Tampilkan postingan dengan label facebook. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label facebook. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Oktober 2011

Celemek Baruku

Aku ini impulsif. Ya... ya... harus kuakui itu. Selain juga last minute person. Tapi biasanya kerjaan selesai juga di ujung-ujung deadline. Seperti yang satu ini.
Mumpung dapat libur pendek seusai rapotan akhir pekan lalu, aku sempatkan untuk membuat celemek batik bolak-balik untuk kuikutsertakan di kontes foto Batik Creative Challenge yang diselenggarakan oleh AlfaMart. Deadline-nya hari Sabtu tanggal 15 besok, dan celemek batik bolak-balik ini cepat-cepat kuselesaikan. Di hari sebelumnya aku sudah menggunting bahannya, dan hari berikutnya aku menandai tepian kain dengan rader dan karbon, lalu ngebut kuselesaikan dalam setengah hari saja.. Yess!!!
Aku cukup puas dengan hasil karyaku. Mudah membuatnya, simpel tanpa perlu proses obras segala, tapi kalau mau mendapatkan hasil yang rapi jali memang nggak boleh malas untuk bolak-balik dari mesin jahit ke meja seterika. Tapi sepadan-lah dengan hasilnya. Don't you think? ;)
Ayo, manfaatkan waktu liburan...! Yak ampuuun, aku harusnya pergi ke bengkel untuk ganti oli dan cek kondisi AC mobil. Halah... besok lagi. Insya Allah. Toh foto-foto celemek bolak-balik ini sudah sukses terpajang di dinding facebook AlfaMart sesuai dengan persyaratan. Tinggal menanti penilaian. Kalau ada yang mau nambahin jempol di foto-foto itu, boleh banget lho... Terima kasih sebelumnya ;)

Minggu, 20 Maret 2011

Solidaritas Dunia Untuk Jepang

Seorang muridku menulis status facebooknya seperti ini: How can I help the tsunami victims? seriously! Gimana ya?
Salah satu orang tua musrid lainnya yang tergabung di komunitas origami Indonesia sigap menanggapi. Sanggar Origami Indonesia menggalang gerakan membuat 110311 origami burung bangau untuk korban gempa dan tsunami Jepang. Ayo ikut partisipasi!!!
Hari Senin, kebetulan ada jam pelajaran Art & Culture di kelas P2 Iman. Kami langsung membuat karya origami burung bangau ini. Mengajari anak-anak kelas 2 melipat burung bangau ini cukup makan waktu juga. Bolak-balik mereka bertanya bagaimana selanjutnya, bahkan minta dibantu untuk melanjutkan proses lipatan selanjutnya. Akhirnya, hanya 15 buah burung bangau yang dihasilkan dalam sesi pelajaran Art & Culture hari itu.
Hari Rabu, giliran kelasku, P2 Ihsan mendapat jadwal pelajaran Art & Culture. Anak-anak di kelasku rupanya lebih cepat menangkap petunjuk untuk membuat origami burung bangau ini. Ya... memang masih ada saja anak-anak yang bolak-balik minta diajari dan dibantu. Tapi secara umum, mereka sangat bersemangat untuk berpartisipasi dalam gerakan origami bangau  ini. Mereka bahkan minta kertas lagi untuk membuat origami, lagi... dan lagi. Total, anak-anak kelasku membuat 37 origami bangau. Dijumlah lagi dengan karya semua anak lain di sekolah kami, angka ini hampir mencapai angka 200 eh, ternyata nyampe angka 375! Ini bentuk simpati kami untuk korban gempa dan tsunami. Simpati dan sumbangan dalam bentuk lainnya, kami berikan secara individu saja ya. 
Negara Jepang yang sedang berduka saat ini, setelah diguncang gempa besar berkekuatan hampir 9SR, disambung dengan terjangan tsunami dahsyat, berlanjut dengan ancaman bocornya reaktor nuklir di Fukushima yang berpotensi penyebaran radiasi. Sungguh memprihatinkan. Tapi warga Jepang tetap siaga dan tak putus asa. Doa kami, semoga Teman-teman dan saudara kami di Jepang selalu dalam lindungan Tuhan, dan Jepang segera pulih dari tiga bencana yang terjadi dalam waktu bersamaan ini. Nihon ganbare!!!

Origami Balon

Tampak simpel. Aktivitas ekskul kita di hari yang lalu. Pertemuan pertama di tahun ajaran baru setelah libur 2 bulanan. Mengulang aktivitas ...