Peringatan Hari Ibu dan Pembagian Rapor

Posted on 18.21

23 Desember 2010, hari terakhir bertemu dengan murid-muridku di tahun ini. Hari ini mereka akan menerima "buku amalan" mereka setelah belajar selama satu semester ini. 
Beberapa hari ini sibuk mempersiapkan buku laporan anak-anak, menyiapkan mereka untuk tampil di panggung perayaan hari ibu yang dirayakan hari ini. Ya.. ya... seharusnya hari ibu di Indonesia dirayakan tanggal 22 Desember, tapi karena kebetulan moment-nya berdekatan, akhirnya dikemaslah acara pembagian rapor semester 1 ini dengan tema celebrating mother's day.
Selain tampilan anak-anak yang -seperti biasa- keroyokan, kali ini beberapa orang guru juga ikut tampil. Aku dan bu Nenden menyanyikan lagu "Lestari", karyaku. Diiringi petikan gitar cantik oleh pak Idam, wah... boleh dong aku Ge-eR mengatakan bahwa tampilan kami sukses memukau bunda-bunda yang hadir di acara pagi tadi. Lagu itu memang kubuat spesial untuk ibu, beberapa tahun yang lalu. Kuikutkan lomba, tapi tak berjaya. Sempat kunyanyikan di beberapa acara, dan mendapat sambutan yang cukup membahagiakan. Tapi tampilan tahun inilah yang kurasa luar biasa. Kombinasi dari petikan gitar yang sungguh cantik, dipadu suara bu Nenden yang unik, dan aku 'mengacaukan' dengan paduan suara dua. Hm... jadi ingin lihat video tampilan kami. Ada yang punya? Bagi dong....! ;)

Al Irsyad Satya Open House 2010

Posted on 13.02

Sabtu pagi, saatnya show time (wah, bahasanya rancu nih). Open House Al Isyad Satya 2010 berlangsung di area sekolah kami. Banyak acara yang memerlukan penanganan dan koordinasi, mulai dari kegiatan lomba antarsekolah, talk show dengan tema "Menciptakan Generasi Gadget Terdidik", tampilan aksi murid-murid kami, show case kegiatan belajar di beberapa kelas tertentu, hingga diresmikannya "Interactive Teaching Room" oleh bapak wagub Jabar, H. Dede Yusuf. Semua orang di sekolah kami... sibuk!!!
Aku sendiri bertugas menangani kegiatan talk show hingga tampilan anak-anak P4 & P5 yang membawakan lagu Sherina, "Andai Aku Besar". Sebelumnya, bantu-bantu juga melatih tari Saman (setelah sebelumnya aku juga yang di-training ;)), juga tampilan anak-anak P2 yang membawakan laguku dalam tiga bahasa: Hariku, My Day, dan Yaumi. Belum cukup dengan itu, masih ditambah dengan menyiapkan ruang seni untuk 'dipamerkan'. Untungnya, aku dapat back up tenaga yang sangat sigap, bu Aini yang mengakhiri masa baktinya di Al Irsyad justru di hari ini. Jadi bakti terakhirnya sebelum berpisah dengan sekolah kami.
Di akhir hari, kita semua cappek... tapi selalu ada senyum (terutama untuk sesi foto bersama ;)) Yuk, smile... Kita bertemu lagi di event besar lainnya. Selamat kepada semua pemenang. Untuk panitia penyelenggara, bukan mengecilkan hati... tapi laporan menanti. Hihi... ;)

Banjir Bandung Selatan

Posted on 20.15

Akhir-akhir ini hujan lebat kembali mengguyur Bandung. Aku betul-betul harus waspada dengan kondisi cuaca yang tidak menentu saat ini. Jika hujan lebat lebih dari dua jam, aku harus bersiap-siap untuk berhadapan dengan jalanan padat yang geraknya sungguh merayap.
Itulah yang terjadi tempo hari. Berangkat seperti biasa, rupanya aku salah berencana. Ruas jalan yang biasa kulalui telah dipadati oleh segala jenis kendaraan, yang semuanya ingin bersegera sampai di tujuan. Banyak dari kendaraan itu yang merupakan limpahan dari ruas jalan lain yang tak bisa dilalui karena tergenang banjir.
Pejalan kaki mengalah untuk pengendara motor
Pengendara motor berlomba untuk melaju, menghabiskan ruas jalan, hingga menyulitkan arus lalu lintas dari arah berlawanan untuk lewat, membuat kemacetan makin parah saja :p Mereka bahkan mengambil hak pejalan kaki dengan melaju di atas tepian jembatan. Pejalan kaki bahkan terpaksa mengalah untuk mereka. Sungguh teganya.
Aku sendiri, akhirnya tak bisa berbuat apa-apa dan hanya pasrah saja. Menghabiskan snack dan bekal minum yang kubawa dari rumah, bahkan menyempatkan untuk menamatkan bacaan majalah yang kubawa. Sungguh-sungguh bisa kulakukan di tengah kemacetan parah seperti itu. Membaca sambil mengemudi kendaraan. Haha... Hal yang tak akan kulakukan saat kendaraan melaju. Banyak-banyak juga memotret sekitar.
Kencan perahu di bawah jembatan
Selain membaca dan makan-minum, aku cukup banyak mengambil foto-foto dari lokasi banjir. Selain Antrian panjang kendaraan yang membuat stress, ada juga satu-dua moment yang unik, seperti yang berikut ini.
Main-main di tengah banjir.
Setelah berjam-jam di perjalanan, pegal mendera setelah kaki lelah bergantian menginjak pedal gas-kopling dan rem, membiarkan tangan sebelah kanan terpanggang sinar matahari, kelaparan dan kepanasan di perjalanan, dan datang ke sekolah jelang tengah hari. Get real??? Maafkan aku ya, murid-muridku. Hm... mungkin aku harus mengungsi? (oh, please...)
Jadi teringat sekolahku dulu, tempat aku melewatkan 6 tahun di sekolah dasar yang berlokasi di tepi sungai Citarum. Setiap musim banjir siap-siap untuk mendapat libur dadakan karena sekolah terendam air. Tapi tentu harus siap-siap juga untuk kerja bakti membersihkan bekas banjir. Ketika masih anak-anak sih, seru-seru saja. Baru terpikir sekarang, bagaimana ya pikiran guru-guru kami pada waktu itu? Tak bisa mengajar, padahal materi pelajaran masih banyak yang perlu diberikan, atau bahkan saatnya anak-anak untuk ujian akhir, seperti saat ini.
Sekolahku dulu, apa kabarmu?
Foto ini kuambil di kesempatan lain, ketika melintas di ruas jalan Dayeuhkolot, jalan yang jadi langganan banjir Bandung Selatan. Jika banjir besar, ruas jalan ini tak bisa dilalui. Maka kendaraan yang biasa melintas di jalan ini akan mencari jalan alternatif yang salah satunya ke jalan Bojong Soang yang biasa kulalui sehari-hari. Macet beratlah jadinya, seperti kejadian tempo hari. :)
Oya, sekolahku terletak di seberang sungai. Atapnya terlihat di foto ini, di seberang mesjid berkubah kotak, dekat menara radio. Apa kabar ya sekolahku itu sekarang? Apakah banjir masih sering menyapanya? Semoga murid-muridnya masih tetap dapat belajar. 

Hari Guru Nasional

Posted on 20.15

Ini harinya. Hari guru diperingati setiap tanggal 25 November di Indonesia, dan berbeda-beda di setiap negara. Google selalu bikin image header tematik. Spesial untuk hari ini, gambar google cantik sekali. Terima kasih.
Selain Google, memang terasa ada sesuatu yang spesial di hari ini, aku rasakan dalam perjalananku menuju sekolah pagi tadi. 3 Sekolah Dasar yang kulewati, sepi. Ini membuat perjalananku jadi relatif lancar karena tidak banyak anak-anak sekolah yang biasanya ramai diantar orangtua mereka, naik-turun kendaraan menuju sekolah. Pemandangan lainnya yang kuamati, adalah banyaknya bapak-bapak dan ibu-ibu berseragam batik PGRI yang tampak di jalan. Hm... Rupanya beberapa sekolah negeri diliburkan karena guru-gurunya harus mengikuti upacara hari guru. Begitukah? Tapi di sekolah kami, tidak ada yang istimewa. Semua berjalan seperti biasa saja. 
Selamat hari guru, semuanya. Kalian, siapa saja, adalah juga guru bagiku. Aku belajar banyak dari kalian, dari kehidupan. Dan kita bangun peradaban.

Indonesia Berduka

Posted on 17.17

Indonesia berduka. Begitu banyak bencana melanda negeri.  Surat kabar, radio dan televisi menjadikan bencana di berbagai tempat di Indonesia ini menjadi berita utama.
Beberapa waktu lalu, terdengar kabar adanya banjir bandang di Wasior. Beberapa desa tersapu air bah. Banyak warga berduka di Papua sana. Sementara kita hanya mendengar berita tentangnya dan merasa iba.
Picture: courtesy of www.telegraph.co.uk
Akhir Oktober. Terdengar kabar adanya gempa berkekuatan 7,2 SR di kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. BMKG menyebutkan bahwa gempa itu berpotensi tsunami. Mungkin karena letaknya yang agak berada di tepian barat, berita mengenai tsunami di kepulauan Mentawai ini terlambat sampai ke pusat (Jakarta). Gelombang air laut hingga setinggi 10 meter yang menyapu kawasan Mentawai itu meluluhlantakkan beberapa desa sekaligus. Musnah. Keluarga tercerai berai. Ratusan orang meninggal, sementara ratusan lainnya hilang dan masih dalam pencarian.
Di hari yang sama, Gunung Merapi dalam status awas. Tanda-tanda aktivitasnya sudah terdeteksi oleh para pengamat gunung api. Penduduk di kawasan Merapi dihimbau untuk mengevakuasi diri ke tempat yang lebih aman. Mbah Maridjan, sang juru kunci Merapi pun dihimbau untuk meninggalkan rumahnya yang berada dalam radius 5 km-an dari puncak Merapi. Beliau tetap menolak, hingga tersapu awan panas yang meluncur kencang menuruni lereng Merapi. Wafat, oleh Merapi yang dijaganya. 
Kami peduli. Aku banyak bercerita pada murid-muridku. Walaupun mereka baru kelas 2 SD, mereka bisa lho diajak peduli. Aku minta mereka menaruh simpati dan empati pada para korban yang sekarang tinggal sengsara di pengungsian. Tidur tak nyaman, makanan nyaris tak ada. Jadi kuminta murid-muridku untuk bersyukur dengan apa yang ada. Mensyukuri makanan yang mereka punya. Tidak mengeluh dan berusaha menghabiskan hidangan yang tersedia (minimal pada saat makan siang, ketika mereka berada dalam pengawasanku, di bawah tanggung jawabku).
Selain itu, mereka juga kuminta untuk mengerem kebiasaan jajan dan belanja banyak makanan kecil (tak berguna dan nyaris tak bergizi). Tabung uangnya, untuk disumbangkan kepada korban gempa dan tsunami. Sedikit pun berarti. 
Di sesi pelajaranku, Kesenian, kuminta mereka untuk membuat gambar tentang para pengungsi. Akan kukirimkan untuk teman-teman, saudara-saudara mereka di pengungsian. Kami peduli.
Dan yang terakhir, tentu saja kami kirimkan doa untuk mereka, semoga tabah, sabar, diberi kekuatan untuk menjalani. Semoga bantuan dapat segera sampai kepada mereka dengan utuh dan selamat. Kami akan upayakan apa yang kami bisa, untuk bantu kalian, saudaraku. Karena kalian... adalah juga Indonesia. Kami berduka untuk kalian.

A Little Force Will Do ;)

Posted on 18.58

Saatnya makan siang. Ada-ada saja alasan murid-muridku untuk tidak menghabiskan nasi dan lauk-pauk yang terhidang di meja makan. Padahal mereka tinggal makan saja. Tidak perlu menanam ataupun memasak apa pun. Tinggal ambil ke piring mereka, lalu suapkan ke mulut, kunyah dan telan. Semudah itu urusannya.
Sayangnya, murid-muridku ini rata-rata... maaf-maaf... anak-anak manja, yang biasanya banyak kemauan mereka dituruti. Yang banyak merajuk dan diajuk. 
Menangani 12 muridku di kelas 2, kugunakan "kekerasan" saat makan siang, dipadu dengan bujukan dan rayuan ;) Yang kumaksud dengan kekerasan di sini adalah sedikit paksaan untuk menambahkan sayur ke piring mereka lalu menghabiskan makanan yang tersedia. Perjuangan membujuk mereka kadang berujung manis kok ;) 
Biasanya kumulai dengan sedikit bujukan untuk mencoba sayur yang tersedia. Kalau itu tidak mempan, aku tambah dengan pelototan yang biasanya diakhiri dengan kemenanganku (yeay...!!!), untuk menambahkan satu-dua potong sayur ke piring mereka. Minimal, ada sayur yang mereka makan pada hari itu (siapa tahu kalau di rumah mereka justru sukses untuk 'kabur' dari kewajiban makan sayur :p). Pada beberapa kesempatan, mereka malah minta tambah lho. Double winning for me ;) Yeay...! Really, sometimes what they need is just a little force ;)
By the way, check this blog out. Ini cerita tentang kewajiban kita, orang-orang tua (maksudnya, emak dan bapaknya) untuk membuat anak-anak mau makan sayur. Hayu, baca...!

Lomba Blog Posting

Posted on 01.30

Beberapa hari lalu, murid-murid kami mengikuti lomba dan memborong 6 trophy kemenangan. Luar biasa. Panas... panas... Maksudnya, semangatku terbakar juga melihat mereka. Tak mau kalah dari murid-muridku, aku ikut berpartisipasi di beberapa lomba menulis blog posting. Melihat temanya sekilas, kupikir kedua lomba ini sama saja, ternyata berbeda sama sekali. 
Aku ikut serta di lomba yang diselenggarakan blogvaganza (komunitas blogger Bandung), mengirim dua tulisanku hingga saat ini, dan masih berkesematan untuk menulis banyak blog posting lainnya karena tenggat waktunya yang masih panjang, hingga Desember nanti. Kedua tulisan itu bisa dilihat di blogdetik
Lomba satunya lagi, ternyata bertenggat tanggal 25 ini. Aku ngebut menyelesaikan tulisanku, mempublikasikannya di blog langlangbahasa dan kukirim segera informasinya ke panitia lomba. Ayo, ayo, silakan akses tulisan itu dan bebaskan diri untuk meninggalkan komentar di sana. Apapun hasilnya, pasti akan kuberitakan di blog ini kelak ;) Selamat membaca dan berinternet sehat. Untuk lebih jelasnya, ini dia tautan menuju blog posting yang kuikutsertakan dalam lomba itu: http://langlangbahasa.blogspot.com/2010/10/internet-sehat-bersama-speedy-mariii_24.html

Pasar Seni 10.10.10

Posted on 17.30

Niatnya, mau berkunjung ke Pasar Seni untuk cari ide untuk materi pelajaran di kelas yang kuajar. Walaupun tahun ini aku hanya mengajar satu level pelajaran kesenian atau Art and Culture, tapi aku tetap masih sangat perlu penyegaran ide, supaya pembelajaran yang kusampaikan lebih variatif, menatik, dan bermakna.
Berfoto bersama alumni asrama putri di halaman dalam.
Aku baru berkesempatan ke arena Pasar Seni selepas shalat dan makan siang. Paginya ada acara ketemuan dengan alumni asrama putri ITB dulu sih. Awalnya berjalan bertiga dengan dua orang alumni aspuri lainnya. Tiap kali mampir ke satu stand tertentu, satu orang ngilang, tertinggal. Gabung lagi di stand yang lain. Lalu yang lain ngilang lagi. Akhirnya capek juga nunggu atau ngikutin temen-temen, akhirnya sih kita sukses aja berpencar. Kebetulan tak ada janji untuk selalu bersama. :)
mau lihat apa di tengah crowd seperti ini? :p
Tapi jalan sendiri, ternyata nggak asyik juga ya. Dikombinasikan dengan capek dan be-te, akhirnya baru setengah lokasi ITB kukitari, aku memutuskan pulang! Peduli amat deh dengan Pasar Seni yang hanya diselenggarakan sekali (dan cuma satu hari) saja dalam empat tahun. Aku pulang!!
Kalau mau cari barang yang unik-unik dan menarik, browsing n searching saja deh di dunia maya, atau cari info melalui jejaring pertemanan. Nggak perlu pakai keringatan dan umpel-umpelan di lautan manusia kan? Atau... di event Pasar Seni berikutnya, aku ikut jualan aja kali ya... ;)

Rapor Pertama

Posted on 19.41

Sibuk... Makanya jarang (sekali) meng-update blog ini. Saat ini sedang menyiapkan laporan pertanggungjawaban kuartal pertama kepada para orangtua siswa.
Siap-siap... Untuk bertemu dan bertatap muka, bersilaturahmi pasca idul fitri yang baru kali ini akan dilakukan secara resmi bersama institusi. Walaupun dengan satu-dua orang tua siswa, kadang bertemu di halaman atau koridor sekolah.
Mohon maaf lahir batin. Apapun hasil putra/putri Anda, ayah dan bunda, memuaskan ataupun tidak, selayaknya jadikan sebagai pelecut semangat putra/putri kita untuk berupaya lebih baik lagi di kesempatan mendatang. Kecewa dengan hasil saat ini, tidak mengapa. Agar bisa memperjuangkan semangat dan mengoptimalkan usaha. Sedangkan jika dirasa puas, ketahuilah, sesungguhnya batasnya adalah langit. 
Anak-anakku, mari kita semangat lagi, untuk menjalani kuartal kedua nanti. Sungguh, kalian akan selalu bisa mengupayakan yang lebih baik lagi dari apa yang sudah dicapai saat ini. Jangan henti berharap dan berupaya. Sertai dengan doa. Semoga langkah kita dimudahkan oleh Yang Kuasa. Amiin.

Keputrian

Posted on 09.17

Jumat siang, rutin kami selenggarakan acara keputrian di sekolah. Khusus untuk anak-anak putri, tentunya. Sebetulnya hanya untuk anak-anak kelas 6 dan Secondary, tapi rupanya batas kedewasaan anak-anak-putri sekarang ini, semakin lama semakin muda saja. Tiga orang anak kelas 5 bergabung di acara keputrian karena mereka baru saja akil baligh. Mari kita sambut mereka.
Begitu banyak pertanyaan yang mereka ajukan berkenaan dengan permasalahan haid ini, yang sayangnya, belum sempat mereka bicarakan dengan ibunda mereka. Ada sedikit kesedihan di hatiku, menyayangkan renggangnya hubungan ibu-anak yang terjadi belakangan ini. Di sisi lain, tentu saja kami tak keberatan melayani segala pertanyaan putri-putri kami yang beranjak dewasa ini. Mari, banyak tanya-tanya supaya banyak tahu. Hmm... dengan begitu, kami (guru-guru putri) pun harus banyak-banyak belajar lagi. Semuanya jadi tambah pintar kan? ;)

Mulai Sekolah Lagi...!

Posted on 10.19

Hari Senin ini (20 September 2010) akan menjadi hari pertama kembali ke sekolah setelah libur lebaran selama sekitar dua pekan. Guru-guru sih sudah memulai aktivitas di sekolah sejak Kamis/Jumat pekan sebelumnya, dilanjut dengan silaturahmi antarguru. Makan-makan dengan kakaren lebaran yang dibawa setiap guru, dilanjut dengan English workshop bersama Paul dan Katie (dan ini akan jadi last workshop with Paul. Hiks), dan selalu... diakhiri dengan foto bersama. ;)
Berfoto bersama sebagian guru-guru Al Irsyad Satya
Yuk, beraktivitas kembali di pekan-pekan terakhir sebelum pembagian rapor pertama di term 1 ini. Siap-siap... semangat lagi!!!

Ramadhan Penuh Makna

Posted on 16.54

Pada 1 September 2010, sekolah kami mulai memulai aktivitas Ramadhan. Sebenarnya, hal itu dilakukan di bulan Ramadhan secara keseluruhan, dengan waktu sekolah yang disesuaikan (dipangkas jadi sedikit lebih pendek), dll, tapi kita melakukan sesuatu yang berbeda dalam 3 hari ini.
Mengambil tempat di masjid yang baru selesai dibangun dan diresmikan, kami memulai kegiatan di pagi hari. Temu seorang Hafidz remaja. Hafidz adalah penghafal quran. Hafidz ini, yang kami diundang, berumur sekitar 15 tahun, dan dia sudah hafal 4 juz dari quran, sementara masih cukup sulit bagi kita (bagiku, khususnya :p) untuk menghafal surat-surat pendek di juz terakhir Quran alias juz amma, yang dianggap paling mudah.Setelah acara dengan Hafidz, kegiatan dilanjutkan dengan bakti sosial. Siswa telah mengumpulkan sumbangan, yang dikoordinir oleh sekolah, dan akan dibagikan kepada masyarakat miskin yang tinggal di sekitar sekolah. Sekolah juga menggelar bazar yang menjual barang layak pakai dengan harga yang sangat rendah, mirip dengan garage sale-lah. Ya, sebagian besar adalah pakaian yang masih dalam kondisi sangat baik, ada pula sepatu, tas, hingga boneka. Ada juga beberapa barang gress, yang betul-betul baru, disumbangkan oleh beberapa orang tua siswa untuk dijual.
Siswa mengantri sesuai kelasnya untuk memberikan sumbangan satu per satu. Tapi ketika berkesempatan berfoto, tentu saja kesempatan bergaya tak terlewatkan ;)
Ketika selesai dilakukan, kami kembali ke kelas untuk beraktivitas sendiri di kelas masing-masing, yang dipimpin oleh guru kelas. Murid-muridku, anak-anak kelas 2 SD, bersenang-senang bermain berbagai jenis game dan menonton film hakikat hadits. Mereka suka (pastinya...), dan kegiatan itu terorganisir dengan baik di dalam kelas, tidak mengganggu kelas lain. ;) Sungguh hari yang menyenangkan. Semoga Allah membalas semua perbuatan baik kita dan merahmati kita dalam setiap langkah yang kita buat untuk semakin mendekati-Nya. Amiin.

Sambut Ramadhan

Posted on 16.50

Selamat Datang Ramadhan... Sebuah lagu religi yang abadi karya cipta Bimbo yang legendaris, akan setia lagi menemani hari-hari syahdu Ramadhan, membawa sejuk dan damai. Semoga Allah SWT berkenan melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, petunjuk dan bimbingannya, agar seluruh umat Islam kembali ke jalan lurus menuju ridho-Nya, menggapai ampunan-Nya yang seluas langit dan bumi.
Bismillah… kita sambut bulan suci Ramadhan dengan kebersihan hati, keikhlasan diri. Dua hari libur dari sekolah untuk menyambut bulan suci ini, jadi persiapan untuk me-recharge energi sebelum kembali beraktivitas penuh di bulan Ramadhan sambil menjalani shaum. Sebelum libur, kusemangati murid-murid kecilku di kelas 2 untuk tetap menjalankan ibadah puasa. Mereka sigap dan siap, dengan tekat kuat untuk menjalankan puasa penuh sejak sahur hingga berbuka saat adzan maghrib berkumandang. Bismillah... semoga Allah memberi kemudahan dan kekuatan bagi kita semua, agar kita raih berkah-Nya hingga jelang Syawal nanti. Amiin. Insya Allah. Selamat menunaikan ibadah shaum Ramadhan, semua.

Pindahan...!

Posted on 16.15

Hijrah bertahap. Stasiun kerja yang tadinya dipusatkan di ruang guru, tahun ini disebar ke kelas-kelas. Ini berarti segala peralatan dan barang-barang guru harus disingkirkan dari ruang guru. Boleh dibawa pindah ke kelas, atau disortir untuk tetap digunakan ataupun dibuang.
Hari Sabtu ini, kesibukan kami di sekolah cukup tersita dengan kegiatan pindahan. Aku yang 'kaya-raya' (ehm), kerepotan sendiri memindahkan barang-barang ke kelas. Maklumlah, selama 3 tahun masa tinggalku di sekolah ini, aku belum pernah pindah cubicle, sementara benda-benda yang kubawa ke meja kerjaku itu semakin banyak saja. Tidak hanya benda-benda yang biasa kugunakan sehari-hari, tapi juga berbagai inventaris ruang seni hingga hasil karya anak-anak, yang makin lama tentu saja semakin menggunung dan terancam akan menenggelamkanku :p
Pagi ini kucicil sedikit demi sedikit untuk kupindahkan ke kelas. Kusempatkan untuk memilah dan memilih kertas-kertas yang sekiranya masih bisa dimanfaatkan. Sebagian lagi, hm... kelihatannya boleh juga untuk kubawa pulang. Hey!!! Ini memang benda-benda pribadi yang sempat kubawa ke sekolah. Jadi sekarang, cukup tersedia ruang untuk benda-benda yang benar-benar milik sekolah. Siap-siap... kelasku bisa penuh sesak nih ;)

Aktivitas Sekolah, Mulai Lagi. Semangat!

Posted on 17.40

Mulai Senin tanggal 12 Juli lalu, aku mulai menjalani kembali hari-hari sebagai guru di sekolah dasar bersistem semi-full day. Anak-anak dijadwalkan pulang sekolah pukul 14.40. Ini berarti mereka menjalani 1 kali waktu shalat di sekolah, plus makan siang tentunya.
Sebagai wali kelas kelas 2 SD, aku harus mendampingi anak-anak selama mereka makan, memastikan mereka makan nasi cukup banyak, lengkap dengan sayur dan lauk. Untuk membujuk mereka, makan waktu, tentunya... Di hari pertama, aku sampai tak sempat makan siang! Capek iya, lapar pula. Nelangsa rasanya :( Besok-lusa, kupastikan aku HARUS ikut makan bersama mereka. Kerja tetap, tapi makan siang tak boleh lupa dong. ;) Gurunya harus sehat juga dong, supaya bisa tetap mendampingi mereka dengan penuh semangat, menjalani hari-hari bersekolah ini. Yuk, semangat!!!

Persiapan FDoS

Posted on 19.33

Pekan ini, guru-guru sudah harus masuk kerja lagi, sementara murid-murid akan serentak masuk pekan depan, tanggal 12 Juli 2010. Kenapa gurunya harus mulai kerja sepekan sebelum murid-muridnya? Persiapan hari pertama sekolah, tentunya. Menyusun sistem (bila ada yang baru), menyiapkan kelas untuk menyambut murid-murid, dan sebagainya, dan sebagainya. Siap? Yuk... siapkan semangat baru, songsong tahun pelajaran baru. Semoga langkah ke depan akan lebih mantap, lebih maju, lebih laju, dan selalu diiringi limpahan barakah dari Allah SWT tentunya. Amiin.
3 hari pertama akan dimulai dengan FDoS, First Days of School, semacam orientasi untuk memulai tahun pelajaran baru. Setelah sekian lama liburan, tentu harus ada penyesuaian kembali dengan irama sekolah. Kelas baru, murid baru, guru baru, yuk, siapkan semangat baru!!!

Menulisi Ijazah

Posted on 14.18

Menulisi ijazah anak-anak dengan tulisan tangan bergaya kaligrafi ini sudah jadi tugas rutin buatku. Di sekolah sebelumnya, hampir tiap tahun aku mendapat tugas ini. Dan di sekolah baruku sekarang ini, lagi-lagi aku mendapat amanah menulisi ijazah anak-anak, baik lulusan SMP maupun lulusan SD. Kebetulan, tahun ini lulusan sekolah kami belum begitu banyak. Kami baru meluluskan 7 orang siswa SMP, sedangkan SD baru 8 orang. Tahun depan, jumlah lulusan membengkak nyaris dua kali lipatnya. Siap-siap kapalan deh nulisi ijazah mereka nanti ;)

Kelulusan Siswa-Siswi Kami

Posted on 17.07

Bulan ini, kami meluluskan siswa-siswi sekolah kami di tiga level sekaligus, mulai dari pre-school hingga Secondary. Seperti biasa, prosesi kelulusan diramaikan dengan berbagai tampilan unjuk kebolehan murid-murid. Sebelumnya sudah ada sedikit 'bisikan' dari perwakilan orang tua murid yang menginginkan semua murid dilibatkan dalam tampilan itu (apakah mereka tahu, seberapa sulit 'tugas' itu?) Tapi OK-lah, kami coba fasilitasi ya.
Semua anggota kelas berkesempatan tampil di panggung. Anak-anak kelas 1 membacakan ikrar siswa, sedangkan anak-anak kelas 2 menggetarkan panggung (dalam artian yang sebenarnya) dengan derap kaki mereka menyanyikan lagu tiga bahasa: Hariku, My Day, Yaumi. Gubahanku. Ehm ;)
Anak-anak kelas 3 menabuh rebana sambil bershalawat, sedangkan anak-anak kelas 4 dan 5 berbagi peran. Semua anak perempuan dan sebagian anak laki-lakinya menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, sedangkan sebagian lainnya bergabung dengan kakak-kakak kelas di Secondary untuk bermain perkusi. Seru. Anak-anak putri Secondary kembali unjuk kebolehan menari saman dengan gerak tambahan. Ini pun tak kalah seru, tentunya.
Ke mana anak-anak kelas 6 dan 9? Mereka tentunya dipajang di deretan muka, sebagai wisudawan yang siap dilepas ke level berikutnya. Terharu-biru pada saat prosesi sungkeman kepada orang tua mereka, bangga dan bahagia ketika mendapat sertifikat kelulusan (sementara STTB belum mereka dapat), dengan segala bayangan di depan mata mereka... Masa depan masih teramat luas membentang di depan kalian, anak-anakku.
Dari 15 orang lulusan sekolah kami (Primary & Secondary), hampir semuanya berencana melanjutkan ke level berikutnya di Al Irsyad juga, sementara sekitar 3 orang di antaranya berencana melanjutkan sekolah ke institusi lain di wilayah Bandung. Seorang anak lainnya ternyata lolos seleksi ke salah satu sekolah berasrama di Malaysia. Selamat berjuang semuanya. Di mana pun kalian menuntut ilmu, semoga kalian upayakan yang terbaik, untuk kalian sendiri, untuk orang tua kalian, untuk bangsa dan agama kalian. Insya Allah. Amiin.

Blog Muridku Lolos ke Final!!!

Posted on 18.37

Kamis pagi, kudengar kabar mendebarkan, mengejutkan, menyenangkan!!! Blog yang dibuat murid-muridku lolos ke babak final lomba mading yang diselenggarakan dalam event festival gedung kayu Karisma ITB tahun ini. Mereka, Aryo, Yassy dan Nurul, murid-muridku di Secondary 3. Ini akan jadi bakti terakhir mereka untuk membela sekolah mereka, SMP Al Irsyad Satya. Setelah ini mereka akan melanjutkan ke SMA, bukan? ;) Aku dan ms. Nova ikut sibuk membantu menyumbang saran dan ide, tapi pengerjaan blog, memilih template, menulis posting dan sebagainya, tentu saja mereka yang berperan. Bukan pekerjaan sulit, kukira. Tahun ini mereka mendapat materi blogging, baik dariku di sesi Art & Culture, juga dari ms. Nova di sesi ICT alias komputer.
Babak final akan berlangsung hari Sabtu ini (29 Mei 2010). Yassy dan Nurul sudah ku-briefing habis-habisan (aku tidak sempat bertemu Aryo). Ide dan pengerjaan karya akan total mereka kerjakan sendiri, tak bisa lagi dibantu selain dengan doa. Bismillah. Selamat berjuang, anak-anakku. Lolosnya kalian ke babak final pun sudah merupakan pencapaian tersendiri. Jadi satu-satunya sekolah swasta Islam yang berlaga di final, aku bangga pada kalian. Fokuslah pada prosesnya, lakukan yang terbaik, dan serahkan hasilnya pada Allah saja. Doa kami bersama kalian. Go, Irsyadian!!!

Kedatangan SBY ke Kota Kami

Posted on 15.14

Jumat hingga Ahad, 21-23 Mei 2010, presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan untuk hadir dalam kongres Partai Demokrat yang kali ini diselenggarakan di kota Bandung, tepatnya di hotel Mason Pine Kota Baru parahyangan, Kabupaten bandung Barat. Hotel ini terletak nyaris berseberangan dengan sekolah kami, Al Irsyad Satya Islamic School. Karena jarak yang begitu dekat, hal ini mengakibatkan terjadinya beberapa penyesuaian jadwal di sekolah kami.
Hari Jumat, murid-murid diliburkan. Masuk akal, mengingat arus lalu lintas yang akan teramat padat pada hari-hari tersebut (seperti terlihat pada gambar di atas, hanya beberapa meter sebelum tikungan ke lapangan parkir sekolah kami). Pengamanan presiden menuntut sterilisasi area secara menyeluruh. Anak-anak sekolah yang 'berkeliaran' dengan antusiasme dan keingintahuan mereka yang besar mungkin akan membuat kerja paspampres menjadi bertambah berat. Melihat tentara dan polisi berseragam warna-warni, mulai dari hijau, coklat, biru tua, hingga hitam, dengan senjata laras pendek maupun panjang, anak-anak yang punya keingintahuan tinggi itu mungkin akan mendekat, mengagumi, bertanya-tanya, pendeknya... menambah kerepotan deh :p
Jalanan di depan sekolah jadi ramai sekali. Beberapa mobil polisi bahkan parkir tepat di depan gerbang sekolah. Jadi fenomena menarik yang langka. Belum tentu terjadi setahun sekali. Sore-sore terjadi kemacetan yang luar biasa akibat antrian kendaraan yang mengantar-jemput para peserta kongresdari dan ke depan gerbang hotel Mason Pine, selain berbagai kendaraan media yang meliput langsung dari lokasi. Hm... bisa ketemu Tina Talisa dari TV1One nggak ya? ;)

Lomba Gambar dan Bercerita

Posted on 00.21

Sebuah proyek gambar bersama kuberikan pada kelas 7 a.k.a. 1 SMP, bertema ilustrasi pelengkap cerita. Kubagi anggota kelas menjadi tiga kelompok, dan masing-masing kelompok akan mengerjakan satu ilustrasi, pelengkap kisah cerita rakyat Malin Kundang yang akan diikutsertakan dalam lomba menggambar dan bercerita yang diselenggarakan oleh Bale Seni Barli yang juga berlokasi di Kota Baru Parahyangan.
Murid-murid, melalui diskusi pendek, menentukan sendiri cerita yang akan mereka wujudkan dalam beberapa sekuens gambar. Mereka sudah cukup punya pertimbangan mengenai pengenalan cerita yang berkait dengan tingkat kesulitan, teknik menggambar, dan kemampuan bekerja sama dalam tim. Mereka bisa membagi tugas (secara teoritis demikian, walaupun pada praktiknya masih ada yang lebih suka dan lebih puas bekerja sendiri atau justru tidak ikut aktif ambil bagian dalam kerja kelompok).
Pada intinya, setiap kelompok menyepakati sebuah tema untuk diwujudkan menjadi gambar tertentu sebagai pelengkap kisah cerita rakyat yang akan dibawakan oleh Rinad, salah seorang dari mereka pada event lomba di akhir pekan lalu (Sabtu-Minggu, 24-25 April 2010).
Kelompok pertama menggambarkan momen perpisahan antara Malin Kundang dan ibundanya. Vania (terutama) dan teman-temannya menyelesaikan gambar dan mengumpulkannya tepat waktu seperti yang diminta. Kualitas gambarnya sangat bagus, buah dari ketekunan dan minat yang besar untuk mewujudkan gambar terbaik. Well done, Vania.
Kelompok kedua menggambar adegan kedatangan Malin Kundang beserta istrinya dengan armada kapal yang mewah, namun dia sendiri sudah berubah menjadi seorang pribadi yang tinggi hati, senang berbangga diri.
Kelompok ketiga menggambarkan situasi pada saat ibunda Malin Kundang ingin menyambut kedatangan putranya namun ditolak dengan kasar oleh Malin Kundang yang malu mengakui wanita tua miskin itu sebagai ibu kandungnya.
Kelompok terakhir menggambarkan adegan dikutuknya Malin Kundang oleh sang ibu. Berbagai versi cerita mengenai ini beredar. Ada kisah yang menggambarkan Malin Kundang berubah menjadi batu saat dia berada di hadapan sang ibu, namun versi yang lain menyebutkan bahwa dia berubah menjadi batu saat dalam pelayaran, dihantam badai dahsyat.
Apapun versi ceritanya, hikmah dari cerita ini adalah agar kita tetap rendah hati, ingat pada asal muasal kita, dan tetap menaruh hormat pada orangtua kita, terutama ibu yang telah begitu berjasa melahirkan dan membesarkan kita. Di sisi lain, sebagai ibu pun, dituntut keikhlasan yang tulus dalam membesarkan putra-putri, agar tidak keluar kata-kata buruk yang diijabah sebagai doa.
Rinad menyampaikan cerita ini dengan sangat baik. Ada pesaing yang terlihat cukup ketat membayanginya, dengan pronunciation yang juga sangat baik, tapi dia hanya membawa satu gambar saja. Sementara Rinad, dengan 4 set gambar yang terlihat cukup menyolok, bahkan dilihat dari kejauhan sekalipun, hm... kurasa itu jadi poin tambahan untuknya. Well... aku sebetulnya berperan cukup banyak menyempurnakan ketiga gambar lainnya (terlihat dari gaya gambar yang sangat mirip bukan, pada gambar ke-2 hingga ke-4). Tapi aku pun puas bisa menyelesaikannya dengan (cukup) baik. Dan ketika hasil akhir diumumkan, aku tidak terlalu terkejut ketika akhirnya Rinad dinobatkan sebagai juara pertama. Dia berhak mendapatkannya.

Publikasikan Tulisanku di Koran Lokal (dulu)

Posted on 08.56

Alhamdulillah senangnya... tulisanku bisa tembus media koran daerah (untuk langkah awal... sebelum merambah ke media nasional). Setelah 'panas' gara-gara seorang teman yang sudah mempublikasikan tulisannya lebih dulu, aku menyemangati diri untuk menulis dan mengirimkan tulisan itu ke koran daerah Pikiran Rakyat. Hari Senin tanggal 12 April kemarin tulisan itu tayang di rubrik forum guru. Aku tersemangati oleh seorang rekan guru, dan semoga semangat ini menular juga kepada murid-murid kami. Ada satu kutipan yang sangat kusuka: A good teacher, teaches; a great teacher, inspires. Semoga kami bisa jadi guru-guru yang hebat, sehingga bisa memberi inspirasi kepada murid-murid kami, agar semua kelak bisa memebri kontribusi terbaik. Yuk, semangat...!
Berikut ini saya tulis ulang isi tulisan tersebut, karena kelihatannya isi tulisan di gambar ini kurang jelas...
Belakangan ini, sekolah-sekolah dengan sistem full day school semakin banyak didirikan. Konon, karena tuntutan orang tua zaman sekarang yang menghendaki demikian. Semakin diminatilah sekolah serupa ini.
Sebagai seorang guru yang juga mengajar di sekolah semacam ini, saya mencoba sedikit menganalisa, apa sih kebaikan dari sekolah dengan sistem seperti ini? Secara umum, yang tentu saja masih perlu penelitian lebih jauh, beberapa data dan fakta saya temukan dalam perjalanan selama lebih dari 13 tahun malang melintang sebagai pengajar di sekolah dengan sistem full day ini.
Pertimbangan ini bisa ditujukan untuk Anda sebagai orang tua murid yang berencana untuk menyekolahkan putra-putrinya, atau bagi Anda yang berminat untuk membaktikan diri sebagai tenaga pendidik di sekolah seperti ini, khususnya sekolah Islam full day.
Jam kerja orang tua, pasangan suami-istri yang ketat dengan beban pekerjaan kantor mereka masing-masing, membuat mereka merasa harus menitipkan pendidikan anak-anak mereka pada sebuah lembaga terpercaya. Full day school menjadi pilihan untuk mengakomodir kondisi tersebut. Anak pulang di sore hari, tak lama sebelum kedatangan orang tuanya. Masih cukup waktu untuk membersihkan diri, dan bersiap menyambut ayah dan/atau ibu dari kantor.
Dalam struktur keluarga masa kini, keberadaan pembantu Rumah Tangga seperti menjadi sebuah keharusan. Tugas mereka bukan hanya sekedar memasak dan membersihkan rumah, mencuci dan menyeterika, tapi berkembang hingga merapikan peralatan sekolah anak dan membimbingnya belajar. Tapi akankah pembelajaran bersamanya akan optimal? Dengan latar belakang pendidikan maksimal SMA sekalipun, akankah PRT punya otoritas/kapabilitas untuk membimbing anak belajar dan beribadah? Ataukah tak berdaya pada kekuasaan dan keinginan si anak, dan membiarkannya menonton TV, bermain game komputer, atau mengakses internet sesukanya ke dunia maya?
Saat kegiatan anak terpusat di sekolah, mulai pukul 7.30 hingga pukul 4 sore, semua aktivitas sarat dengan nilai pendidikan.
Mulai dari ikrar pagi, guru sudah memandu siswa untuk fokus pada satu kegiatan saja. Dilanjut dengan doa pagi untuk memulai kegiatan pada hari itu, menggugah kesadaran siswa untuk selalu memulai segala aktivitas dengan memohon izin Allah. Semoga berkah.
Pembelajaran tentu saja disisipi dengan muatan moral aplikatif, semisal belajar menghargai pendapat orang lain, menyimak dengan baik, meminta izin untuk meminjam alat tulis teman, hingga meminta izin untuk minum di tengah-tengah waktu belajar.
Istirahat pagi digunakan untuk makan camilan sehat, diiringi kemauan untuk berbagi kepada teman. Pada kesempatan ini pun guru dapat mengenalkan berbagai jenis makanan ringan sesuai dengan apa yang dimakan anak, mengingatkan siswa untuk membuang sampah pada tempatnya, hingga membersihkan remah-remah ataupun bungkus makanan kecil yang mereka bawa. Siswa belajar bertanggung jawab.
Sedangkan istirahat siang digunakan untuk rehat sejenak dari aktivitas rutin, untuk shalat dan makan siang. Guru memimpin doa, atau bahkan murid yang bergiliran memimpin doa dan menjadi imam. Sebuah pembelajaran mengenai sistem nilai ibadah yang sangat baik bersama aplikasinya sekaligus.
Kegiatan makan siang pun perlu dimanfaatkan untuk mengingatkan siswa agar mensyukuri segala nikmat yang telah Allah berikan, berupa ketersediaan makanan yang beragam dalam menu makan siang yang tinggal mereka makan. Siswa belajar bertanggungjawab untuk menghabiskan makanan di piring mereka dan mengembalikan wadah makanan yang telah kosong ke dapur.
Menjelang pulang, aktivitas sekolah ditutup dengan shalat asar. Guru mengingatkan siswa untuk juga melaksanakan shalat di rumah (maghrib, isya dan subuh keesokan harinya). Sebelum shalat, guru dapat mengulang hafalan surat pendek yang diajarkan di sekolah, atau menceritakan kisah berhikmah. Selain memperkaya batin siswa, hal ini juga membuat guru terus memacu diri untuk mencari ilmu, baik untuk materi cerita maupun metode bercerita. Bukankah ini akan jadi keuntungan bagi banyak pihak?
Jika sudah sedemikian banyak keuntungan yang ditawarkan pihak sekolah dengan sistem full day, pertimbangan apa lagi yang Anda pikirkan? Segera daftarkan putra-putri Anda di salah satu sekolah serupa. Investasi Anda dalam menyekolahkan putra-putri akan terbayar lunas, bahkan berpeluang hadiah/bonus ketika putra/putri Anda menjadi anak-anak shalih dan shalihat yang masih terus mendoakan Anda bahkan ketika Anda telah tiada sekalipun. Bukankah doa dari anak yang shalih akan terus mengalirkan pahala kepada orang tua yang telah mendidiknya?
Sedangkan bagi kita, para pendidik, ilmu yang bermanfaat pun akan tetap diperhitungkan sebagai amal shalih, juga ketika kita telah tiada. Jadi, mari kita berlomba-lomba menuai kebaikan di sekolah dengan sistem full day.

Term Baru, Semangat Baru!!!

Posted on 09.41

Term 4, perempat semester terakhir di tahun pelajaran 2009-2010, tanpa bisa ditahan lajunya, datang menghampiri, Senin ini. Siapa saja tak lepas dari terjangan waktu. Dan siapa saja akan merugi bila tak mengambil kesempatan terbaik yang dilewati masa ini. Siapa saja harus bekerja lebih keras untuk menutup tahun pelajaran ini, bekerja lebih cerdas lagi, termasuk aku tentunya. Yuk... manfaatkan potensi yang dianugerahkan kepada diri ini untuk berkarya sekemampuan kita. Semangati diri lagi.
Sebelum long week end ini, hari Kamis lalu, kuisi tangki bahan bakar Katana-ku dengan premium di sebuah SPBU. Aku harus menunggu di antrian panjang sebelum tiba giliranku karena ternyata banyak sekali orang yang memanfaatkan kesempatan ini untuk mengisi penuh tangki kendaraan mereka, terutama kendaraan beroda dua dalam antrian yang mengular. Sabar... Dalam masa menunggu itu membuatku berpikir tentang pekerjaan para petugas SPBU. Kulihat mereka sibuk sekali melayani semua orang. Selesai dengan kendaraan satu, kendaraan lain sudah menunggu, nggak ada berhentinya. Itu sungguh-sungguh kerja keras.
Kadang aku membandingkan dengan pekerjaanku sendiri. Sebagai guru, aku masih punya waktu untuk mengerjakan hal-hal lain di luar kerjaan sekolah, termasuk menulis blog (biasanya aku tulis di rumah, tapi ku-posting di sekolah). Di sela-sela kesibukan mempersiapkan bahan pelajaran, membuat contoh karya untuk ditunjukkan kepada murid, mengajarkannya, merapikan kembali ruang seni setelah dipakai anak-anak berkegiatan (menggunting, mewarnai, memahat dsb), membuat panduan penilaian, plus memeriksa dan menilai hasil karya mereka. Sesekali ikut meeting, sibuk di kepanitiaan atau menyiapkan anak-anak ikut lomba, atau 'hanya' memperhatikan murid-muridku di kelas. Mengisi buku komunikasi setiap hari, melerai yang bertengkar, mengobati luka jika ada yang jatuh. Giliran "istirahat" makan siang, kita "on" terus dong. Memastikan bahwa anak-anak makan dengan benar, kalau perlu sedikit dipaksa untuk mau makan sayur, setidaknya mencoba makan deh, sepotong sayur atau sesendok keciiil aja. Setelah itu dilanjut dengan mengawasi mereka wudhu dan shalat di mushala (walaupun aku... harus kuakui, agak jarang melakukannya gara-gara biasanya aku belum selesai makan. Soalnya aku selalu makan paling akhir, setelah semua anak menghadapi piring dengan menu makan siang mereka. Tapi bagaimanapun, kayaknya aku harus belajar untuk makan lebih cepat!). Kegiatan sore ditutup dengan memandu anak-anak shalat asar bersama, kali ini dilakukan di kelas masing-masing. Biasanya mereka menagih cerita sebelum shalat, yang membuatku harus aktif mencari info dan referensi cerita-cerita berhikmah yang menarik untuk mereka, yang harus kuceritakan dengan cara yang menarik pula. Maaf-maaf... biasanya aku pakai bahasa Indonesia (padahal sekolah kami memiliki kebijakan global, termasuk dalam penggunaan bahasa Internasional di lingkungan sekolah). Maaf, seringkali aku memang membuat permakluman, dengan alasan supaya waktu yang singkat sebelum bubaran sekolah itu termanfaatkan secara efektif, tanpa perlu mengulang dan menterjemahkan, setelah mulutku berbusa-busa bicara dalam bahasa Inggris, eh ujung-ujungnya mereka minta diterjemahkan juga.
Berbicara dalam bahasa Inggris pun perlu upaya keras, kuupayakan semampuku. Walau bagaimanapun, bahasa Inggris bukan bahasa ibu kita, sehingga untuk menggunakannya otakku kadang perlu berpikir dua langkah sebelum bicara. Tapi bagaimanapun, ini harus kuupayakan. Aku kerja keras mencari kata dan kalimat yang tepat untuk kukatakan, dan mereka pun harus bekerja keras untuk memahami dan mengingat apa yang kukatakan. Yuk, kerja keras lagi, dan kerja cerdas, itu yang lebih utama. Kita mulai term 4 ini dengan penuh semangat. Yuk!!!

Proyek Anyaman Daur Ulang

Posted on 12.59

Proyek terakhir yang dikerjakan oleh murid-muridku di kelas 3, term 3 yang lalu adalah proyek kerajinan Keranjang Anyaman dari kertas bekas.
Alat dan bahan yang dibutuhkan adalah koran atau tabloid bekas dan sedikit lem.
Cara pembuatannya:
  1. Potong-potong koran menjadi 4 bagian, kurang-lebih berukuran 29 x 35 cm. Tabloid pasti berukuran lebih besar.
  2. Lipat satu bagian koran menjadi satu batang tipis berukuran kurang lebih 3,5 x 35 cm. Buat 6 buah. Tambahkan 3 buah yang lebih panjang, misalnya 3,5 x 45 cm.
  3. Jalin/anyam 6 buah batang koran berselang-seling sebagai alas.
  4. Tegakkan sisanya dan anyam menggunakan batang yang lebih panjang untuk membentuk dinding. Rekat dengan lem seperlunya.
  5. Sisipkan sisa kertas ke sela-sela anyaman. Rekatkan dengan lem bila perlu.
Hasil akhirnya, keranjang bisa digunakan sebagai wadah multiguna. Ukuran keranjang pun dapat dimodivikasi sesuai keperluan dan kreativitas. Murid-muridku, suka sekali dengan hasil karya mereka, dan tak sabar untuk membawanya pulang untuk ditunjukkan kepada orang tua mereka.

Sang Naga Liong

Posted on 17.13

Menyambung posting-an sebelumnya. Anak-anak kelas 2 SD di bulan Februari ini mendapat paket tugas keterampilan membuat naga liong. Idenya kudapat dari salah satu edisi buku "Art Attack".
Mengingat ini adalah sebuah keterampilan yang berproses panjang, waktu dua jam pelajaran tidak akan cukup untuk menuntaskan pekerjaan ini.
Tahap pertama adalah menjiplak pola naga liong yang sudah kuperbanyak untuk mereka. Mereka kuperkenalkan dengan metode jiplak menggunakan karbon. Beberapa anak masih gamang. Karena penasaran ingin segera melihat hasil jiplakannya, beberapa kali mereka mengintip goresan tangan mereka di kertas tebal (dupleks), tapi hasilnya malah kertas mereka bergeser dan hasil jiplakannya jadi tidak sempurna. Tapi tidak mengapa... itu masih bisa diakali.
Tahap selanjutnya adalah mewarnai sang naga, bagian kepala dan ekornya. Setiap anak punya kecenderungan dan karakteristik tertentu dalam mewarnai. Pemilihan warna kuserahkan pada mereka, tapi kusarankan mereka untuk menggunakan crayon untuk mendapatkan warna yang kuat.
Setelah selesai mewarnai, mereka menggunting kedua bagian naga. Mereka terlihat agak kesulitan menggunting lekuk outline sang naga di atas kertas tebal. Sulit memang, tapi kusemangati mereka selalu untuk berusaha sendiri, tanpa perlu dibantu orang lain.
Usai menggunting, mereka menyiapkan badan naga dari kertas spotlight berukuran 8 cm x 40 cm. Mereka melipat kertas panjang itu seperti melipat alas obat nyamuk bakar jaman dulu (duh... jadul banget deh. Masa kini sudah jaman obat nyamuk elektrik ya? ;)).
Tahap berikutnya menyambung bagian badan dengan kepala dan ekornya. Gunakan lem fox putih agar lebih kuat.Tahap terakhir, memasang penyangga bambu pada badan bagian depan dan belakangnya. Tahap ini aku membantu semua anak karena memang tidak mudah untuk membelah bambu dan memasangkannya pada badan sang naga. Tambahkan lem fox untuk menguatkan posisi bambu, dan... jadilah naga liong itu. Siap dimainkan.

Gong Xi Fat Cai

Posted on 08.36

14 Februari ditakmirkan sebagai tahun baru Cina yang dirayakan dengan meriah, juga di Indonesia. Tahun baru Cina ditetapkan sebagai hari libur nasional sejak masa pemerintahan Gus Dus almarhum pada saat beliau menjabat sebagai presiden RI. Hingga kini hari tersebut dirayakan dengan meriah, yang diramaikan dengan tarian naga atau liong, lampion dan kembang api. Salah satu muridku, Adlan, menggambarkan keriaan itu dengan kombinasi warna-warni meriah. Katanya, perayaan tahun baru Cina di tepi sungai. Ipin dan Upin ikut tampil, di bagian kiri bawah gambarnya. Dia senang sekali pada dua tokoh anak kecil negeri jiran itu ;)
Gambar lainnya adalah karya Mursyida, teman sekelas Adlan di kelas 2 SD. Dia menggambarkan suasana keramaian bazaar dengan berbagai makanan khas Imlek, mulai kue bulan hingga jeruk pontan.Happy menggambarkan kembali mainan naga yang kami buat di kelas. Semua anak terlihat senang saat mereka menyelesaikan mainan ini, hingga Happy menggambarkannya kembali dengan warna-warna yang kuat.
Mengenai mainan naga Liong yang kami buat di kelas, konsepnya serupa membuat wayang. Idenya kuambil dari salah satu edisi buku Art Atack. Perlu beberapa pekan untuk menyelesaikan mainan naga ini. Langkah-langkah pembuatannya, akan kupaparkan di posting-an yang lain di blog ini. Insya Allah.

Still Life untuk Kelas Satu

Posted on 19.04

Anak-anak SMP mendapat rangkaian tugas menggambar di term 3 ini. Untuk kelas satu SMP, tugas mereka adalah membuat gambar still life. Mereka berlatih menggambar dengan berbagai benda dan mengasah kemampuan mereka menggunakan pensil. Mulai dari satu objek semisal mug, mereka belajar membuat elips untuk kemudian menggambarkan objek itu secara utuh. Mereka juga belajar menangkap proporsi benda, menggambarkannya dalam komposisi yang baik, menambahkan arsir dan bayang-bayang. Lama kelamaan, tentu saja mereka pun tambah mahir. Salah satu yang terbaik, karya Feizal, kupasang di sini, berdampingan dengan karyaku sendiri, yang sudah belajar menggambar di bangku kuliah FSRD-ITB. Tak lama lagi, hasil karya Feizal mungkin akan jauh lebih baik daripada karyaku. Tetap belajar ya, semuanya...!

Menggambar Perspektif You... tube ;)

Posted on 18.48

Anak-anak SMP kelas 2 akan belajar menggambar perspektif di term 3 ini. Beberapa contoh cara menggambar perspektif, kukutipkan dari youtube.com. Wah... melihat beberapa contoh di antaranya, aku pun terkagum-kagum sendiri. Ini salah satunya, silakan klik link berikut ini:
YouTube - How to Draw with One Point Perspective
Blogged with the Flock Browser

Ayo nge-blog!

Posted on 18.09

Mulai bulan Januari di term 3 ini (awal semester 2), aku mengajarkan dan menganjurkan murid-muridku di kelas 3 SMP untuk nge-blog beramai-ramai. Aku sendiri mempunyai beberapa blog yang kukelola dengan cukup baik, dan yang satu ini sengaja kubuat untuk mendokumentasikan jejak mengajarku sebagai seorang guru seni.
Aku mulai 'tertular virus' blogging, sejak tahun 2007, kalau tidak salah. Blog pertamaku, batikmania.blogspot.com, jadi ajang curhat kisah-kisah keseharian. Aku sempat coba di multiply.com, juga bertajuk batikmania, tapi aku merasa sulit me-manage yang satu itu, walaupun rencananya aku khususkan untuk posting-posting bertema lingkungan. batikmania yang lainnya ada di blogdetik.com. Posting-annya lebih banyak dibuat karena ikut serta dalam berbagai lomba menulis blog, dan sempat juga memenangkan beberapa hadiah kecil dari penyelenggara (bukannya tidak mensyukuri atau menghargai, tapi kusebut hadiah kecil karena aku belum pernah mendapat grand prize untuk lomba blog yang diselenggarakan blogdetik. kapan ya...?) Satu batikmania lagi, ada di wordpress.com. Yang ini juga kubuat khusus untuk menuliskan track record-ku sebagai guru seni, tapi semua postingnya kutulis dalam bahasa Inggris. Kali ini, aku buat satu lagi blog serupa dalam bahasa Indonesia.
Setelah merajalela di dunia blog, aku ingin juga 'menularkan' ide nge-blog itu kepada murid-muridku. Sebagai pendahuluan, anak-anak SMP kelas 3 yang "jadi korbannya". Mereka harus membuat posting tertentu yang hasilnya akan kuberi penilaian untuk dimasukkan ke dalam rapor. Untuk langkah awal, ayo kita buat blog baru...!

Posted in , , , , | 0 comments

Perkenalkan Duniaku

Posted on 19.23

Duniaku adalah dunia warna, swara, dan rupa.

Duniaku indah penuh warna, cerah-ceria, gelap-terang, panas dan dingin.
Duniaku ramai penuh suara, canda-tawa, senandung bisik dan teriak, paduan musik gembira, irama dunia.
Duniaku seru, penuh berbagai rupa, bulat-segitiga, datar berukir, penuh dimensi.
Semua kusuka, karena aku ada di sana, seorang guru seni rupa, yang ingin berbagi pada dunia. Semoga keinginan sederhana ini bisa menjadi nyata.

NOTA: blog-ku lainnya, serupa dengan ini, ada di batikmania.wordpress.com

Posted in , , , | 0 comments