Tampilkan postingan dengan label murid kelas 1. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label murid kelas 1. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Juni 2012

Karya Murid-murid di Kelasku

Mengajar Kesenian itu asyik-asyik susah. Asyiknya karena memang kegiatannya fun, seru. Anak-anak biasa menunjukkan antusiasme di setiap sesinya. Adik-adik kelas kecil biasanya terkagum-kagum melihat hasil karya kakak kelasnya yang 'spektakuler' -di mata mereka, tentunya-, sementara kakak kelasnya 'berdarah-darah' menyelesaikan proyek yang menantang.
Proyek String Art Fun ini, misalnya. Beberapa anak berjibaku, bersimbah peluh untuk memberikan karya terbaik mereka. Mulai dari mengampelas tripleks yang akan digunakan sebagai alas karya, lalu berlengket-lengket menempel kain felt dengan warna pilihan mereka di atas tripleks itu. Dilanjut dengan membenamkan jarum pentul satu demi satu sesuai dengan pola kapal yang telah kusediakan. Alhamdulillah, tak ada satu pun anak yang terluka di sepanjang proses ini. Tak ada pula yang coba-coba iseng atau bermain-main dengan jarum pentul atau palu yang mereka bawa dari rumah. Anak-anak kelas 5 ini telah cukup bertanggung jawab untuk mengindahkan keselamatan kerja saat berkarya. 
Berlanjut dengan mengikatkan benang sulam di antara paku-paku itu, wah... luar biasa. Berkali-kali kudengar panggilan untukku di sana-sini dari seantero penghuni kelas. Minta dibantu ;) Tapi ada juga yang mandiri dan bekerja cepat sekali. Ada yang request, minta benang khusus. Wow... aku mesti pergi sendiri nih ke King's Textile Center untuk membeli benang model pelangi. Nggak pake mobil sekolah. Bukan di jam kerja, pula. Ya sudahlah, kujabanin juga. Dan hasilnya? Karya benang yang tidak mengecewakan, bukan?
Lain lagi dengan karya anak-anak kelas 1. Aku yang keringatan di sini. Aku mesti memotong-motong plastisin/lilin malam berminyak yang dibelikan sekolah segedambrengan. Padahal aku minta paket-an yang sudah berukuran kecil, berwarna-warni pula. Tapi ya... daripada minta tukar dan perlu waktu lama lagi, akhirnya ya kumanfaatkan juga itu barang yang dibelikan sekolah. Dan anak-anak sibuk negosiasi. "Miss, aku mau yang warna merah." "Miss, aku mau yang warna biru!" dan seterusnya, dan sebagainya. Hadeuh... 
Kubuat mereka keringatan juga akhirnya (bukan balas dendam, lho... :p) Karena bukan lilin berkualitas tinggi yang kami punya, maka anak-anak harus meremas-remasnya dulu beberapa waktu sebelum sukses dibentuk sesuai keinginan. Ternyata, ada juga sih anak-anak yang kesulitan meremas lilin itu. Hasilnya: lilin malam malah jadi bubuk dan berhamburan mengotori meja dan lantai. Naah, ini baru 'pembalasan dendam' anak-anak padaku, karena sesudah itu, dibantu anak-anak pun, aku tetap harus membersihkan 'sisa-sisa perjuangan' mereka. Waktu belajar selama 2 peride (60 menit) tidak cukup untuk mengerjakan karya ini. Aku harus memberi petunjuk pengerjaan karya kepada anak-anak, membimbing beberapa dari mereka yang memerlukan, hingga merapikan kembali pekerjaan mereka, plus mencuci tangan bersih-bersih (dan meminta mereka mencuci tangan pun ternyata perlu waktu yang cukup lama). Tapi bagaimana pun hasilnya karya mereka, mereka tak sabar untuk membawa pulang lebah buatan mereka. Sabar ya nak. Miss Diah harus mencuci tangan juga bersih-bersih sampai tangan kembali kesat tak berminyak sebelum memberi nilai pada karya kalian. Jika sudah selesai, si lebah (yang mestinya lucu ini) boleh kok kalian bawa pulang ;)

Jumat, 27 Januari 2012

Angin Kencang

Beberapa hari ini angin kencang berhembus di seputar Bandung dan Jabar. Mungkin ini salah satu akibat dari perubahan iklim yang memang terasa, terjadi di atmosfir bumi kita ini. Cuaca berubah, cenderung lebih ekstrim. Dan beberapa hari belakangan ini, angin terasa kencang sekali berhembus.
Anak-anak kelas 1 yang relatif berbadan kecil senang sekali bermain-main dengan angin ini. Mereka sengaja menentang angin, membiarkan dirinya diterpa angin kencang yang menyenangkan (hmm??). Tapi orang tua mereka tentu saja melakukan tindakan antisipatif. Di hari ke-3 musim angin ini, banyak orang tua murid yang membekali putra-putri mereka dengan jaket atau sweater. 
Dan begini inilah pemandangan yang nampak di kelasku, pagi tanggai 26 Januari kemarin. Tiga anak yang duduk di barisan tengah, seperti janjian, berjaket/sweater merah ke sekolah. Luccuuuu!!! Sementara beberapa teman sekelas mereka juga mengenakan jaket warna-warni, walaupun masih ada saja anak-anak yang asyik-asyik saja tak berjaket. 

Senin, 09 Januari 2012

'Jackpot' di Hari Pertama Sekolah :p

Hari pertama sekolah di semester 2 ini. Hanya dua anak yang tidak masuk sekolah. Semangat anak-anak maupun guru-guru masih tinggi setelah di-charge saat liburan, walaupun ada juga anak-anak yang tidak berlibur ke mana-mana, hanya di rumah saja. Tapi hari pertama sekolah tentunya membawa excitement tersendiri. 
Separuh hari sudah terlewati ketika seorang anak datang kepadaku, minta izin ke toilet. Tentu saja dia kuizinkan untuk segera pergi ke toilet, mumpung guru yang mestinya mengajar belum datang. Tak berapa lama, dia kembali ke kelas, melapor.
"Miss... sebetulnya tadi mau pup, tapi m**cret." Wew...! Dapat jackpot di hari pertama nih. Mana anak itu nggak ada persiapan baju ganti, pula. Untungnya ada satu anak lain yang bawa. Umm... boleh pinjam? Untungnya boleh. Iiih, baik banget ya?
Kubawalah sepaket baju ganti itu ke toilet anak laki-laki. Iya, benar, sodara-sodara, Anda tidak salah baca. Aku, yang notabene perempuan asli, mesti ikut masuk deh ke toilet anak laki-laki untuk ngurusi satu anak yang kecepirit itu. Dia bisa sih membersihkan diri sendiri, tapi tahapan-tahapannya masih mesti dipandu. Maklum deh, namanya juga masih anak kelas 1. 
Dua-tiga kali, anak laki-laki lain terkaget-kaget ketika mendapati aku ada di dalam toilet mereka. Maaf sodara-sodara... ini hanya untuk keperluan bisnis semata. No intention to do harassment
Galau juga sih, hari pertama sudah dapat jackpot begini. Hehe... ini istilah kami, aku dan partnerku untuk kejadian serupa ini. Anak kecepirit di kelas, itu nyaris jadi kejadian biasa di kelasku maupun kelas sebelah. Semester lalu, dihitung-hitung ada sekitar 6 'kasus' yang terjadi di kelasku, dengan anak yang berbeda-beda. Aku dan partnerku bahkan saling berhitung, menentukan 'undian' siapa giliran berikutnya yang akan menangani anak. 
Dan mengawali semester dua, semoga cukup kali ini saja ya. Besok-lusa, silakan siapkan baju ganti, anak-anak. Simpan di locker kelas saja ya. Mudah-mudahan tak perlu digunakan, biarkan tersimpan rapi di dalam locker untuk nanti dibawa pulang lagi di akhir semester.  

Selasa, 11 Oktober 2011

Rapotan Term 1 2011-2012

Hectic. Hingga detik-detik terakhir masih mengajar, sementara hari Jumat tuh termasuk hari sibukku. 3 kelas @ 2 period, plus Contact Time. Teman-teman lain nggak kalah sibuk, terutama tim pengolah nilai dan pencetak rapor. Wah... mereka kerja ekstra keras, dan meluangkan waktu ekstra juga, tentunya, demi selesainya lembar-lembar buku rapor siswa.
Jelang jam makan malam... Nggak biasanya kita-kita masih di sekolah. Satu-dua orang sudah 'kalap' kelaparan, sementara kerjaan masih belum selesai. Ada beberapa cemilan tersedia, direlakan oleh yang empunya. Tapi dasar perut Indonesia, memang mesti dikasih nasi. Perut sudah berdendang nggak karuan, posisi sudah tak beraturan, tapi tetep masih ada yang mau berpose :p
Jelang pulang, sudah lewat jam 8 tuh dari sekolah. Aku masih harus mengantarkan kamera untuk kakak yang mau pinjam. Bukan jarak yang dekat untuk dituju, ke Soreang aja gitu... :p (Padalarang-Soreang tuh sekitar berapa kilometer ya...? Kayaknya sih lebih dari 40 km) Ya sudah, pulang lewat jalur Kopo aja deh, sekalian nganterin ibu-ibu yang memang tinggal di daerah sana. Hayu semuanya...! 
Malam-malam berkunjung ke pesantren? Nggak biasa banget. Tapi dijabanin juga, dan akhirnya delivery kamera selesai dilaksanakan. Pulang ke rumah sudah nyaris tengah malam. Untunglah... kereta kencana Cinderella belum berubah jadi labu, Kesimpulan: aku masih Cinderella, belum berubah jadi Upik Abu :p
Hari rapotan, ah... masih hectic aja. Diawali dengan persiapan segala sesuatu, ini-itu, begini-begitu. Pukul sembilan, pertemuan dengan orang tua murid Primary dimulai. Hm... pukul sembilan lewat sedikit sih. Setelah mengenalkan guru-guru, penjelasan dilanjut, sementara aku dan partner kembali menemui salah satu orang tua murid yang hendak mengambil rapor putranya lebih awal karena mereka ada keperluan mendesak ke luar kota. Yang lainnya mengambil rapor setelah pertemuan antara pihak sekolah dan ortu murid usai. Dialog... dialog... konsultasi tentang perkembangan anak-anak kelas 1 yang belum lagi genap 3 bulan bersekolah di level SD. Ada perkembangan apa? Semoga yang positif saja, dan terus berkembang di waktu mendatang. Insya Allah.
Usai sesi dialog, sempat-sempatnya kita berfoto-ria. Mau pamer sepatu yang saling bertukar. Aku dan Pury yang kompakan pakai hitam-putih ternyata kurang matching di sepatu. Akhirnya kita tukaran sementara. Untung nomornya sama. Ms. Astuty ikut berpose, jadi trio wali kelas 1 (yang satu lagi laki-laki sih, dia ogah ikut berfoto bareng kita :p)

Sabtu, 20 Agustus 2011

Belajar Puasa Yuk...!

Pekan pertama di awal tahun pelajaran baru, diisi dengan kegiatan FDoS (First Day of School). Banyak hal mengenai berbagai pembiasaan kegiatan di sekolah, terutama untuk murid-murid kelas 1 yang ku-wali kelas-i (apa sih, bahasanya kok gini? :p). Selain itu aplikasi SoP baru di sekolah kami juga memerlukan konsistensi tak terputus saat mengaplikasikannya. Melelahkan, tapi mesti jadi awal yang baik untuk kami.
Ketika murid-murid baru saja mulai terbiasa dengan irama sekolah yang baru, ternyata irama sekolah harus berubah lagi. Kedatangan Ramadhan yang disambut dengan gembira, terasa agak tergesa datangnya ('masalahnya', panitia kegiatan Ramadhan harus segera merancang kegiatan dan budgeting, lalu mengajukannya kepada manajemen dalam rentang waktu yang sangat terbatas -mengingat kami baru lepas dari kegiatan penyerahan buku rapor akhir tahun, kunjungan internship ke Singapur, dilanjut dengan rangkaian kegiatan FDoS yang padat. Mega-megap, rasanya). Tapi walau bagaimanapun, Ramadhan tetap kita sambut dengan bahagia, kedatangan bulan mulia yang hanya terjadi sekali dalam setahunnya. :)
Murid-muridku di kelas 1 dan 2 kumotivasi agar ikut berpuasa, setidaknya ketika di sekolah, dalam rentang waktu pukul 7.30 hingga pukul 2 siang. OK. Sebagian besar dari mereka setuju. Baik. Mari kita nantikan komitmen mereka.
Hari-hari awal puasa, seorang anak menangis terus. Selidik punya selidik, dia hanya makan cereal dan susu saat sahur (atau sarapan?). Ketika di sekolah tidak ada kesempatan untuk makan, dia resah. Lapar, pastinya. Menangislah jadinya. Akhirnya kuizinkan dia untuk minum, larutan madu yang kubuatkan. Tapi setelah minum segelas pun, dia masih menangis saja. Akhirnya hari itu dia pulang lebih awal. Menyerah...
Sementara di kelas 2, seorang anak minta izin untuk makan siang usai shalat dzuhur. Bunda..., dia anak kelas dua...!!! Belajar puasa yuk. Jangan mau kalah dari anak kelas 1 dong, yang sudah ada beberapa yang tamat puasanya sampai maghrib. Kalau nggak malu sama anak yang lebih muda, ayo deh belajar nabung pahala sejak belia. Bikin Allah suka, dan makin sayang pada kita. Ayo bunda, ajarkan ananda untuk ikut puasa. Bismillah... insya Allah kuat, kok. 

Minggu, 31 Juli 2011

Sambut Ramadhan

Senin, 1 Agustus 2011, bertepatan dengan 1 Ramadhan 1432 Hijriah. Libur hari pertama Ramadhan untuk lingkup sekolah. Karena jadi libur nasional, maka guru-guru juga, bisa ikut libur tentunya. ;) Marhaban yaa Ramadhan...!
Jadwal pelajaran mengalami penyesuaian. Waktu makan siang dipangkas, dan anak-anak bisa pulang lebih cepat. Yuk... belajar shaum yuk...! Sudah kusampaikan kepada murid-muridku di kelas 1 dan 2 untuk belajar berpuasa. Setidaknya selama di sekolah, nggak makan ya...! Kalau selepas itu, di mobil jemputan atau di rumah, mau makan, hm... itu sudah jadi tanggung jawab mama dan papa ya. Tapi sebetulnya, bayangkan beberapa tahun ke depan, ketika anak-anak itu bisa dengan bangga bercerita bahwa mereka sudah bisa menamatkan puasa sejak mereka kelas 1. Akan jadi cahaya mata dan penyejuk hati untuk mama dan papa di surga kelak.
Jadi, mari masuki Ramadhan dengan kebersihan hati dan niat yang tulus untuk melaksanakan ibadah di bulan suci itu dengan upaya terbaik kita. Semoga kita semua lulus menjadi manusia yang lebih bertaqwa di Syawal nanti. Amiin.

Origami Balon

Tampak simpel. Aktivitas ekskul kita di hari yang lalu. Pertemuan pertama di tahun ajaran baru setelah libur 2 bulanan. Mengulang aktivitas ...