengajar, sudah banyak juga, termasuk salah satu yang sempat kupublikasi di blog ini, seorang rekan kerjaku, ms. Pury Indah Lestari. Sementara itu, guru-guru yang memiliki blog dan menulis segala sesuatu tentang serba-serbi dunia mengajar, juga tidak sedikit. Mau nominasikan blog guru yang mana untuk Guraru Blog Award tahun ini? Apakah blog ini cukup layak jadi salah satu yang dinominasikan? Jika Anda pikir cukup layak, silakan isi formulir di tautan ini untuk menominasikan blog ini. Boleh juga lho tulis komentar di bawah ini untuk kritik dan saran supaya blog ini makin baik di masa mendatang.

Rapotan Term 1 2011-2012

Posted on 11.26

Hectic. Hingga detik-detik terakhir masih mengajar, sementara hari Jumat tuh termasuk hari sibukku. 3 kelas @ 2 period, plus Contact Time. Teman-teman lain nggak kalah sibuk, terutama tim pengolah nilai dan pencetak rapor. Wah... mereka kerja ekstra keras, dan meluangkan waktu ekstra juga, tentunya, demi selesainya lembar-lembar buku rapor siswa.
Jelang jam makan malam... Nggak biasanya kita-kita masih di sekolah. Satu-dua orang sudah 'kalap' kelaparan, sementara kerjaan masih belum selesai. Ada beberapa cemilan tersedia, direlakan oleh yang empunya. Tapi dasar perut Indonesia, memang mesti dikasih nasi. Perut sudah berdendang nggak karuan, posisi sudah tak beraturan, tapi tetep masih ada yang mau berpose :p
Jelang pulang, sudah lewat jam 8 tuh dari sekolah. Aku masih harus mengantarkan kamera untuk kakak yang mau pinjam. Bukan jarak yang dekat untuk dituju, ke Soreang aja gitu... :p (Padalarang-Soreang tuh sekitar berapa kilometer ya...? Kayaknya sih lebih dari 40 km) Ya sudah, pulang lewat jalur Kopo aja deh, sekalian nganterin ibu-ibu yang memang tinggal di daerah sana. Hayu semuanya...! 
Malam-malam berkunjung ke pesantren? Nggak biasa banget. Tapi dijabanin juga, dan akhirnya delivery kamera selesai dilaksanakan. Pulang ke rumah sudah nyaris tengah malam. Untunglah... kereta kencana Cinderella belum berubah jadi labu, Kesimpulan: aku masih Cinderella, belum berubah jadi Upik Abu :p
Hari rapotan, ah... masih hectic aja. Diawali dengan persiapan segala sesuatu, ini-itu, begini-begitu. Pukul sembilan, pertemuan dengan orang tua murid Primary dimulai. Hm... pukul sembilan lewat sedikit sih. Setelah mengenalkan guru-guru, penjelasan dilanjut, sementara aku dan partner kembali menemui salah satu orang tua murid yang hendak mengambil rapor putranya lebih awal karena mereka ada keperluan mendesak ke luar kota. Yang lainnya mengambil rapor setelah pertemuan antara pihak sekolah dan ortu murid usai. Dialog... dialog... konsultasi tentang perkembangan anak-anak kelas 1 yang belum lagi genap 3 bulan bersekolah di level SD. Ada perkembangan apa? Semoga yang positif saja, dan terus berkembang di waktu mendatang. Insya Allah.
Usai sesi dialog, sempat-sempatnya kita berfoto-ria. Mau pamer sepatu yang saling bertukar. Aku dan Pury yang kompakan pakai hitam-putih ternyata kurang matching di sepatu. Akhirnya kita tukaran sementara. Untung nomornya sama. Ms. Astuty ikut berpose, jadi trio wali kelas 1 (yang satu lagi laki-laki sih, dia ogah ikut berfoto bareng kita :p)

Selamat Hari Raya Idul Fitri

Posted on 07.27

Tahun ini rasanya waktu sangat berkejaran. Baru selesai dengan hajat pelepasan siswa TK B, kelas 6 dan 3 SMP, langsung berangkat ke Singapura untuk program internship -yang liputannya kutulis di sini, di sini, sini, dan sini-. Liburan hanya sekejap rasanya, kami sudah sibuk lagi dengan persiapan awal tahun ajaran baru dengan program FDoS (First Day of School), yang bahkan liputannya tak sempat kutuliskan di sini. Berlanjut dengan program Ramadhan dengan seabrek aktivitasnya, yang bersinggungan dengan keriaan perayaan HUT ke-66 Republik Indonesia kita ini. Agustus ini, yang bertepatan dengan Ramadhan 1432 H, kegiatan kita teramat padat.
Di sela aktivitas mengajar dan mengelola murid-muridku di kelas satu, kami semua berjuang, rasanya. Sungguh Allah tahu. Susah-senang, letih-lelah, terasa semua. Semoga jadi catatan ibadah bagi kami dan semua yang ikut menjalani. Hanya dua dari tiga kelas yang berhasil kubuatkan program membuat hartu ucapan selamat Idul Fitri, yang di kedua kelas tersebut anak-anak hanya punya waktu 2 jam pelajaran (=60 menit) untuk menyelesaikan kartu ucapan mereka. Ini termasuk dengan SoP masuk dan keluarnya guru (yang cukup makan waktu), mendengarkan penjelasanku tentang proyek kartu, dan eksekusi pengerjaannya. 
Contoh kartu yang kubuat sederhana saja, sebetulnya. Kuharapkan murid-muridku bisa mengembangkan ide kreatif mereka secara bebas. Anak-anak kelas 5 dan 6 rata-rata sudah punya skill yang diperlukan. Beberapa karya mereka luar biasa. Ini salah satunya. Proyek kartu ucapan dengan mengerat bagian muka dengan tampilan warna-warni atau gambar di bagian dalamnya. Qushoyy, murid kelas 6 yang baru bergabung dengan Al Irsyad Satya di tahun ini, mengerjakan kartunya dengan kesungguhan dan upaya terbaik. Hasilnya? Aku angkat jempol untuk dia. 
Keratan yang rapi untuk sebuah kaligrafi berlafadz Allah, berhasil dia selesaikan dalam satu pertemuan saja. Selamat Idul Fitri untuk semua. Mohon maafkan segala kesalahan lahir batin. Semoga Allah mempertemukan kita lagi di Syawal nanti, dengan kemurnian hati dan semangat fitri untuk belajar lagi, sekemapuan diri. Semoga Allah meridhoi. Amiin.

Buka Bersama Guru-guru Al Irsyad Satya

Posted on 19.02

Berawal dari ide acara buka bersama para lajangsters di Al Irsyad Satya, beberapa teman lain yang sudah menikah mau juga ikut berpartisipasi. Maka dibuatlah event liwet party di rumah salah seorang guru. Hayuu...!
Disepakatilah hari Selasa, 16 Agustus lalu sebagai waktunya. Sepulang sekolah, kami menuju ke lokasi, berangkat sendiri-sendiri. Siap bertemu di lokasi jelang maghrib. Menu disiapkan di dua rumah sekaligus, di rumah Tri dan Deden yang terletak tidak jauh dari rumah Tri. Untuk menu pembuka, tersedia es buah campur (campur agar-agar serut, campur lidah buaya, campur sirup, meriah deh.) Manis segar, sedap...!
Saat bapak-bapak pergi ke masjid untuk shalat maghrib, ibu-ibu shalat di rumah dilanjut dengan menyiapkan nasi liwet plus plus untuk santapan makan malam. Tapi Deden tinggal di tempat karena dia master chef-nya. Karena namanya liwet party, tidak perlu pakai piring untuk makan. Sebagai gantinya, dua lembar daun pisang yang lebar dihamparkan di atas karpet beralas koran untuk alas makan. Nasi dan lauk-pauknya disebar di atas daun pisang itu. Meriah...!
Saatnya makan, semua menyerbu dengan lahapnya. Aturannya: tidak boleh ada yang berhenti jika makanan belum habis. Hihi... kelihatannya tidak ada yang berniat untuk berhenti cepat-cepat. Tapi kalau untuk berpose, aktivitas makan boleh dong dihentikan sementara. Cheese...! Beberapa waktu kemudian, satu persatu mulai 'menyerah'. Alhamdulillah kenyang. Belum bisa cepat-cepat bangkit berdiri. Dilanjut dengan bincang-bincang ringan, saling bercanda, termasuk mengajak main si kecil Kirei, putri dari Tri dan Iman. Tepuk bebek! Ayo, salaman sama bebek...! Yang dituju pasti lajangster yang satu ini. Hihihi...
Belum mau beranjak dari sana, Deden mengeluarkan satu wadah berisi rujak cuka buatannya sendiri. Persiapan menghadapi istri yang ngidam, katanya (sok atuh, enggal-enggalan). By the way, nasi liwet pun dia yang menyiapkan lho. Hm... kelihatannya dia memang siap menikah. Sudah bisa masak ;) 
Rujak cuka pun 'dibahas' dengan cara yang tidak biasa, dengan game pendahuluan. 3 second game. Seru-seruan. Yang kalah, harus makan dua suap rujak cuka. Okay. Aturan disepakati. Aku sempat kalah juga, 2 atau tiga kali. Kurang cepat berpikir, akibatnya harus makan rujak cuka ekstra, lebih dari yang aku mau. Tapi hampir semua kebagian juga, sih... Game berakhir ketika rujak cuka hanya bersisa sedikit saja. 
Alhamdulillah. Lepas pukul delapan, kami pulang. Ketemu lagi di acara buka bersama berikutnya ya. Kapan? Di mana? Tunggu saja tanggal mainnya ;)

Belajar Puasa Yuk...!

Posted on 12.00

Pekan pertama di awal tahun pelajaran baru, diisi dengan kegiatan FDoS (First Day of School). Banyak hal mengenai berbagai pembiasaan kegiatan di sekolah, terutama untuk murid-murid kelas 1 yang ku-wali kelas-i (apa sih, bahasanya kok gini? :p). Selain itu aplikasi SoP baru di sekolah kami juga memerlukan konsistensi tak terputus saat mengaplikasikannya. Melelahkan, tapi mesti jadi awal yang baik untuk kami.
Ketika murid-murid baru saja mulai terbiasa dengan irama sekolah yang baru, ternyata irama sekolah harus berubah lagi. Kedatangan Ramadhan yang disambut dengan gembira, terasa agak tergesa datangnya ('masalahnya', panitia kegiatan Ramadhan harus segera merancang kegiatan dan budgeting, lalu mengajukannya kepada manajemen dalam rentang waktu yang sangat terbatas -mengingat kami baru lepas dari kegiatan penyerahan buku rapor akhir tahun, kunjungan internship ke Singapur, dilanjut dengan rangkaian kegiatan FDoS yang padat. Mega-megap, rasanya). Tapi walau bagaimanapun, Ramadhan tetap kita sambut dengan bahagia, kedatangan bulan mulia yang hanya terjadi sekali dalam setahunnya. :)
Murid-muridku di kelas 1 dan 2 kumotivasi agar ikut berpuasa, setidaknya ketika di sekolah, dalam rentang waktu pukul 7.30 hingga pukul 2 siang. OK. Sebagian besar dari mereka setuju. Baik. Mari kita nantikan komitmen mereka.
Hari-hari awal puasa, seorang anak menangis terus. Selidik punya selidik, dia hanya makan cereal dan susu saat sahur (atau sarapan?). Ketika di sekolah tidak ada kesempatan untuk makan, dia resah. Lapar, pastinya. Menangislah jadinya. Akhirnya kuizinkan dia untuk minum, larutan madu yang kubuatkan. Tapi setelah minum segelas pun, dia masih menangis saja. Akhirnya hari itu dia pulang lebih awal. Menyerah...
Sementara di kelas 2, seorang anak minta izin untuk makan siang usai shalat dzuhur. Bunda..., dia anak kelas dua...!!! Belajar puasa yuk. Jangan mau kalah dari anak kelas 1 dong, yang sudah ada beberapa yang tamat puasanya sampai maghrib. Kalau nggak malu sama anak yang lebih muda, ayo deh belajar nabung pahala sejak belia. Bikin Allah suka, dan makin sayang pada kita. Ayo bunda, ajarkan ananda untuk ikut puasa. Bismillah... insya Allah kuat, kok. 

Sambut Ramadhan

Posted on 14.44

Senin, 1 Agustus 2011, bertepatan dengan 1 Ramadhan 1432 Hijriah. Libur hari pertama Ramadhan untuk lingkup sekolah. Karena jadi libur nasional, maka guru-guru juga, bisa ikut libur tentunya. ;) Marhaban yaa Ramadhan...!
Jadwal pelajaran mengalami penyesuaian. Waktu makan siang dipangkas, dan anak-anak bisa pulang lebih cepat. Yuk... belajar shaum yuk...! Sudah kusampaikan kepada murid-muridku di kelas 1 dan 2 untuk belajar berpuasa. Setidaknya selama di sekolah, nggak makan ya...! Kalau selepas itu, di mobil jemputan atau di rumah, mau makan, hm... itu sudah jadi tanggung jawab mama dan papa ya. Tapi sebetulnya, bayangkan beberapa tahun ke depan, ketika anak-anak itu bisa dengan bangga bercerita bahwa mereka sudah bisa menamatkan puasa sejak mereka kelas 1. Akan jadi cahaya mata dan penyejuk hati untuk mama dan papa di surga kelak.
Jadi, mari masuki Ramadhan dengan kebersihan hati dan niat yang tulus untuk melaksanakan ibadah di bulan suci itu dengan upaya terbaik kita. Semoga kita semua lulus menjadi manusia yang lebih bertaqwa di Syawal nanti. Amiin.

Program Internship Intensif Bersama MAIS - Envisioning

Posted on 21.17

Menjalani kegiatan internship yang padat dan cukup melelahkan membuatku tak sempat jalan ke mana-mana selama di Singapura. Selepas kegiatan di MAIS, pulang ke penginapan, makan malam, lalu istirahat deh di kamar, sementara beberapa teman lain masih menyempatkan diri untuk jalan untuk belanja oleh-oleh atau sekedar berfoto-ria di sana-sini. Tapi ada beberapa hari di antaranya HARUS dimanfaatkan untuk diskusi membahas envisioning.
Bayangan masa depan. Membayangkan sesuatu yang saat ini belum terjadi atau belum ada. Pikiran kita dipaksa untuk maju 10 tahun ke depan. Mau jadi apa kita di masa 10 tahun mendatang? Sekolah kita mau jadi apa, pencapaian kita sudah seperti apa...? Seru juga membahas mimpi-mimpi masa depan yang dicoba diwujudkan oleh kita bersama, oleh kepala-kepala dengan pemikiran ideal yang membayangkan berbagai kemajuan sekolah kita. Semangat...!
Tim Math & Science membayangkan bahwa di masa itu, Al Irsyad sudah punya sebuah program acara TV sendiri. Isinya tentu saja mengabarkan banyak pencapaian Al Irsyad Satya selama 10 tahun ke depan (ceritanya program TV itu tayang di tahun 2021). Menarik melihat bagaimana tim guru-guru M & S melaporkan berbagai pencapaian itu dengan cara yang menarik.
Tim English & Indonesian Studies  menyampaikan pencapaian itu dengan gaya presentasi yang cantik. Dengan duo presenter yang menyampaikan berbagai informasi dengan lancar, presentasi mereka didukung dengan eksekusi akhir yang prima. Bayangan tim Al Irsyad Satya 10-14 tahun mendatang terlihat nyata.
Giliran tim PDIS yang tampil ke panggung (nggak ada fotonya, karena aku dan tim-ku ada di panggung), aku dan Irwan berlaku sebagai duo MC di acara reuni Al Irsyad Satya tanggal 21-02-2021. Banyak improvisasi dan perubahan rencana tak terduga, tapi alhamdulillah, lewat juga. :) Kemunculan murid-murid kami dengan pencapaian mereka masing-masing, juga 'penampakan' salah seorang guru yang menggunakan teleport device, mengundang derai tawa dari yang hadir. Bukan bermaksud untuk lucu-lucuan sih, tapi kalau penyampaian mimpi-mimpi kita itu bisa dibuat fun, mengapa tidak? Kita sih asyik-asyik aja.
Envisioning, rasanya seru juga. Kita lihat ya, 10 tahun ke depan, apa yang bisa kita wujudkan. Dengan izin Allah.

Program Internship Intensif Bersama MAIS - Kegiatan Studi Banding

Posted on 13.27

Jadwal training di MAIS cukup padat. Kami dipasangkan dengan buddy kami masing-masing. Kami ikut beberapa pertemuan departemen maupun contact time mereka. Kami pun diberi kesempatan untuk melakukan class immersion, berkunjung ke beberapa kelas tertentu, tempat buddy kami mengajar. Menarik melihat metoda mereka mengajar. Beberapa metoda tidak jauh beda, sebetulnya. Kami tinggal improve saja. Tapi yang asyik, tentunya karena setiap kelas sudah diperlengkapi dengan proyektor dan layar. Guru-guru merancang materi pembelajaran di komputer mereka, sambungkan dengan kabel, dan proyeksikan ke layar. Wah... aku mesti belajar lagi nih, untuk membuat materi pendukung pembelajaran, dan membuatnya dengan cepat!!!
Selain class immersion di MAIS, kami pun punya dua kali kesempatan untuk melawat ke sekolah lain dalam rangka studi banding. Menarik! Tentunya bisa belajar banyak dari mereka. Mengambil yang baiknya, dan... mengambil yang baiknya, untuk diaplikasikan di sekolah kita. Bisa? Mesti bisa!
Hari Rabu, 1 Juni 2011, kami berkunjung ke Anderson Primary School, salah satu sekolah terkemuka di Singapura. Umurnya baru dua belas tahun, tapi perkembangannya luar biasa. Tidak hanya fasilitas, tapi juga sistem yang rapi dan terstruktur serta dijalankan secara konsisten oleh seluruh civitas academica-nya. 
Berjalan sepanjang koridor, terdapat beberapa unit komputer yang bisa digunakan oleh siswa untuk mengakses berbagai informasi. Itu adalah koridor cyber -selain ada juga ruang komputer khusus, plus computer lab tentunya. Ada pula museum mini sepanjang koridor lainnya, dengan lemari-lemari kaca kecil yang memajang berbagai benda seni maupun apa yang menjadi ciri khas dari berbagai negara. Di sepanjang dinding terdapat gambar yang 'bercerita'. Dan di ujung koridor itu, ada beberapa buah headset yang bisa kita gunakan untuk mendengar komentar beberapa anak tentang sekolah itu. Wah... menarik sekali, walaupun belum interaktif dua arah.
pic: courtesy of schoolbag.sg
Seni mendapat porsi yang cukup besar di Anderson Primary. Berbagai benda seni dipamerkan di sana -termasuk angklung dari Indonesia. Bahkan alat musik tradisional China, guzheng, mempunyai klub tersendiri yang cukup banyak peminatnya. Selain seni musik, seni rupa pun mendapat tempat cukup besar. Pada saat teman-teman lain menunggu sesi penjelasan dari pihak Anderson Primary, aku dan pak Irwan, sesama guru seni, dibawa berkeliling melihat fasilitas ruang seni di sana. Wuaaah... bikin iri saja. Mereka punya dua ruang yang cukup besar untuk beraktivitas seni, dua ruang pamer kecil, dua ruang supply storage, selain tambahan fasilitas lain berupa panggung kecil untuk presentasi karya anak-anak dan saling meng-apresiasi, beberapa meja putar untuk membuat keramik, plus satu tungku untuk membakar keramik!!! Asyik banget...! Di kesempatan libur sekolah, guru-guru punya program khusus untuk beraktivitas seni, mengasah kelembutan jiwa, untuk bersiap lagi menghadapi sesi mengajar di term/semester berikutnya. Serrruuu...! (Tapi ini dari sudut pandang seorang guru kesenian ya. Subjektif sekali. ;))
gambar karya seni siswa Fu Chun secondary
Satu kunjungan lagi dijadwalkan di hari berikutnya. Kali ini mengunjungi sekolah lanjutan Fu Chun. Sekolah ini memfasilitasi beragam kebutuhan anak dengan ketersediaan program-program dan unit khususnya. Dengan pertimbangan bahwa semua anak adalah unik dan memiliki bakat serta minatnya masing-masing, unit kegiatan siswanya sangat beragam, mulai dari Sport hingga tari tradisional. Selain itu, siswa yang berminat pun difasilitasi untuk memilih mata ujian sesuai minatnya. Salah satunya adalah untuk subjek Seni. Karya para peserta ujian Seni yang rata-rata berstandar baik (sekali), dipajang di dinding sekolah. Eksklusif. Yang melihat, senang... yang membuat, pasti bangga. (Lagi-lagi, dari pandangan seorang guru seni.)

Program Internship Intensif Bersama MAIS - Di MAIS, Singapura

Posted on 20.26

Selama sepekan, kami dijadwalkan untuk mengikuti semua rangkaian kegiatan yang sudah dirancang dalam program internship intensif untuk kami selama di MAIS (Madrasah Al Irsyad Al Islamiah, Singapore).
Dimulai di pagi hari Senin, ketika kami mengikuti khidmatnya hari pertama sekolah di semester baru (ya... jadwalnya sedikit berbeda dengan kami di Indonesia). Semua siswa mengikuti assembly pagi dengan tertib, dalam pengawasan seluruh guru yang ikut menjaga di sekitar mereka. Hari Senin seluruh sekolah membaca al maktsurat sebelum assembly pagi. Selasa adalah aktivitas departemen bahasa, sementara Rabu giliran departemen ALIS (Arabic Language & Islamic Studies). Kamis giliran departemen Math & Science, dan Jumat membaca Yasin bersama.
Pada saat assembly, dibacakan asma ul husna oleh segenap civitas academica Al Irsyad, dengan lagam yang rapi teratur, tak terlalu lambat namun juga tidak tergesa. Rasanya panggilan kami semua ketika menyebutkan nama-nama Allah SWT, naik ke langit, menggetarkan dada. Sungguh luar biasa.
Beberapa sesi training tentu saja dilakukan di dalam kelas, dengan sajian materi dari bapak Noor Isham Sanif, Vice Principal Irsyad.sg. Tampilan slide-nya bagus-bagus, selain tentu saja kontennya juga memberi inspirasi. Mau dong dapat softcopy-nya, supaya bisa dibuka ulang jika sewaktu-waktu motivasi sedang lemah. 
Dan di akhir keseluruhan kegiatan, selalu ada sesi foro bersama. Untuk mengenang masa-masa belajar penuh makna di Madrasah Al Irsyad Al Islamiah Singapura.

Program Internship Intensif Bersama MAIS-Keberangkatan

Posted on 22.00

Usai pembagian raport tempo hari, kami langsung dijadwalkan untuk berangkat ke Singapura untuk program internship intensif di Madrasah Al Irsyad Al Islamiah Singapura. Seluruh guru dan staf dijadwalkan untuk berangkat, walau akhirnya ada beberapa orang yang terpaksa tinggal di Bandung. Dua orang di antaranya karena hamil. Yang satu lagi? Kabarnya karena istrinya hamil :D Satu orang lainnya karena dia adalah karyawan yang masih sangat baru bergabung dengan Al Irsyad Satya. 
Berangkat hari minggu pagi jelang siang, pesawat Air Asia siap menerbangkan kami dari bandara Husen Sastranegara Bandung, langsung menuju Changi Singapura. Perjalanan 1 jam 50 menit terasa singkat ketika kita bisa menikmati perjalanan dan pemandangan yang tersedia di depan mata. Mulai dari hamparan perumahan penduduk yang padat di Bandung, dilanjut dengan tebaran awan dengan bentuk yang cantik-cantik di langit yang tak berbatas cakrawala, hingga perkebunan sawit yang teramat rapi dan akhirnya mendarat di bandara Changi
Hawa panas menyeruak, dan kelelahan mulai terasa ketika dua orang dari kami sempat tertahan di bandara. Pemeriksaan acak yang 'kebetulan' dialami oleh dua orang angota departemen PDIS, membuat mereka tertahan di dalam bandara. Tapi tak lama kemudian kami langsung dibawa ke penginapan, NACLI (National Community Leadership Institute), di area bagian barat dari Singapura. 
Setelah menyimpan tas dan ransel kami di kamar, memindahkan isi koper dan merapikannya di lemari yang tersedia, dilanjut dengan menyegarkan diri, kami pun siap-siap makan malam. Terpana ketika menu makan malam adalah sandwich isi tuna-mayo, kue lapis, pastel isi kentang bumbu kari (enak sih... menurutku), bolu gulung, dan teh panas atau kopi dengan creamer banyak-banyak. Ennak! Alhamdulillah. Tapi memang menu yang aneh untuk kita yang tidak terbiasa. :p

Pin Kenangan Untuk Anggota P2 Ihsan

Posted on 17.45

Lama tak menulis posting-an untuk blog. Kangen... Kemarin-kemarin sibuk dengan persiapan rapor anak-anak plus persiapan keberangkatan ke Singapura untuk program Internship intensif bersama Madrasah Al Irsyad Singapura. Selain ada juga berbagai urusan lainnya yang nggak bisa nunggu juga, mesti segera diselesaikan.
Alhamdulillah, seluruh murid di kelasku naik kelas. Pencapaian mereka naik-turun, tapi selalu ada masanya mereka bekerja keras, belajar giat, atau bermain gila-gilaan :( Untuk itu, kuhadiahkan pin kelas untuk mereka. Dengan foto kita semua di dalamnya, dan personalisasi nama kita masing-masing. Jadi nggak bakalan tertukar! Lihat wajah dan ekspresi mereka. Lucu-lucu ya...? Aku akan segera merindukan mereka. Ayo, belajar lebih giat lagi di kelas 3 nanti ya. Semangat...!

Mendampingi Murid-muridku

Posted on 20.08

Salah satu tugas seorang guru adalah mendampingi murid-murid di dalam kelas tentunya. Itu sudah pasti. Tugas lainnya yang tak terjadwal secara rutin adalah tugas mendampingi murid-muridku dalam event lomba. Dua di antaranya, yang kami ikuti belakangan ini, ah... ternyata aku tidak cukup sigap untuk menuliskan 'liputannya'. (Sok sibuk amat sih... :p) Jadi dua event itu kutulis dalam satu posting-an saja ya.

Zara, Alya, dan Fiyya dengan karya mereka.

Yang pertama, lomba karya barang bekas yang diselenggarakan oleh Senat  Mahasiswa Psikologi Universitas Kristen Maranatha. Lomba diselenggarakan di hari Sabtu, 14 Mei lalu. Konsep karya yang kami usung, adalah aplikasi barang bekas untuk pembelajaran. Karya kapal selam untuk pembelajaran IPA itu kami beri nama (Un)sinkable Submarine. Latihan dua kali saja, rupanya tidak cukup untuk membekali anak-anak kelas 4 dan 5 ini untuk mandiri dan gesit mencari solusi untuk permasalahan yang mereka hadapi di arena lomba. Aku strict ikut aturan panitia untuk tidak ikut-ikutan masuk ke arena lomba dan meng-intervensi kerjaan anak-anak. Hasilnya? Bolak-balik mereka memandang padaku dengan tatapan memohon. Hehe... sorry, kids. Bu guru nggak boleh ikut turun tangan untuk ikut bantu menyelesaikan karya kalian (padahal udah gemes banget pengen nambahin ini dan itu di (un)sinkable submarine itu supaya hasilnya lebih optimal). Dan akhirnya, apa pun hasilnya, itu karya mereka. Semoga di kesempatan lain lebih berhasil! 
Rinad in action, dengan sepenuh ekspresi.
Yang kedua adalah kompetisi draw and tell story yang kembali digelar oleh Bale Seni Barli. Kali ini dalam rangka memperingati hari anak Indonesia di bulan Juli nanti -tapi event-nya diajukan di bulan Juni ini. Waktu pelaksanaan lombanya yang sangat mepet dengan jadwal akhir pelaksanaan ujian akhir semester genap ini membuat kita sempat berpikir untuk membatalkan keikutsertaan. Tapi akhirnya Rinad bersedia ikut berpartisipasi di lomba ini, dengan persiapan yang singkat, tapi sangat diupayakan untuk optimal. Hari Sabtu, 12 Juni, tepat sehari setelah ujian akhir selesai dilaksanakan, dia maju untuk ikut berpartisipasi di kompetisi ini.
Kita siapkan gambar. kali ini kuminta guru kesenian di sekolah, mr.Irwan yang suka banget nggambar tokoh kartun untuk ikut menyumbang gambar. Yang mewarnai, kita-kita, 'keroyokan'. Karena keterbatasan waktu, nggak semua gambar diwarnai penuh. Bahkan sampai pagi saat pelaksanaan lomba, aku, Rinad dan ibunya masih uplek ngewarnai gambar-gambar itu, rangkaian gambar yang menceritakan kisah nabi Nuh.
Rinad naik panggung di urutan ke sekian (hm... ke berapa ya? ke-3 atau ke-4 deh kalau nggak salah), dan dia mengisahkan cerita tentang nabi Nuh dengan ekspresi penuh, intonasi yang tertata, artikulasi yang tepat, dan jeda yang juga pas. Dan kupikir, hanya ada satu kompetitor kuat buat dia di lomba kali ini. Terbukti... Dia keluar sebagai juara 1. Alhamdulillah. Aku yang hanya mendampingi, ikut senang dengan keberhasilannya. Congrats, ya, Rinad.

Gempa Cilacap... Lagi!!!

Posted on 08.18

Rehat antar dua pelajaran. Anak-anak sedang di luar kelas, sibuk main, berlarian di koridor. Lamat-lamat, kurasa ada getaran kecil. Gempakah...? Kupastikan bahwa guncangan yang aku rasa di lantai dua sekolah itu bukan efek resonansi dari getaran kendaraan berat yang biasa lewat di jalanan sebelah. 'Jemuran pakaian', karya anak-anak beberapa waktu yang lalu terlihat bergoyang. Pelan. Membuatku yakin bahwa ini gempa. Deg-degan rasanya. Apa kabarnya anak-anak jika gempa susulan terjadi lagi? Untungnya tidak.
Ketika kutanya beberapa rekan dan murid-murid, banyak di antara mereka yang tidak merasakan keberadaan gempa tadi. Terlalu asyik dengan dunia mereka. Aku yang agak-agak paranoid, membawa serta tas beserta komputer jinjingku ke pertemuan rutin dengan departemen PDIS seperti biasa setiap Selasa.
Salah satu yang siap-siap diagendakan: pelatihan tanggap bencana jika sewaktu-waktu terjadi kejadian serupa di sekolah, dengan anak-anak yang masih berada di area sekolah. Harus segera, kiranya. Yuk, jadwalkan...!

Polling Device di Kelas

Posted on 14.23

Akhir-akhir ini pelajaran Matematika jadi pelajaran favorit. Selain karena materinya jadi terasa semakin mudah setelah disampaikan dan dilatih berkali-kali, juga karena disampaikan dengan cara yang menarik dan variatif. Ms. Pury, guru matematika di sekolah kami, memanfaatkan teknologi untuk menarik minat murid-murid kami agar makin menyukai matematika. Salah satu program berbasis teknologi yang digunakan oleh ms. Pury adalah Polling Device. Sederhananya sih semacam alat survey elektronik. Data diinput, dan hasilnya bisa langsung nampak sesaat kemudian.
Polling device bisa digunakan di ruang ajar interaktf (Interactive Teaching Room) atau kelas. Persiapannya memang cukup makan waktu, sedangkan eksekusinya hanya beberapa menit saja. Tapi ketika anak-anak tampak bersemangat belajar karenanya, susah payah saat membuatnya seolah terbayar. Lunas. 
Halaman editing Ars2007-sampel soal science kelas 2.
Untuk menggunakannya, ms. Pury menggunakan program ARS2007 yang sudah di-install di komputernya (sebetulnya, di komputer kami juga ada, tinggal mengoptimalkan penggunaannya saja). Soal dan kunci jawaban dibuat dalam file tersendiri. Semua materi soal dibuat dalam bentuk pilihan ganda. Biasanya ms. Pury membuat 10-20 soal untuk satu sesi. Setelah disimpan dalam folder, file tersebut siap digunakan sewaktu-waktu.
Pada saat digunakan, ms. Pury membawa proyektor in-focus ke kelas atau membawa anak-anak ke IT Room. Wah, belum apa-apa mereka sudah senang luar biasa, padahal mau diberi latihan soal. ;) Setelah layar in-focus siap. setiap anak bisa mengambil remote yang akan digunakan untuk memasukkan data jawaban mereka. Cek ketersediaan/kekuatan baterai remote sebelum digunakan. Setelah semua siap, mulailah soal pertama ditayangkan di layar. 
Beradu cepat menekan tombol remote, menjawab soal.
Dalam rentang waktu yang relatif pendek, anak-anak harus membaca dan menjawab soal yang terpampang di layar dengan memijit salah satu tombol pada remote yang mereka pegang. Maaf-maaf, jawaban tak bisa diralat, dan hasilnya bisa langsung diketahui saat itu juga. Siapa-siapa yang tepat menjawab soal ataupun salah, hasilnya langsung terpampang di layar yang sama. Hasil akhirnya? Seperti bermain game, peringkat teratas hingga juru kunci, semua terpampang dengan jelas di depan mereka. 
Ms.Pury menjelaskan kembali materi pelajaran.
Selain itu, ms.Pury pun bisa segera membahas soal jika diperlukan, menekankan pada soal-soal yang dirasa sulit bagi anak-anak. Dengan begitu, kesalahan serupa di masa datang bisa diminimalisir. Apapun hasilnya, tetap menyenangkan untuk mereka. 

Pengalaman Pertama Dengan Derek Jasa Marga

Posted on 15.39

Semoga jadi yang terakhir juga. Pagi tadi aku sedikit bertenang hati karena jalanan lancar. Pukul tujuh pagi aku sudah masuk tol. Pertanda baik nih. Kupikir begitu. Dalam perjalanan kurasakan sedikit keanehan dengan suara mesin mobilku. Hm... Sudah beberapa hari ini memang terasa kurang enak sih bawaannya. Aku belum cek ulang lagi Katana-ku. Ditunda-tunda terus. Memang salahku... :p 
Dan firasat (burukku) terbukti. Jelang km 129 di tol Padaleunyi arah Padalarang, mobilku rasanya kehilangan tenaga. Pelan-pelan kutepikan kendaraanku, dan mencoba menginjak pedal gas untuk menggerakkan mobilku. Gagal. Berkali-kali mencoba, gagal. Akhirnya menyerah. Telfon sana-sini, akhirnya 'ditemukan' oleh petugas jasa marga yang sedang berpatroli. Aku tak punya pilihan selain merelakan mobilku diderek hingga bengkel dekat gerbang tol Padalarang. Bayar extra-lah, karena bukan dibawa ke gerbang tol terdekat (Baros). 
Setelah menitipkan mobilku di bengkel, aku pergi ke sekolah, mampir ke ATM untuk mengambil sebagian uangku. Jam pertama, IQRO, murid-muridku kehilangan. Untungnya, beberapa anak di grup-ku shalih sekali. Alhamdulillah. Mereka berinisiatif untuk memimpin teman-temannya tetap membaca buku IQRO. Jam kedua, aman, karena aku sudah berjanji untuk menggabungkan dua kelas sekaligus untuk pelajaran bahasa Inggris bersama ms. Pury. Beliau sudah setuju. Sesi berikutnya, Science, alhamdulillah, aku ada di sekolah untuk mengajar. Magic, seru! (tapi itu episode blog posting yang lain ;)). 
Setelah semua urusan di sekolah selesai, sore ini aku siap-siap untuk menjemput mobilku di bengkel. Heu... 'jajan' lagi deh buat mobilku. Semoga membawa keselamatan. Hari ini, kemarin, atau nanti, pasti aku akan mesti mengeluarkan uang untuk servis kendaraan juga. Cuma kali ini ditambah dengan bea mobil derek, 350.000!!! (padahal di km 129 tadi pak petugas derek mengatakan 'hanya' 300 ribu saja. Tapi karena kuitansinya ada, jelas, yah... aku tak punya pilihan lain selain membayar. :( Jangan kejadian lagi ah. Jadi agak-agak paranoid nih melintas di km 129 :p

Gempa Cilacap... Terasa Hingga ke Bandung!

Posted on 16.16

Pukul tiga pagi. Bumi berguncang. Terbangun dari tidur, memastikan diri bahwa itu adalah guncangan gempa, dan bertanya-tanya sendiri, apakah harus siap-siap evakuasi ke luar rumah? Apa saja barang penting yang harus dibawa? Kerudung di mana? Apakah pakaian tidurku cukup layak untuk dikenakan ke luar rumah? Dan sebagainya dan sebagainya.
Dalam keadaan mengantuk tapi cukup waspada, aku berpikir-pikir apakah akan mencari informasi tentang gempa tersebut (MetroTV atau TVOne kurasa cukup bisa diandalkan untuk berita terkini semacam itu), meng-update status facebook (teteup... pengen eksis), atau kembali tidur. Atau pilih opsi ketiga ;)
Pagi harinya, baru kuketahui bahwa gempa sebesar 7,1 SR terjadi di 293 km barat daya Cilacap, dengan kedalaman 10 km. Cukup mengagetkan, apalagi mengingat pusat gempa itu berada di lempeng Eurasia, di mana lempeng Sunda -tempat barisan pulau Jawa dan Sumatera berada- juga termasuk di dalamnya. Apakah gempa serupa akan 'menjalar' ke tempat-tempat lain? Bumi memang sedang berguncang, menggeliat. 
Kelihatannya kita harus waspada saja. Siapkan tas survival berisi perlengkapan darurat seperti surat-surat penting, makanan kecil dan minuman botol, obat standar, pakaian ganti, hm... apa lagi? Kok jadi ingin seperti Doraemon dengan kantong ajaib atau Hermione Granger dengan tas kecil serba ada-nya. Inginnya memasukkan segala barang yang diperlukan dalam wadah kecil yang siap dibawa kapan saja. Rasanya perlu juga mengingatkan murid-muridku untuk selalu bersiaga, meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan dalam menghadapi berbagai situasi. Mungkin drilling atau training kesiagaan bencana sudah harus diselenggarakan lagi di sekolah kami.

Solidaritas Dunia Untuk Jepang

Posted on 05.37

Seorang muridku menulis status facebooknya seperti ini: How can I help the tsunami victims? seriously! Gimana ya?
Salah satu orang tua musrid lainnya yang tergabung di komunitas origami Indonesia sigap menanggapi. Sanggar Origami Indonesia menggalang gerakan membuat 110311 origami burung bangau untuk korban gempa dan tsunami Jepang. Ayo ikut partisipasi!!!
Hari Senin, kebetulan ada jam pelajaran Art & Culture di kelas P2 Iman. Kami langsung membuat karya origami burung bangau ini. Mengajari anak-anak kelas 2 melipat burung bangau ini cukup makan waktu juga. Bolak-balik mereka bertanya bagaimana selanjutnya, bahkan minta dibantu untuk melanjutkan proses lipatan selanjutnya. Akhirnya, hanya 15 buah burung bangau yang dihasilkan dalam sesi pelajaran Art & Culture hari itu.
Hari Rabu, giliran kelasku, P2 Ihsan mendapat jadwal pelajaran Art & Culture. Anak-anak di kelasku rupanya lebih cepat menangkap petunjuk untuk membuat origami burung bangau ini. Ya... memang masih ada saja anak-anak yang bolak-balik minta diajari dan dibantu. Tapi secara umum, mereka sangat bersemangat untuk berpartisipasi dalam gerakan origami bangau  ini. Mereka bahkan minta kertas lagi untuk membuat origami, lagi... dan lagi. Total, anak-anak kelasku membuat 37 origami bangau. Dijumlah lagi dengan karya semua anak lain di sekolah kami, angka ini hampir mencapai angka 200 eh, ternyata nyampe angka 375! Ini bentuk simpati kami untuk korban gempa dan tsunami. Simpati dan sumbangan dalam bentuk lainnya, kami berikan secara individu saja ya. 
Negara Jepang yang sedang berduka saat ini, setelah diguncang gempa besar berkekuatan hampir 9SR, disambung dengan terjangan tsunami dahsyat, berlanjut dengan ancaman bocornya reaktor nuklir di Fukushima yang berpotensi penyebaran radiasi. Sungguh memprihatinkan. Tapi warga Jepang tetap siaga dan tak putus asa. Doa kami, semoga Teman-teman dan saudara kami di Jepang selalu dalam lindungan Tuhan, dan Jepang segera pulih dari tiga bencana yang terjadi dalam waktu bersamaan ini. Nihon ganbare!!!

My Dream Car-Their Dream Car

Posted on 09.46

Tema menggambar dua pekan ini: My Dream Car, mengambil tema yang juga diusung oleh lomba gambar Toyota tahun ini. Kutunjukkan hasil karya para juara di tahun-tahun sebelumnya (termasuk juara utama dari Indonesia yang diundang datang ke Jepang) pada murid-muridku, dan mereka terinspirasi. 
Yang awalnya mereka menggambar objek gambar kecil-kecil, sekarang ini mereka sudah mau membuat objek gambar yang lebih besar. Jika biasanya mereka asal-asalan mewarnai, meninggalkan bidang putih kertas di sana-sini, kali ini mereka mau mewarnai dengan teliti dengan warna penuh. Mereka makin berani dan percaya diri untuk menggambar dan mengaplikasikan warna pada gambar mereka. Beberapa contoh kupublikasikan di sini ya, karya murid-murid kelas dua-ku.
Mobil pendaki gunung-karya Deninta
Mobil pembawa rumah-karya Nadira
Mobil terbang berbunga-karya Hana

Gempa dan Tsunami Dahsyat di Jepang

Posted on 19.16

Jumat sore, kudengar kabar adanya gempa hebat berkekuatan 8,9SR menghantam Jepang. Dengan tsunami lebih tinggi yang diperkirakan berketinggian sekitar 10 meter, bagian utara Jepang luluh lantak. Sendai jadi tempat yang paling parah dihantam bencana itu. Aku langsung mencari-cari kabar tentang beberapa teman yang ada di sana. 
Alhamdulillah, beberapa teman yang kukontak melalui dinding situs jejaring sosial ternyata menyambut dan menanggapi pertanyaan yang kuketikkan di dinding facebook mereka. Rata-rata mengabari bahwa kondisi mereka baik-baik saja. Berhasil mengungsi walaupun aliran listrik sempat mati. Begitu juga dengan satu-dua orang teman maya yang kujumpai di blog mereka. Tanya, seorang blogger teman mayaku bahkan masih juga menulis secara reguler (untungnya listrik dan koneksi internet tidak terputus di tempatnya), dan puluhan komentar masuk di blognya, menyuarakan dukungan dan doa.
pic: courtesy of dw-world---Republika.co.id
Hari Sabtu, hampir seharian aku memantau berita dari televisi dan internet, mencari tahu perkembangan terbaru dari Jepang. Berita yang dilansir suratkabar Republika online menyebutkan bahwa korban jiwa sudah mencapai angka 1000 orang, dan kelihatannya masih akan terus bertambah, mengingat masih banyak korban yang berada di reruntuhan dan puing bangunan yang terkena dampak gempa dan tsunami.
Satu kabar lain yang membuat prihatin dan khawatir, adalah ancaman meledaknya reaktor nuklir di wilayah Fukushima. Salah satu reaktor pendinginnya rusak akibat gempa. Penduduk di radius 10 km dari lokasi sudah dihimbau untuk mengevakuasi diri ke tempat yang lebih jauh untuk menghindari ancaman radiasi nuklir. Berita yang kudapat dari berbagai media -salah satunya detiknews- menyatakan bahwa reaktor nuklir itu telah meledak. Berita terkait itu bisa kudapat dengan mengakses internet. Membuat khawatir, tentunya.
Yang jelas, doaku dan doa kami semua, semoga Jepang segera pulih dari derita bencana besar ini. Semoga teman-teman dan keluarga di sana baik-baik saja, dan dapat berkumpul kembali bersama keluarga dalam kondisi terbaik. Amiin.

Target Menulisku, Tepat Waktu

Posted on 21.52

Akhirnya naskahku selesai di-print. Tepat waktu. Judul yang terpilih untuk cover depan: Idul Fitri di Rumah Kakek. Ditambah dengan dua naskah yang relatif tidak bermuatan sains (Kebanggaan Nita & Sang Pelajar Teladan), total semua naskah jumlahnya 65 halaman. Yess!!! Perjuangan menyelesaikan naskah setebal lebih dari 60 halaman, akhirnya selesai juga. Alhamdulillah.
Bersama pak Deden, kolega yang selalu siap jadi 'kompor', kami membuat salinan naskah dan menjilidnya di Niaga9, orderan cepat. Kuantar pagi dan kuambil sore. Setelah itu, sore/malam itu juga langsung kuantar ke kantor pos besar untuk dikirim ke panitia lomba. Tepat sehari sebelum deadline. Bismillah... Berharap semoga naskahku mencuri perhatian juri hingga penghujung final. Boleh juga tuh kalo berangkat ke final bareng pak Deden, 'rival' yang setia manas-manasi aku untuk menyelesaikan tahp demi tahap berkas tulisan untuk naskah lomba ini. Senang juga ya kalau ada teman yang sudah dikenal berangkat bersama ke sana. ;) Dan jadi salah satu juara dari Al Irsyad? Hmm... tentu akan jadi prestise tersendiri ;)
Ah, tapi sudahlah. Tinggalkan pikiran tentang lomba naskah buku pengayaan ini. Mari konsentrasi lagi dengan deadline lomba menulis lainnya, akhir bulan ini. Lanjutkan! Selain itu, tentu tak lupa dengan kesibukan rutin mengajar murid-muridku.

Target Menulisku Untuk Jadi Juara

Posted on 08.34

Setelah begadang berhari-hari tanpa membuahkan hasil, akhirnya aku mulai menunjukkan kemajuan, menyelesaikan satu bagian cerita untuk melengkapkan target 60 halaman naskah yang akan diikutsertakan dalam sayembara menulis naskah buku pengayaan yang diselenggarakan pusbuk. Berharap naskah bukuku jadi juara dan akan diterbitkan kelak (hoping mode on).
Bongkar-bongkar lagi koleksi lama, menemukan satu cerpen yang bisa diedit sedikiit untuk dimasukkan dalam kompilasi naskah ini. Satu naskah lomba tahun lalu yang nggak lolos di lomba menulis cerpen Bobo. Kuedit sedikit, bisa nambah 4 halaman lagi. Total, baru 44 halaman. Masih 16 halaman lagi dari target. Ayo, Dee, kebut nulis naskah.
Cek dan ricek lagi, mengedit naskah dan melengkapi berbagai persyaratan lainnya, seperti kelengkapan biodata, surat penyataan keaslian naskah, surat keterangan dari sekolah, dan sebagainya dan sebagainya. Pak Wijaya, yang jadi juara di lomba serupa tahun lalu, menuliskan check list untuk para partisipan di blog-nya. Cek maricek lagi yuk, pastikan tak ada syarat yang ketinggalan, dan segera kirimkan berkas naskahku. Ikutkan lomba, dan menangkan!!!

Hasil Akhir si Naga Cina ;)

Posted on 17.24

Di tulisanku sebelumnya, aku bicarakan tentang naga cina (chinese dragon) yang jadi proyek keterampilan di kelasku. 3 pekan mereka menggarapnya, dan pekan ini selesai!!!
Setelah kepala dan ekor naga tersambung ke badannya, naga ini disemprot cat transparan, kepala dan ekor naga ini terlihat shiny. Tambahkan tongkat bambu, dan anak-anak senang bermain dengan si naga Cina buatan mereka sendiri. Ini dia hasilnya.

Tahun Baru Cina di Al Irsyad Satya

Posted on 19.16

Sekolah tempatku mengajar, Al Irsyad Satya, bukan sekolah Cina, tapi kami mengenalkan dan mengajarkan berbagai budaya untuk diketahui oleh murid-murid kami.
Memasuki Februari, saatnya bersiap-siap dengan sebuah event yang dirayakan bersama hingga dijadikan libur nasional, Tahun Baru Cina. 
gambar dari Art Attack
Tahun lalu, aku merancang proyek kerajinan tangan ini untuk murid-muridku di kelas 2. Junior mereka (anak-anak kelas 1 waktu itu) merengek-rengek ingin juga membuat karya serupa. Kukatakan agar mereka bersabar hingga kelas 2. Awal tahun ini mereka sudah menagih-nagih janji itu. Ayo deh, kita buat Naga Liong.
Kuambil pola naga ini dari salah satu edisi buku Art Attack. Kuperbanyak dan kuminta anak-anak untuk menjiplaknya menggunakan kertas karbon ke kertas tebal. Mereka 'terpesona' mendapati apa yang bisa mereka lakukan dengan kertas karbon. Setiap kali kubuka lapisan kertas itu, mereka berseru, "Wow... baguss...!" :)
Fatih mewarnai ekor naga
Setelah menjiplak gambar, mereka harus mewarnainya. Aku minta mereka mewarnai dengan rapi, tanpa meninggalkan satu celah pun warna kertas. Seluruh permukaan kertas harus tertutup dengan warna. 
Hana berjuang menggunting kepala naga
Tahap berikutnya, merupakan 'siksaan' buat mereka, karena mereka harus menggunting kertas karton mengikuti gambar ekor dan kepala naga berliuk-liuk yang sudah mereka warnai. Tangan-tangan kecil mereka berjuang keras menyelesaikannya. Rapi atau tidak, itu hasil karya mereka sendiri. Aku sungguh-sungguh tak ikut campur di sini, hanya memberi komentar penyemangat saja. 
lipatan kertas untuk badan naga
Setelahnya, memberi badan untuk sang naga. Selembar karton spotlight berukuran 8x40cm akanjadi badan naga. Mereka harus melipatnya bolak-nalik, seperti membuat kipas. Sederhananya proses ini, tetap masih ada muridku yang, alish-alih melipat kertas bolak-balik, dia malah menggulung kertasnya.
sang naga yang hampir selesai
Setelah lipatan badan selesai, saatnya merekatkan bagian kepala dan ekor ke badan sang naga. Tahap terakhir adalah menyemprotkan lapisan cat transparan dan memasang tongkat bambu ke badan sang naga, dan Chinese dragon siap dimainkan.

Tantangan Membaca 2011

Posted on 16.24

Tantangan Membaca 2011 alias 2011 Reading Challenge. Kulihat di goodreads, dan tantangan langsung kusambut. Tahun ini, siap membaca berapa buku nih...? Tak mau muluk-muluk, aku targetkan untuk membaca 15 buku saja. 1 buku tiap bulan, plus 3 buku tambahan. Cukup, rasanya. 
Buku yang kumaksud di sini adalah buku dengan kuantitas tertentu, yang tebalnya di atas 150 halaman deh. Nah, itu kan perlu 'nafas' dan endurance yang cukup kuat ya. Soalnya sudah beberapa kali ini nih, aku nggak tuntas menyelesaikan baca buku tebal. Kadang capek mengikuti alur cerita yang kurang menarik, atau kadang kalah dengan semangat sendiri. Akhirnya tutup buku deh tanpa tahu akhir kisahnya :p Tapi untuk yang 15 buku tahun ini, tentu harus tuntas.
Kebiasaan membaca, tentu masih aku lakukan. Aku masih membaca beberapa majalah tiap bulan. Yang rutin adalah IntisariReader's Digest, dan Chic. Prevention Indonesia ternyata bagus juga. Apalagi aku sempat dapat hadiah dari majalah ini. Jadi pengen langganan lagi, selain membuka kesempatan untuk mendapatkan hadiah lainnya. (Halah... dasar pemburu hadiah :p) 
Kegiatan  membaca lainnya, aku lakukan sambil berkunjung ke beberapa blog teman-teman, baik yang berbahasa Inggris maupun Indonesia. Belajar dari gaya bertutur mereka, dan mendapatkan banyak ilmu dari isi tulisannya. Setelah banyak membaca, harapannya bisa banyak menulis juga dong. Sementara itu, targetku untuk membaca 15 buku juga harus mulai dijalani. Hm... jelang akhir Januari begini, dan aku belum menuntaskan satu buku pun! Ayo, mulai membaca!

Origami Kupu-kupu

Posted on 14.02

Belajar membuat origami kupu-kupu untuk tugas pertama murid-muridku di kelas 2 ini. Mencari-cari panduan dari internet, alhamdulillah... dapat juga. Contek tahap-tahap pembuatan origami kupu-kupu dari sini, itu yang kuberikan kepada anak-anak. Mereka suka dan bikin lagi, yang besar dan kecil.

source: http://library.thinkquest.org/
Aku sendiri, buat sedikit modifikasi dan jadi kupu-kupu yang cantik kan ya? ;) Mungkin agak rumit untuk anak-anak kelas 2. Tapi hasilnya juga lebih cantik kan...? Yuk... kita buat origami kupu-kupu. 

Siap Sekolah Lagi!!!

Posted on 16.31

Hari Senin besok, 10 Januari 2011, aktivitas semester baru akan dimulai lagi. Siap-siap, bersibuk lagi. Ketemu anak-anak kelas 2, murid-muridku yang bikin kangen. Siap-siap dengan proyek baru lagi. Ayo semuanya, kerja keras ya di tahun baru ini, semester baru, semangat baru. 

Hasil Liburanku: Happy Gift Box

Posted on 17.28

Hampir sepekan liburan, dan aku belum menghasilkan apa-apa, sebagai bukti bahwa aku betul-betul bisa lebih produktif saat liburan. Biasanya, aku selalu punya alasan sibuk karena kerjaan. Nah, saat liburan, bersamaan juga dengan momen tahun baru, aku HARUS menghasilkan sesuatu. 
Alhamdulillah, ada koneksi internet di rumah dan bisa menjelajah dunia maya, mendapatkan tautan-tautan baru ke beberapa situs yang menarik. Salah satu dari situs yang kulihat itu adalah sew, mama, sew. Ada sebuah produk kerajinan kain yang cantik, dan tampaknya mudah untuk dibuat. Mereka namai Happy Hostess Gift Box. Tidak menunggu-nunggu lagi, segera kutinggalkan layar komputer untuk menuju mesin jahit. 
Aku kumpulkan kain-kain yang memungkinkan untuk dimanfaatkan, termasuk membongkar sebuah celana panjang lama yang jarang kupakai. Langkah-langkah pembuatannya sungguh mudah. Simpelnya sih seperti di bawah ini:

  1. Potong dua helai kain dengan ukuran yang sama. Sebaiknya beda motif, supaya terlihat lebih menarik.
  2. Jahit keempat sisinya, sisakan tak berjahit sekitar 3 cm di salah satu sisi. 
  3. Balik bagian dalam ke luar (melalui bagian yang tak dijahit di langkah ke-2 tadi), hingga tiras/sambungan kain tersembunyi.
  4. Jahit tindas tepian kain dengan jarak sekitar 1 mm.
  5. Jahit pula keempat sisi kain dengan jarak 2-3 cm.
  6. Tahap terakhir, jahit setiap sudut kain hingga membentuk kotak. Dan tampilkan karyamu ;)
Saran: Lebih baik jika menggunakan lapisan kain keras di bagian dalamnya. Hasil karyaku tidak menggunakan kain keras, dan hasilnya tidak begitu memuaskan, walaupun tidak bisa dikatakan mengecewakan. Inilah jadinya.

Happy Gift Box buatanku
Setelah kupublikasikan di halaman facebook-ku, dengan menandai sew, mama, sew, ternyata karyaku pun ditandai di halaman facebook mereka, dan foto karyaku nampang di album foto mereka. Wah... jadi ingin membuat karya baru lagi... ;)

Tahun Baru Ini

Posted on 16.11

Banyak harap di tahun ini. Semoga tak hanya menjadi ucap.
Banyak mimpi di tahun ini. Semoga tak sekedar bunga tidur di malam hari.
Banyak upaya yang harus dilakukan. Ayo mulai dari sekarang.
Berharap langkah kita dimudahkan, berharap Tuhan memberi perlindungan,
petunjuk, bimbingan dan berkah-Nya. Amiin.