Tampilkan postingan dengan label guru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label guru. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Juni 2015

Lagu Untuk Guru Sejatiku

Lagu ini sudah lama berada dalam memory card. Setelah proses merekam yang seadanya, yang hanya di depan MP3 saja, rasanya belum PD untuk merilis lagu ini ke khalayak (jyaaah...). Ingin sekali merekamnya ulang secara lebih serius. Sudah minta bantuan teman, tapi rupanya belum berjodoh saja. Akhirnya nekat juga. Aku tekadkan, lagu ini harus rilis di akhir tahun pelajaran ini!!!
Mulai dari mengkonversinya dari file wav ke MP3. Setelah itu mulai menyortir foto-foto untuk disisipkan ke dalam rangkaian koleksi foto dalam program MovieMaker. Eh... ternyata aku harus kembali mengunduh MovieMaker ke komputerku yang tempo hari sempat diinstall ulang. Baiklah...
Tak pakai berlama-lama, setelah MovieMaker kembali ter-install di komputerku, segera kumasukkan rangkaian foto-foto koleksiku yang berasal dari kumpulan foto anak-anak P1 Damascus dan P1 Baghdad yang lalu. Beberapa di antaranya foto narsisku juga siih :p Mengeditnya sedikitTak perlu waktu lama untuk memasukkan beberapa foto lalu mengubah-suai sususan foto agar terasa agak nyambunglah dengan lirik lagu, dan memastikan bahwa jumlah foto yang diunggah akan tayang pas dengan panjang lagu yang menyertainya. Tak pakai customize editing, segera kuselesaikan project video MovieMaker ini.
Setelah selesai dengan menyelesaikan video dalam program MovieMaker, file ini harus melewati proses converting files ke MP4 dari wlmp (file moviemaker). Aku gunakan salah satu fasilitas file converting online. Setelah itu, hanya tinggal mengunggahnya ke youtube. Dan inilah hasilnya...
Lagu ini berirama gembira yang menggambarkan semangat yang ditebarkan oleh guru-guru di sekitarku. Beberapa guru di sekolah dasar dan sekolah lanjutan dulu sangat menginspirasiku. Selain ibuku, mereka juga yang jadi inspirasi bagiku untuk menjadi guru. Tapi selain guru-guru di kelas, setelah aku sendiri menjadi guru justru kutemukan bahwa murid-murid kecilku pun bisa mengajari aku banyak hal. Sungguh, mereka semua adalah guru sejatiku, seperti apa yang disampaikan lagu ini. Lagu ini untuk kalian, semua, guru-guru sejatiku. 

Sabtu, 01 Desember 2012

"Miss, Abis Kondangan Ya?" :p


Aku termasuk guru yang jarang berdandan ke sekolah. Pagi-pagi memang seringkali berdandan lengkap (psst, yang kumaksud dengan dandan lengkap itu ya pelembab dan foundation, bedakkan juga tentunya. Tambah lipgloss dan lipstick senada busana pada hari itu, nah sudah.) Tapi selepas dzuhur, sesudah bedak luntur oleh keringat dan air wudhu, aku jarang touch up. Jadinya wajah tampil natural saja hingga sepulang sekolah di sore harinya. 
Dan hari itu aku terlambat datang ke sekolah. Mau perpanjang SIM yang sudah expired beberapa bulan yang lalu :p. Untuk keperluan ini, tentu mengharuskan aku untuk berfoto. Dan untuk tampil maksimal di foto, aku nambah dandanan sedikitlah... Cuma nambah eye intensity pencil di lingkar luar mata bagian atas, sebagai pengganti eye liner. Tapi tampilan wajahku secara keseluruhan langsung kelihatan beda-lah. 
Hari itu, aku juga sekalian mengurus pajak kendaraan yang memang habis di akhir bulan November lalu. Maka aku datang terlambat sekali ke sekolah. Tengah hari, saat makan siang, aku baru sampai, dan  langsung menuju ruang makan tempat murid-muridku mulai menikmati menu makan siang mereka. Beberapa dari mereka menyempatkan untuk menyapa, dan pertanyaan mereka nyaris seragam, "Miss, baru dari kondangan ya?" Haha... Efek apa sih aku disangka pulang kondangan? Efek baju warna fuschia, atau gara-gara riasan mata yang tak biasa? Hadeuh... sekali-sekali gurunya dandan cantik, boleh kan...? Nggak mesti cantik cuma buat ke kondangan. Diajarin sama yang cantik, bukannya lebih asyik? ;)

Minggu, 24 Juni 2012

To Sir (and Maam) With Love



Waktu cepat sekali berlalu. Sampailah kita di akhir tahun pelajaran. Saatnya berpisah telah tiba. Melepaskan satu generasi lagi untuk melanjutkan perjalanan mereka ke tahap berikutnya.
Di tengah kesibukan luar biasa di akhir tahun pelajaran ini, menyiapkan rapor anak-anak (tentunya), berpartisipasi di kegiatan Art & Sport Day, melatih anak-anak untuk tampil di panggung lomba, menyiapkan kelas (tepatnya: merapikan kelas yang sempat berantakan berat dimanfaatkan sebagai sentra berbagai aktivitas), menulisi ijazah (masih aku aja nih petugasnya? tahun depan 'ganti pemain ah'), dan lain sebagainya, ternyata anak-anak lulusan kelas 6 berinisiatif untuk memberi persembahan satu lagu ekstra untuk guru-gurunya di acara graduation. Mestinya jadi satu kejutan untuk guru-guru kelas 6. Lha, aku kan guru kelas 6 juga, tapi ternyata didaulat untuk ikut mempersiapkan tampilan mereka. Oke deh...
Kuberi ide dengan sedikit efek drama ala Glee (halah...) yang sudah membawakan kembali lagu tahun 60-an ini. Kuusulkan juga ide properti untuk mereka bawa (bikin sendiri ya, anak-anak), berupa gambar bulan dan hati bolak-balik yang ditempel di batang kecil yang nantinya akan mereka berikan pada guru yang pernah mengajar mereka. Kebayang deh, wali kelasnya yang terkenal halus perasaan bakalan nangis berderai-derai melihat aksi mereka. Sedikit perubahan ditambahkan pada lirik lagu ini, tidak hanya to Sir with love, tapi to Sir and Maam with love. Terima kasih anak-anak. Thank you to you too, for being an ispiration, always.

Kamis, 13 Oktober 2011

Guraru Blog Award 2011

Kapan ya aku lihat berita tentang adanya Guraru Blog Award 2011 ini? Hm... sekitar satu atau dua pekan yang lalu. Membaca infonya sekilas, tapi kemudian fokus dulu pada tugas menyelesaikan rekapitulasi nilai murid-muridku untuk pembagian rapor Term 1 yang lalu (Sabtu, 8 Oktober 2011). Dan setelah rapor selesai dibagikan, aku punya waktu cukup luang untuk kembali memperbarui blog ini yang sudah lama tidak tersentuh.
Ketika Ide Bertemu Kesempatan, itulah tema Guraru Blog Award tahun 2011 ini. Ide cemerlang para guru inovatif Indonesia, bertemu dengan kesempatan baik untuk disorot, mudah-mudahan bisa jadi contoh positif yang menginspirasi banyak guru lainnya di negeri ini. Semoga makin banyak guru berkemampuan baik, yang akan bisa sungguh-sungguh mencerdaskan kehidupan bangsa.
Guru-guru melek teknologi, itu sudah banyak, kurasa. Yang memanfaatkan teknologi sebagai alat untuk mengajar, sudah banyak juga, termasuk salah satu yang sempat kupublikasi di blog ini, seorang rekan kerjaku, ms. Pury Indah Lestari. Sementara itu, guru-guru yang memiliki blog dan menulis segala sesuatu tentang serba-serbi dunia mengajar, juga tidak sedikit. Mau nominasikan blog guru yang mana untuk Guraru Blog Award tahun ini? Apakah blog ini cukup layak jadi salah satu yang dinominasikan? Jika Anda pikir cukup layak, silakan isi formulir di tautan ini untuk menominasikan blog ini. Boleh juga lho tulis komentar di bawah ini untuk kritik dan saran supaya blog ini makin baik di masa mendatang.

Kamis, 25 November 2010

Hari Guru Nasional

Ini harinya. Hari guru diperingati setiap tanggal 25 November di Indonesia, dan berbeda-beda di setiap negara. Google selalu bikin image header tematik. Spesial untuk hari ini, gambar google cantik sekali. Terima kasih.
Selain Google, memang terasa ada sesuatu yang spesial di hari ini, aku rasakan dalam perjalananku menuju sekolah pagi tadi. 3 Sekolah Dasar yang kulewati, sepi. Ini membuat perjalananku jadi relatif lancar karena tidak banyak anak-anak sekolah yang biasanya ramai diantar orangtua mereka, naik-turun kendaraan menuju sekolah. Pemandangan lainnya yang kuamati, adalah banyaknya bapak-bapak dan ibu-ibu berseragam batik PGRI yang tampak di jalan. Hm... Rupanya beberapa sekolah negeri diliburkan karena guru-gurunya harus mengikuti upacara hari guru. Begitukah? Tapi di sekolah kami, tidak ada yang istimewa. Semua berjalan seperti biasa saja. 
Selamat hari guru, semuanya. Kalian, siapa saja, adalah juga guru bagiku. Aku belajar banyak dari kalian, dari kehidupan. Dan kita bangun peradaban.

Senin, 20 September 2010

Mulai Sekolah Lagi...!

Hari Senin ini (20 September 2010) akan menjadi hari pertama kembali ke sekolah setelah libur lebaran selama sekitar dua pekan. Guru-guru sih sudah memulai aktivitas di sekolah sejak Kamis/Jumat pekan sebelumnya, dilanjut dengan silaturahmi antarguru. Makan-makan dengan kakaren lebaran yang dibawa setiap guru, dilanjut dengan English workshop bersama Paul dan Katie (dan ini akan jadi last workshop with Paul. Hiks), dan selalu... diakhiri dengan foto bersama. ;)
Berfoto bersama sebagian guru-guru Al Irsyad Satya
Yuk, beraktivitas kembali di pekan-pekan terakhir sebelum pembagian rapor pertama di term 1 ini. Siap-siap... semangat lagi!!!

Rabu, 07 Juli 2010

Persiapan FDoS

Pekan ini, guru-guru sudah harus masuk kerja lagi, sementara murid-murid akan serentak masuk pekan depan, tanggal 12 Juli 2010. Kenapa gurunya harus mulai kerja sepekan sebelum murid-muridnya? Persiapan hari pertama sekolah, tentunya. Menyusun sistem (bila ada yang baru), menyiapkan kelas untuk menyambut murid-murid, dan sebagainya, dan sebagainya. Siap? Yuk... siapkan semangat baru, songsong tahun pelajaran baru. Semoga langkah ke depan akan lebih mantap, lebih maju, lebih laju, dan selalu diiringi limpahan barakah dari Allah SWT tentunya. Amiin.
3 hari pertama akan dimulai dengan FDoS, First Days of School, semacam orientasi untuk memulai tahun pelajaran baru. Setelah sekian lama liburan, tentu harus ada penyesuaian kembali dengan irama sekolah. Kelas baru, murid baru, guru baru, yuk, siapkan semangat baru!!!

Selasa, 15 Juni 2010

Kelulusan Siswa-Siswi Kami

Bulan ini, kami meluluskan siswa-siswi sekolah kami di tiga level sekaligus, mulai dari pre-school hingga Secondary. Seperti biasa, prosesi kelulusan diramaikan dengan berbagai tampilan unjuk kebolehan murid-murid. Sebelumnya sudah ada sedikit 'bisikan' dari perwakilan orang tua murid yang menginginkan semua murid dilibatkan dalam tampilan itu (apakah mereka tahu, seberapa sulit 'tugas' itu?) Tapi OK-lah, kami coba fasilitasi ya.
Semua anggota kelas berkesempatan tampil di panggung. Anak-anak kelas 1 membacakan ikrar siswa, sedangkan anak-anak kelas 2 menggetarkan panggung (dalam artian yang sebenarnya) dengan derap kaki mereka menyanyikan lagu tiga bahasa: Hariku, My Day, Yaumi. Gubahanku. Ehm ;)
Anak-anak kelas 3 menabuh rebana sambil bershalawat, sedangkan anak-anak kelas 4 dan 5 berbagi peran. Semua anak perempuan dan sebagian anak laki-lakinya menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, sedangkan sebagian lainnya bergabung dengan kakak-kakak kelas di Secondary untuk bermain perkusi. Seru. Anak-anak putri Secondary kembali unjuk kebolehan menari saman dengan gerak tambahan. Ini pun tak kalah seru, tentunya.
Ke mana anak-anak kelas 6 dan 9? Mereka tentunya dipajang di deretan muka, sebagai wisudawan yang siap dilepas ke level berikutnya. Terharu-biru pada saat prosesi sungkeman kepada orang tua mereka, bangga dan bahagia ketika mendapat sertifikat kelulusan (sementara STTB belum mereka dapat), dengan segala bayangan di depan mata mereka... Masa depan masih teramat luas membentang di depan kalian, anak-anakku.
Dari 15 orang lulusan sekolah kami (Primary & Secondary), hampir semuanya berencana melanjutkan ke level berikutnya di Al Irsyad juga, sementara sekitar 3 orang di antaranya berencana melanjutkan sekolah ke institusi lain di wilayah Bandung. Seorang anak lainnya ternyata lolos seleksi ke salah satu sekolah berasrama di Malaysia. Selamat berjuang semuanya. Di mana pun kalian menuntut ilmu, semoga kalian upayakan yang terbaik, untuk kalian sendiri, untuk orang tua kalian, untuk bangsa dan agama kalian. Insya Allah. Amiin.

Kamis, 29 April 2010

Lomba Gambar dan Bercerita

Sebuah proyek gambar bersama kuberikan pada kelas 7 a.k.a. 1 SMP, bertema ilustrasi pelengkap cerita. Kubagi anggota kelas menjadi tiga kelompok, dan masing-masing kelompok akan mengerjakan satu ilustrasi, pelengkap kisah cerita rakyat Malin Kundang yang akan diikutsertakan dalam lomba menggambar dan bercerita yang diselenggarakan oleh Bale Seni Barli yang juga berlokasi di Kota Baru Parahyangan.
Murid-murid, melalui diskusi pendek, menentukan sendiri cerita yang akan mereka wujudkan dalam beberapa sekuens gambar. Mereka sudah cukup punya pertimbangan mengenai pengenalan cerita yang berkait dengan tingkat kesulitan, teknik menggambar, dan kemampuan bekerja sama dalam tim. Mereka bisa membagi tugas (secara teoritis demikian, walaupun pada praktiknya masih ada yang lebih suka dan lebih puas bekerja sendiri atau justru tidak ikut aktif ambil bagian dalam kerja kelompok).
Pada intinya, setiap kelompok menyepakati sebuah tema untuk diwujudkan menjadi gambar tertentu sebagai pelengkap kisah cerita rakyat yang akan dibawakan oleh Rinad, salah seorang dari mereka pada event lomba di akhir pekan lalu (Sabtu-Minggu, 24-25 April 2010).
Kelompok pertama menggambarkan momen perpisahan antara Malin Kundang dan ibundanya. Vania (terutama) dan teman-temannya menyelesaikan gambar dan mengumpulkannya tepat waktu seperti yang diminta. Kualitas gambarnya sangat bagus, buah dari ketekunan dan minat yang besar untuk mewujudkan gambar terbaik. Well done, Vania.
Kelompok kedua menggambar adegan kedatangan Malin Kundang beserta istrinya dengan armada kapal yang mewah, namun dia sendiri sudah berubah menjadi seorang pribadi yang tinggi hati, senang berbangga diri.
Kelompok ketiga menggambarkan situasi pada saat ibunda Malin Kundang ingin menyambut kedatangan putranya namun ditolak dengan kasar oleh Malin Kundang yang malu mengakui wanita tua miskin itu sebagai ibu kandungnya.
Kelompok terakhir menggambarkan adegan dikutuknya Malin Kundang oleh sang ibu. Berbagai versi cerita mengenai ini beredar. Ada kisah yang menggambarkan Malin Kundang berubah menjadi batu saat dia berada di hadapan sang ibu, namun versi yang lain menyebutkan bahwa dia berubah menjadi batu saat dalam pelayaran, dihantam badai dahsyat.
Apapun versi ceritanya, hikmah dari cerita ini adalah agar kita tetap rendah hati, ingat pada asal muasal kita, dan tetap menaruh hormat pada orangtua kita, terutama ibu yang telah begitu berjasa melahirkan dan membesarkan kita. Di sisi lain, sebagai ibu pun, dituntut keikhlasan yang tulus dalam membesarkan putra-putri, agar tidak keluar kata-kata buruk yang diijabah sebagai doa.
Rinad menyampaikan cerita ini dengan sangat baik. Ada pesaing yang terlihat cukup ketat membayanginya, dengan pronunciation yang juga sangat baik, tapi dia hanya membawa satu gambar saja. Sementara Rinad, dengan 4 set gambar yang terlihat cukup menyolok, bahkan dilihat dari kejauhan sekalipun, hm... kurasa itu jadi poin tambahan untuknya. Well... aku sebetulnya berperan cukup banyak menyempurnakan ketiga gambar lainnya (terlihat dari gaya gambar yang sangat mirip bukan, pada gambar ke-2 hingga ke-4). Tapi aku pun puas bisa menyelesaikannya dengan (cukup) baik. Dan ketika hasil akhir diumumkan, aku tidak terlalu terkejut ketika akhirnya Rinad dinobatkan sebagai juara pertama. Dia berhak mendapatkannya.

Sabtu, 09 Januari 2010

Ayo nge-blog!

Mulai bulan Januari di term 3 ini (awal semester 2), aku mengajarkan dan menganjurkan murid-muridku di kelas 3 SMP untuk nge-blog beramai-ramai. Aku sendiri mempunyai beberapa blog yang kukelola dengan cukup baik, dan yang satu ini sengaja kubuat untuk mendokumentasikan jejak mengajarku sebagai seorang guru seni.
Aku mulai 'tertular virus' blogging, sejak tahun 2007, kalau tidak salah. Blog pertamaku, batikmania.blogspot.com, jadi ajang curhat kisah-kisah keseharian. Aku sempat coba di multiply.com, juga bertajuk batikmania, tapi aku merasa sulit me-manage yang satu itu, walaupun rencananya aku khususkan untuk posting-posting bertema lingkungan. batikmania yang lainnya ada di blogdetik.com. Posting-annya lebih banyak dibuat karena ikut serta dalam berbagai lomba menulis blog, dan sempat juga memenangkan beberapa hadiah kecil dari penyelenggara (bukannya tidak mensyukuri atau menghargai, tapi kusebut hadiah kecil karena aku belum pernah mendapat grand prize untuk lomba blog yang diselenggarakan blogdetik. kapan ya...?) Satu batikmania lagi, ada di wordpress.com. Yang ini juga kubuat khusus untuk menuliskan track record-ku sebagai guru seni, tapi semua postingnya kutulis dalam bahasa Inggris. Kali ini, aku buat satu lagi blog serupa dalam bahasa Indonesia.
Setelah merajalela di dunia blog, aku ingin juga 'menularkan' ide nge-blog itu kepada murid-muridku. Sebagai pendahuluan, anak-anak SMP kelas 3 yang "jadi korbannya". Mereka harus membuat posting tertentu yang hasilnya akan kuberi penilaian untuk dimasukkan ke dalam rapor. Untuk langkah awal, ayo kita buat blog baru...!

Origami Balon

Tampak simpel. Aktivitas ekskul kita di hari yang lalu. Pertemuan pertama di tahun ajaran baru setelah libur 2 bulanan. Mengulang aktivitas ...