Berikan Susu Untuk Muridku

Posted on 21.31

Di sekolah yang menjalankan sistem sekolah sehari penuh seperti sekolahku, anak-anak perlu energi yang cukup untuk berkegiatan sepanjang hari. Untuk itu tentu mereka perlu asupan energi yang cukup. Dalam satu kesempatan bermain switch seat, satu kalimat yang kunyatakan adalah, "Switch seat for students who drinks milk this morning." Ternyata yang berpindah tempat duduk hanya beberapa orang saja. Mengejutkan!
Kukira semua anak di sekolahku minum susu tiap pagi, bahkan mungkin tiap pagi dan malam. Tapi ternyata, banyak dari mereka lebih suka minum air bening saja sebagai pendamping sarapan. Beda ya denganku dulu? Aku makan roti dengan susu untuk sarapan. Dan itu kulakukan hampir tiap hari. Tapi anak-anak sekarang memang tak bisa disamakan dengan jaman kita dulu.
Walaupun begitu, kupikir minum susu di pagi hari baik lho untuk asupan gizi dan energi anak-anak. Kebanyakan susu yang beredar di pasaran mengandung zat gizi yang berguna untuk proses tumbuh-kembang anak. Salah satu yang kuamati adalah produk Milkuat Danone yang satu ini, karena dia mempunyai beberapa keistimewaan. 
Bentuknya Unik
Dengan figur kepala harimau, kemasan botol ini menjadi unik. Untuk beberapa anak, ini jadi daya tarik tersendiri. Sayang, botol ini tidak bertutup, jadi cukup beresiko tumpah saat dikonsumsi anak-anak kecil yang penuh kelebihan energi. Saat mereka minum dan tak langsung dihabiskan, mereka cenderung untuk meninggalkan botol ini di meja tanpa pengawasan. Mereka asyik bermain, berlarian ke sana ke mari. Dan ketika isi botol tumpah membasahi meja atau lantai, hm... ayo deh kita bersihkan sama-sama. 
Untungnya, Milkuat tiger tersedia dalam dua ukuran, yaitu 170  dan 95 ml sehingga orang tua dapat membekali anak dengan ukuran besar atau kecil sesuai keperluan.
Kandungannya Baik
Milkuat tiger mengandung zat gizi yang dibutuhkan anak di masa perkembangan. Produk ini mengandung ekstra kalsium, yang berguna untuk pertumbuhan tulang. Zat besi dan seng yang dikandung produk ini lebih tinggi dibandingkan susu lain yang sejenis. Zat besi dan seng berfungsi untuk membangun koneksi antarsel otak, serta membantu otak untuk mengantarkan informasi genetik kepada sel. Ini berarti membantu koordinasi gerak anak. Selain mineral, tentu saja susu ini juga memiliki kandungan protein, lemak, karbohidrat dan natrium serta vitamin. Lengkap-lah untuk anak di masa pertumbuhannya.  
Rasanya Asyik
Milkuat tiger ini hanya terdiri dari dua varian rasa, yaitu coklat (Chocolicious) dan strawberry (Strawberry Fantasy). Kedua rasa ini merupakan rasa favorit yang digemari anak-anak. Sementara itu, ada yang baru pada varian rasa coklat. Dengan kemasan yang berwarna lebih muda, terkesan lebih ringan dan bersahabat. 

Belum Lima Menit!

Posted on 13.13

Kelamaan...! Tapi itu yang biasa diucapkan banyak orang saat makanan mereka jatuh ke lantai. Sayang untuk dibuang begitu saja. Dengan alasan 'belum lima menit', atau mungkin belum lima detik, atau bahkan ada yang sedikit strict dengan aturan belum tiga detik. Tapi bahkan tiga detik pun sudah terlalu lama. Begitu menurut studi yang dilakukan di University of Arizona. Faktanya, 50% pria mempercayai bahwa makanan yang jatuh ke lantai, masih aman dimakan selama belum menempel selama 5 detik, bahkan perempuan yang mempercayai hal ini mencapai angka 70%.
Faktanya, bakteri bisa ada di mana saja, dan kita boleh takjub bahwa kecepatan mereka untuk menempel di makanan yang jatuh ke permukaan lantai atau bahkan meja makan sekalipun, ternyata cepat sekali. Dan saat kuman itu masuk ke tubuh kita bersama makanan, kita perlu waspada. Untuk aku yang anak kampung, makan makanan 'kotor' bukan masalah besar. Lambung dan ususku cukup kebal bahkan mungkin 'bersahabat' dengan beberapa kuman. Tapi untuk murid-muridku yang rata-rata 'anak kota', yang terbiasa dengan pola hidup (teramat) higienis, kuman bisa jadi adalah salah satu musuh besar mereka. Salah makan sedikit bisa berakibat masuk rumah sakit. Hmm... apakah aku berlebihan? Rasanya tidak. Cukup sering isi kelas tak lengkap karena ada saja anak yang sakit.
Sudah jadi salah satu tugas dan tanggung jawab guru untuk ikut memperhatikan menu dan pola makan murid-muridnya. Boleh dibilang, aku termasuk 'polisi' di sekolah. Selalu kuingatkan anak-anak untuk menghabiskan makanan yang sudah mereka ambil sendiri ke piring mereka, juga (minimal) mencicipi sayur yang dihidangkan. Sampai beberapa murid kelas atas mengingatku sebagai miss Veggie karena setiap ketemu mereka saat makan siang, kerjaanku cuma mengingatkan mereka untuk makan sayur belaka :p 
Nah, kalau mereka tidak suka dengan makanannya, mulai deh aksi membuang sedikit-dua dikit makanan ke meja makan atau bahkan menjatuhkannya ke lantai. Ya itu dia yang jadi alasan untuk membuang-buang makanan. Aku nggak suka deh kalau lihat meja dan lantai kotor berantakan. Mengundang kuman dan lalat ke sekitar. Susahnya, kalau anak diingatkan untuk membersihkan, mereka suka beralasan bahwa itu bukanlah sampah yang dihasilkan olehnya (padahal kalau bantu membersihkan, itu jadi ladang pahala buat mereka kan, selain menciptakan lingkungan bersih yang keuntungannya buat mereka juga). Tapi terkadang, komentar mereka bikin aku meradang juga, karena katanya, "Aku nggak mau mberesin. Biar OB (Office Boy) ajalah yang mberesin. Mereka kerja untuk itu kan?" Masya Allah... jika kebersihan sebagian dari iman, apa cuma staf OB aja yang beriman?

Laguku-Doa Untuk Ayah dan Ibu

Posted on 08.38

Beberapa waktu lalu aku mengikutkan satu lagu karyaku dalam Festival Lagu Anak Nusantara 2012. Rasanya sih (menurut aku sebagai pengarang lagunya), lagu itu bagus. Haha, subjektif sekali kan ya? :p Aku minta seorang teman di sekolah yang jagoan main gitar untuk mengiringi aku menyanyi, merekam kembali lagu itu untuk dikirimkan kepada panitia lomba. Berharap menang? Tentu saja. Apalagi dengan godaan hadiah yang berjuta-juta, wah... aku sudah berharap cukup banyak. Kalau menang, lumayan buat nambah-nambah biaya reparasi mobil katana-ku yang akhir-akhir ini bolak-balik masuk bengkel :-(
Tapi ternyata, bahkan lagu karyaku itu tidak masuk jajaran finalis sama sekali. Kecewa, pastilah terasa. Tapi tak perlu dirasa berlama-lama kan? Lagu itu sempat juga kuajarkan kepada murid-muridku. Anak-anak kelas 3 atau 4 di tahun ini, mungkin masih hapal lagu itu. Lagunya yang manna siiiih? Ayo deh, aku buatkan file audio-video dalam bentuk movie maker
Utak-atik movie maker, ternyata nggak sebentar juga. Komputer yang kupakai sudah agak penuh nih muatannya (jadi agak-agak lemot, gitu :p), berakibat 'prosesi' bongkar-pasang rangkaian foto yang kujadikan sebagai ilustrasi pengiring lagu jadi makan waktu. Lammaa... Aku sengaja pakai foto-foto keluarga saja, supaya terabadikan dalam file. Awalnya mau comot gambar dari sana-sini, tapi khawatir di kemudian hari ada claim hak cipta atau bagaimana, nah... untuk amannya aku pakai foto-foto dari keluarga dekat saja. Mereka iklash & ridho, foto-fotonya kupakai di video ini :)

Jelang sore, file video movie maker itu akhirnya selesai. Ku-upload di youtube ya. Silakan buka link-nya, dengar dan apresiasi. Aku membuka diri untuk kritik dan saran. Tahun ini, anak-anak kelas 1 yang dapat giliran kuajari lagu ini. Ada yang sempat mempertanyakan, nyaris protes, "Miss, bukannya nggak boleh doa dinyanyi-nyanyiin?" tanya anak itu tempo hari. Hmm... gimana ya? Kayaknya, kalau yang begini masih boleh deh. Akhirnya mereka mau juga sih diajari lagu ini. Sesekali, mereka menyenandungkan lagu ini di kelas. Saat dinyanyikan sepenuh hati, siapa tahu jadi doa yang langsung didengar Allah. Mari kita aminkan.

"Miss, Abis Kondangan Ya?" :p

Posted on 17.40


Aku termasuk guru yang jarang berdandan ke sekolah. Pagi-pagi memang seringkali berdandan lengkap (psst, yang kumaksud dengan dandan lengkap itu ya pelembab dan foundation, bedakkan juga tentunya. Tambah lipgloss dan lipstick senada busana pada hari itu, nah sudah.) Tapi selepas dzuhur, sesudah bedak luntur oleh keringat dan air wudhu, aku jarang touch up. Jadinya wajah tampil natural saja hingga sepulang sekolah di sore harinya. 
Dan hari itu aku terlambat datang ke sekolah. Mau perpanjang SIM yang sudah expired beberapa bulan yang lalu :p. Untuk keperluan ini, tentu mengharuskan aku untuk berfoto. Dan untuk tampil maksimal di foto, aku nambah dandanan sedikitlah... Cuma nambah eye intensity pencil di lingkar luar mata bagian atas, sebagai pengganti eye liner. Tapi tampilan wajahku secara keseluruhan langsung kelihatan beda-lah. 
Hari itu, aku juga sekalian mengurus pajak kendaraan yang memang habis di akhir bulan November lalu. Maka aku datang terlambat sekali ke sekolah. Tengah hari, saat makan siang, aku baru sampai, dan  langsung menuju ruang makan tempat murid-muridku mulai menikmati menu makan siang mereka. Beberapa dari mereka menyempatkan untuk menyapa, dan pertanyaan mereka nyaris seragam, "Miss, baru dari kondangan ya?" Haha... Efek apa sih aku disangka pulang kondangan? Efek baju warna fuschia, atau gara-gara riasan mata yang tak biasa? Hadeuh... sekali-sekali gurunya dandan cantik, boleh kan...? Nggak mesti cantik cuma buat ke kondangan. Diajarin sama yang cantik, bukannya lebih asyik? ;)