Sang Naga Liong

Posted on 17.13

Menyambung posting-an sebelumnya. Anak-anak kelas 2 SD di bulan Februari ini mendapat paket tugas keterampilan membuat naga liong. Idenya kudapat dari salah satu edisi buku "Art Attack".
Mengingat ini adalah sebuah keterampilan yang berproses panjang, waktu dua jam pelajaran tidak akan cukup untuk menuntaskan pekerjaan ini.
Tahap pertama adalah menjiplak pola naga liong yang sudah kuperbanyak untuk mereka. Mereka kuperkenalkan dengan metode jiplak menggunakan karbon. Beberapa anak masih gamang. Karena penasaran ingin segera melihat hasil jiplakannya, beberapa kali mereka mengintip goresan tangan mereka di kertas tebal (dupleks), tapi hasilnya malah kertas mereka bergeser dan hasil jiplakannya jadi tidak sempurna. Tapi tidak mengapa... itu masih bisa diakali.
Tahap selanjutnya adalah mewarnai sang naga, bagian kepala dan ekornya. Setiap anak punya kecenderungan dan karakteristik tertentu dalam mewarnai. Pemilihan warna kuserahkan pada mereka, tapi kusarankan mereka untuk menggunakan crayon untuk mendapatkan warna yang kuat.
Setelah selesai mewarnai, mereka menggunting kedua bagian naga. Mereka terlihat agak kesulitan menggunting lekuk outline sang naga di atas kertas tebal. Sulit memang, tapi kusemangati mereka selalu untuk berusaha sendiri, tanpa perlu dibantu orang lain.
Usai menggunting, mereka menyiapkan badan naga dari kertas spotlight berukuran 8 cm x 40 cm. Mereka melipat kertas panjang itu seperti melipat alas obat nyamuk bakar jaman dulu (duh... jadul banget deh. Masa kini sudah jaman obat nyamuk elektrik ya? ;)).
Tahap berikutnya menyambung bagian badan dengan kepala dan ekornya. Gunakan lem fox putih agar lebih kuat.Tahap terakhir, memasang penyangga bambu pada badan bagian depan dan belakangnya. Tahap ini aku membantu semua anak karena memang tidak mudah untuk membelah bambu dan memasangkannya pada badan sang naga. Tambahkan lem fox untuk menguatkan posisi bambu, dan... jadilah naga liong itu. Siap dimainkan.

Gong Xi Fat Cai

Posted on 08.36

14 Februari ditakmirkan sebagai tahun baru Cina yang dirayakan dengan meriah, juga di Indonesia. Tahun baru Cina ditetapkan sebagai hari libur nasional sejak masa pemerintahan Gus Dus almarhum pada saat beliau menjabat sebagai presiden RI. Hingga kini hari tersebut dirayakan dengan meriah, yang diramaikan dengan tarian naga atau liong, lampion dan kembang api. Salah satu muridku, Adlan, menggambarkan keriaan itu dengan kombinasi warna-warni meriah. Katanya, perayaan tahun baru Cina di tepi sungai. Ipin dan Upin ikut tampil, di bagian kiri bawah gambarnya. Dia senang sekali pada dua tokoh anak kecil negeri jiran itu ;)
Gambar lainnya adalah karya Mursyida, teman sekelas Adlan di kelas 2 SD. Dia menggambarkan suasana keramaian bazaar dengan berbagai makanan khas Imlek, mulai kue bulan hingga jeruk pontan.Happy menggambarkan kembali mainan naga yang kami buat di kelas. Semua anak terlihat senang saat mereka menyelesaikan mainan ini, hingga Happy menggambarkannya kembali dengan warna-warna yang kuat.
Mengenai mainan naga Liong yang kami buat di kelas, konsepnya serupa membuat wayang. Idenya kuambil dari salah satu edisi buku Art Atack. Perlu beberapa pekan untuk menyelesaikan mainan naga ini. Langkah-langkah pembuatannya, akan kupaparkan di posting-an yang lain di blog ini. Insya Allah.

Still Life untuk Kelas Satu

Posted on 19.04

Anak-anak SMP mendapat rangkaian tugas menggambar di term 3 ini. Untuk kelas satu SMP, tugas mereka adalah membuat gambar still life. Mereka berlatih menggambar dengan berbagai benda dan mengasah kemampuan mereka menggunakan pensil. Mulai dari satu objek semisal mug, mereka belajar membuat elips untuk kemudian menggambarkan objek itu secara utuh. Mereka juga belajar menangkap proporsi benda, menggambarkannya dalam komposisi yang baik, menambahkan arsir dan bayang-bayang. Lama kelamaan, tentu saja mereka pun tambah mahir. Salah satu yang terbaik, karya Feizal, kupasang di sini, berdampingan dengan karyaku sendiri, yang sudah belajar menggambar di bangku kuliah FSRD-ITB. Tak lama lagi, hasil karya Feizal mungkin akan jauh lebih baik daripada karyaku. Tetap belajar ya, semuanya...!