Tampilkan postingan dengan label murid. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label murid. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Juni 2015

Lagu Untuk Guru Sejatiku

Lagu ini sudah lama berada dalam memory card. Setelah proses merekam yang seadanya, yang hanya di depan MP3 saja, rasanya belum PD untuk merilis lagu ini ke khalayak (jyaaah...). Ingin sekali merekamnya ulang secara lebih serius. Sudah minta bantuan teman, tapi rupanya belum berjodoh saja. Akhirnya nekat juga. Aku tekadkan, lagu ini harus rilis di akhir tahun pelajaran ini!!!
Mulai dari mengkonversinya dari file wav ke MP3. Setelah itu mulai menyortir foto-foto untuk disisipkan ke dalam rangkaian koleksi foto dalam program MovieMaker. Eh... ternyata aku harus kembali mengunduh MovieMaker ke komputerku yang tempo hari sempat diinstall ulang. Baiklah...
Tak pakai berlama-lama, setelah MovieMaker kembali ter-install di komputerku, segera kumasukkan rangkaian foto-foto koleksiku yang berasal dari kumpulan foto anak-anak P1 Damascus dan P1 Baghdad yang lalu. Beberapa di antaranya foto narsisku juga siih :p Mengeditnya sedikitTak perlu waktu lama untuk memasukkan beberapa foto lalu mengubah-suai sususan foto agar terasa agak nyambunglah dengan lirik lagu, dan memastikan bahwa jumlah foto yang diunggah akan tayang pas dengan panjang lagu yang menyertainya. Tak pakai customize editing, segera kuselesaikan project video MovieMaker ini.
Setelah selesai dengan menyelesaikan video dalam program MovieMaker, file ini harus melewati proses converting files ke MP4 dari wlmp (file moviemaker). Aku gunakan salah satu fasilitas file converting online. Setelah itu, hanya tinggal mengunggahnya ke youtube. Dan inilah hasilnya...
Lagu ini berirama gembira yang menggambarkan semangat yang ditebarkan oleh guru-guru di sekitarku. Beberapa guru di sekolah dasar dan sekolah lanjutan dulu sangat menginspirasiku. Selain ibuku, mereka juga yang jadi inspirasi bagiku untuk menjadi guru. Tapi selain guru-guru di kelas, setelah aku sendiri menjadi guru justru kutemukan bahwa murid-murid kecilku pun bisa mengajari aku banyak hal. Sungguh, mereka semua adalah guru sejatiku, seperti apa yang disampaikan lagu ini. Lagu ini untuk kalian, semua, guru-guru sejatiku. 

Senin, 20 Juni 2011

Mendampingi Murid-muridku

Salah satu tugas seorang guru adalah mendampingi murid-murid di dalam kelas tentunya. Itu sudah pasti. Tugas lainnya yang tak terjadwal secara rutin adalah tugas mendampingi murid-muridku dalam event lomba. Dua di antaranya, yang kami ikuti belakangan ini, ah... ternyata aku tidak cukup sigap untuk menuliskan 'liputannya'. (Sok sibuk amat sih... :p) Jadi dua event itu kutulis dalam satu posting-an saja ya.

Zara, Alya, dan Fiyya dengan karya mereka.

Yang pertama, lomba karya barang bekas yang diselenggarakan oleh Senat  Mahasiswa Psikologi Universitas Kristen Maranatha. Lomba diselenggarakan di hari Sabtu, 14 Mei lalu. Konsep karya yang kami usung, adalah aplikasi barang bekas untuk pembelajaran. Karya kapal selam untuk pembelajaran IPA itu kami beri nama (Un)sinkable Submarine. Latihan dua kali saja, rupanya tidak cukup untuk membekali anak-anak kelas 4 dan 5 ini untuk mandiri dan gesit mencari solusi untuk permasalahan yang mereka hadapi di arena lomba. Aku strict ikut aturan panitia untuk tidak ikut-ikutan masuk ke arena lomba dan meng-intervensi kerjaan anak-anak. Hasilnya? Bolak-balik mereka memandang padaku dengan tatapan memohon. Hehe... sorry, kids. Bu guru nggak boleh ikut turun tangan untuk ikut bantu menyelesaikan karya kalian (padahal udah gemes banget pengen nambahin ini dan itu di (un)sinkable submarine itu supaya hasilnya lebih optimal). Dan akhirnya, apa pun hasilnya, itu karya mereka. Semoga di kesempatan lain lebih berhasil! 
Rinad in action, dengan sepenuh ekspresi.
Yang kedua adalah kompetisi draw and tell story yang kembali digelar oleh Bale Seni Barli. Kali ini dalam rangka memperingati hari anak Indonesia di bulan Juli nanti -tapi event-nya diajukan di bulan Juni ini. Waktu pelaksanaan lombanya yang sangat mepet dengan jadwal akhir pelaksanaan ujian akhir semester genap ini membuat kita sempat berpikir untuk membatalkan keikutsertaan. Tapi akhirnya Rinad bersedia ikut berpartisipasi di lomba ini, dengan persiapan yang singkat, tapi sangat diupayakan untuk optimal. Hari Sabtu, 12 Juni, tepat sehari setelah ujian akhir selesai dilaksanakan, dia maju untuk ikut berpartisipasi di kompetisi ini.
Kita siapkan gambar. kali ini kuminta guru kesenian di sekolah, mr.Irwan yang suka banget nggambar tokoh kartun untuk ikut menyumbang gambar. Yang mewarnai, kita-kita, 'keroyokan'. Karena keterbatasan waktu, nggak semua gambar diwarnai penuh. Bahkan sampai pagi saat pelaksanaan lomba, aku, Rinad dan ibunya masih uplek ngewarnai gambar-gambar itu, rangkaian gambar yang menceritakan kisah nabi Nuh.
Rinad naik panggung di urutan ke sekian (hm... ke berapa ya? ke-3 atau ke-4 deh kalau nggak salah), dan dia mengisahkan cerita tentang nabi Nuh dengan ekspresi penuh, intonasi yang tertata, artikulasi yang tepat, dan jeda yang juga pas. Dan kupikir, hanya ada satu kompetitor kuat buat dia di lomba kali ini. Terbukti... Dia keluar sebagai juara 1. Alhamdulillah. Aku yang hanya mendampingi, ikut senang dengan keberhasilannya. Congrats, ya, Rinad.

Minggu, 20 Maret 2011

Solidaritas Dunia Untuk Jepang

Seorang muridku menulis status facebooknya seperti ini: How can I help the tsunami victims? seriously! Gimana ya?
Salah satu orang tua musrid lainnya yang tergabung di komunitas origami Indonesia sigap menanggapi. Sanggar Origami Indonesia menggalang gerakan membuat 110311 origami burung bangau untuk korban gempa dan tsunami Jepang. Ayo ikut partisipasi!!!
Hari Senin, kebetulan ada jam pelajaran Art & Culture di kelas P2 Iman. Kami langsung membuat karya origami burung bangau ini. Mengajari anak-anak kelas 2 melipat burung bangau ini cukup makan waktu juga. Bolak-balik mereka bertanya bagaimana selanjutnya, bahkan minta dibantu untuk melanjutkan proses lipatan selanjutnya. Akhirnya, hanya 15 buah burung bangau yang dihasilkan dalam sesi pelajaran Art & Culture hari itu.
Hari Rabu, giliran kelasku, P2 Ihsan mendapat jadwal pelajaran Art & Culture. Anak-anak di kelasku rupanya lebih cepat menangkap petunjuk untuk membuat origami burung bangau ini. Ya... memang masih ada saja anak-anak yang bolak-balik minta diajari dan dibantu. Tapi secara umum, mereka sangat bersemangat untuk berpartisipasi dalam gerakan origami bangau  ini. Mereka bahkan minta kertas lagi untuk membuat origami, lagi... dan lagi. Total, anak-anak kelasku membuat 37 origami bangau. Dijumlah lagi dengan karya semua anak lain di sekolah kami, angka ini hampir mencapai angka 200 eh, ternyata nyampe angka 375! Ini bentuk simpati kami untuk korban gempa dan tsunami. Simpati dan sumbangan dalam bentuk lainnya, kami berikan secara individu saja ya. 
Negara Jepang yang sedang berduka saat ini, setelah diguncang gempa besar berkekuatan hampir 9SR, disambung dengan terjangan tsunami dahsyat, berlanjut dengan ancaman bocornya reaktor nuklir di Fukushima yang berpotensi penyebaran radiasi. Sungguh memprihatinkan. Tapi warga Jepang tetap siaga dan tak putus asa. Doa kami, semoga Teman-teman dan saudara kami di Jepang selalu dalam lindungan Tuhan, dan Jepang segera pulih dari tiga bencana yang terjadi dalam waktu bersamaan ini. Nihon ganbare!!!

Minggu, 09 Januari 2011

Siap Sekolah Lagi!!!

Hari Senin besok, 10 Januari 2011, aktivitas semester baru akan dimulai lagi. Siap-siap, bersibuk lagi. Ketemu anak-anak kelas 2, murid-muridku yang bikin kangen. Siap-siap dengan proyek baru lagi. Ayo semuanya, kerja keras ya di tahun baru ini, semester baru, semangat baru. 

Kamis, 23 Desember 2010

Peringatan Hari Ibu dan Pembagian Rapor

23 Desember 2010, hari terakhir bertemu dengan murid-muridku di tahun ini. Hari ini mereka akan menerima "buku amalan" mereka setelah belajar selama satu semester ini. 
Beberapa hari ini sibuk mempersiapkan buku laporan anak-anak, menyiapkan mereka untuk tampil di panggung perayaan hari ibu yang dirayakan hari ini. Ya.. ya... seharusnya hari ibu di Indonesia dirayakan tanggal 22 Desember, tapi karena kebetulan moment-nya berdekatan, akhirnya dikemaslah acara pembagian rapor semester 1 ini dengan tema celebrating mother's day.
Selain tampilan anak-anak yang -seperti biasa- keroyokan, kali ini beberapa orang guru juga ikut tampil. Aku dan bu Nenden menyanyikan lagu "Lestari", karyaku. Diiringi petikan gitar cantik oleh pak Idam, wah... boleh dong aku Ge-eR mengatakan bahwa tampilan kami sukses memukau bunda-bunda yang hadir di acara pagi tadi. Lagu itu memang kubuat spesial untuk ibu, beberapa tahun yang lalu. Kuikutkan lomba, tapi tak berjaya. Sempat kunyanyikan di beberapa acara, dan mendapat sambutan yang cukup membahagiakan. Tapi tampilan tahun inilah yang kurasa luar biasa. Kombinasi dari petikan gitar yang sungguh cantik, dipadu suara bu Nenden yang unik, dan aku 'mengacaukan' dengan paduan suara dua. Hm... jadi ingin lihat video tampilan kami. Ada yang punya? Bagi dong....! ;)

Selasa, 21 Desember 2010

Al Irsyad Satya Open House 2010

Sabtu pagi, saatnya show time (wah, bahasanya rancu nih). Open House Al Isyad Satya 2010 berlangsung di area sekolah kami. Banyak acara yang memerlukan penanganan dan koordinasi, mulai dari kegiatan lomba antarsekolah, talk show dengan tema "Menciptakan Generasi Gadget Terdidik", tampilan aksi murid-murid kami, show case kegiatan belajar di beberapa kelas tertentu, hingga diresmikannya "Interactive Teaching Room" oleh bapak wagub Jabar, H. Dede Yusuf. Semua orang di sekolah kami... sibuk!!!
Aku sendiri bertugas menangani kegiatan talk show hingga tampilan anak-anak P4 & P5 yang membawakan lagu Sherina, "Andai Aku Besar". Sebelumnya, bantu-bantu juga melatih tari Saman (setelah sebelumnya aku juga yang di-training ;)), juga tampilan anak-anak P2 yang membawakan laguku dalam tiga bahasa: Hariku, My Day, dan Yaumi. Belum cukup dengan itu, masih ditambah dengan menyiapkan ruang seni untuk 'dipamerkan'. Untungnya, aku dapat back up tenaga yang sangat sigap, bu Aini yang mengakhiri masa baktinya di Al Irsyad justru di hari ini. Jadi bakti terakhirnya sebelum berpisah dengan sekolah kami.
Di akhir hari, kita semua cappek... tapi selalu ada senyum (terutama untuk sesi foto bersama ;)) Yuk, smile... Kita bertemu lagi di event besar lainnya. Selamat kepada semua pemenang. Untuk panitia penyelenggara, bukan mengecilkan hati... tapi laporan menanti. Hihi... ;)

Jumat, 29 Oktober 2010

A Little Force Will Do ;)

Saatnya makan siang. Ada-ada saja alasan murid-muridku untuk tidak menghabiskan nasi dan lauk-pauk yang terhidang di meja makan. Padahal mereka tinggal makan saja. Tidak perlu menanam ataupun memasak apa pun. Tinggal ambil ke piring mereka, lalu suapkan ke mulut, kunyah dan telan. Semudah itu urusannya.
Sayangnya, murid-muridku ini rata-rata... maaf-maaf... anak-anak manja, yang biasanya banyak kemauan mereka dituruti. Yang banyak merajuk dan diajuk. 
Menangani 12 muridku di kelas 2, kugunakan "kekerasan" saat makan siang, dipadu dengan bujukan dan rayuan ;) Yang kumaksud dengan kekerasan di sini adalah sedikit paksaan untuk menambahkan sayur ke piring mereka lalu menghabiskan makanan yang tersedia. Perjuangan membujuk mereka kadang berujung manis kok ;) 
Biasanya kumulai dengan sedikit bujukan untuk mencoba sayur yang tersedia. Kalau itu tidak mempan, aku tambah dengan pelototan yang biasanya diakhiri dengan kemenanganku (yeay...!!!), untuk menambahkan satu-dua potong sayur ke piring mereka. Minimal, ada sayur yang mereka makan pada hari itu (siapa tahu kalau di rumah mereka justru sukses untuk 'kabur' dari kewajiban makan sayur :p). Pada beberapa kesempatan, mereka malah minta tambah lho. Double winning for me ;) Yeay...! Really, sometimes what they need is just a little force ;)
By the way, check this blog out. Ini cerita tentang kewajiban kita, orang-orang tua (maksudnya, emak dan bapaknya) untuk membuat anak-anak mau makan sayur. Hayu, baca...!

Jumat, 01 Oktober 2010

Rapor Pertama

Sibuk... Makanya jarang (sekali) meng-update blog ini. Saat ini sedang menyiapkan laporan pertanggungjawaban kuartal pertama kepada para orangtua siswa.
Siap-siap... Untuk bertemu dan bertatap muka, bersilaturahmi pasca idul fitri yang baru kali ini akan dilakukan secara resmi bersama institusi. Walaupun dengan satu-dua orang tua siswa, kadang bertemu di halaman atau koridor sekolah.
Mohon maaf lahir batin. Apapun hasil putra/putri Anda, ayah dan bunda, memuaskan ataupun tidak, selayaknya jadikan sebagai pelecut semangat putra/putri kita untuk berupaya lebih baik lagi di kesempatan mendatang. Kecewa dengan hasil saat ini, tidak mengapa. Agar bisa memperjuangkan semangat dan mengoptimalkan usaha. Sedangkan jika dirasa puas, ketahuilah, sesungguhnya batasnya adalah langit. 
Anak-anakku, mari kita semangat lagi, untuk menjalani kuartal kedua nanti. Sungguh, kalian akan selalu bisa mengupayakan yang lebih baik lagi dari apa yang sudah dicapai saat ini. Jangan henti berharap dan berupaya. Sertai dengan doa. Semoga langkah kita dimudahkan oleh Yang Kuasa. Amiin.

Sabtu, 04 September 2010

Ramadhan Penuh Makna

Pada 1 September 2010, sekolah kami mulai memulai aktivitas Ramadhan. Sebenarnya, hal itu dilakukan di bulan Ramadhan secara keseluruhan, dengan waktu sekolah yang disesuaikan (dipangkas jadi sedikit lebih pendek), dll, tapi kita melakukan sesuatu yang berbeda dalam 3 hari ini.
Mengambil tempat di masjid yang baru selesai dibangun dan diresmikan, kami memulai kegiatan di pagi hari. Temu seorang Hafidz remaja. Hafidz adalah penghafal quran. Hafidz ini, yang kami diundang, berumur sekitar 15 tahun, dan dia sudah hafal 4 juz dari quran, sementara masih cukup sulit bagi kita (bagiku, khususnya :p) untuk menghafal surat-surat pendek di juz terakhir Quran alias juz amma, yang dianggap paling mudah.Setelah acara dengan Hafidz, kegiatan dilanjutkan dengan bakti sosial. Siswa telah mengumpulkan sumbangan, yang dikoordinir oleh sekolah, dan akan dibagikan kepada masyarakat miskin yang tinggal di sekitar sekolah. Sekolah juga menggelar bazar yang menjual barang layak pakai dengan harga yang sangat rendah, mirip dengan garage sale-lah. Ya, sebagian besar adalah pakaian yang masih dalam kondisi sangat baik, ada pula sepatu, tas, hingga boneka. Ada juga beberapa barang gress, yang betul-betul baru, disumbangkan oleh beberapa orang tua siswa untuk dijual.
Siswa mengantri sesuai kelasnya untuk memberikan sumbangan satu per satu. Tapi ketika berkesempatan berfoto, tentu saja kesempatan bergaya tak terlewatkan ;)
Ketika selesai dilakukan, kami kembali ke kelas untuk beraktivitas sendiri di kelas masing-masing, yang dipimpin oleh guru kelas. Murid-muridku, anak-anak kelas 2 SD, bersenang-senang bermain berbagai jenis game dan menonton film hakikat hadits. Mereka suka (pastinya...), dan kegiatan itu terorganisir dengan baik di dalam kelas, tidak mengganggu kelas lain. ;) Sungguh hari yang menyenangkan. Semoga Allah membalas semua perbuatan baik kita dan merahmati kita dalam setiap langkah yang kita buat untuk semakin mendekati-Nya. Amiin.

Rabu, 07 Juli 2010

Persiapan FDoS

Pekan ini, guru-guru sudah harus masuk kerja lagi, sementara murid-murid akan serentak masuk pekan depan, tanggal 12 Juli 2010. Kenapa gurunya harus mulai kerja sepekan sebelum murid-muridnya? Persiapan hari pertama sekolah, tentunya. Menyusun sistem (bila ada yang baru), menyiapkan kelas untuk menyambut murid-murid, dan sebagainya, dan sebagainya. Siap? Yuk... siapkan semangat baru, songsong tahun pelajaran baru. Semoga langkah ke depan akan lebih mantap, lebih maju, lebih laju, dan selalu diiringi limpahan barakah dari Allah SWT tentunya. Amiin.
3 hari pertama akan dimulai dengan FDoS, First Days of School, semacam orientasi untuk memulai tahun pelajaran baru. Setelah sekian lama liburan, tentu harus ada penyesuaian kembali dengan irama sekolah. Kelas baru, murid baru, guru baru, yuk, siapkan semangat baru!!!

Selasa, 15 Juni 2010

Kelulusan Siswa-Siswi Kami

Bulan ini, kami meluluskan siswa-siswi sekolah kami di tiga level sekaligus, mulai dari pre-school hingga Secondary. Seperti biasa, prosesi kelulusan diramaikan dengan berbagai tampilan unjuk kebolehan murid-murid. Sebelumnya sudah ada sedikit 'bisikan' dari perwakilan orang tua murid yang menginginkan semua murid dilibatkan dalam tampilan itu (apakah mereka tahu, seberapa sulit 'tugas' itu?) Tapi OK-lah, kami coba fasilitasi ya.
Semua anggota kelas berkesempatan tampil di panggung. Anak-anak kelas 1 membacakan ikrar siswa, sedangkan anak-anak kelas 2 menggetarkan panggung (dalam artian yang sebenarnya) dengan derap kaki mereka menyanyikan lagu tiga bahasa: Hariku, My Day, Yaumi. Gubahanku. Ehm ;)
Anak-anak kelas 3 menabuh rebana sambil bershalawat, sedangkan anak-anak kelas 4 dan 5 berbagi peran. Semua anak perempuan dan sebagian anak laki-lakinya menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, sedangkan sebagian lainnya bergabung dengan kakak-kakak kelas di Secondary untuk bermain perkusi. Seru. Anak-anak putri Secondary kembali unjuk kebolehan menari saman dengan gerak tambahan. Ini pun tak kalah seru, tentunya.
Ke mana anak-anak kelas 6 dan 9? Mereka tentunya dipajang di deretan muka, sebagai wisudawan yang siap dilepas ke level berikutnya. Terharu-biru pada saat prosesi sungkeman kepada orang tua mereka, bangga dan bahagia ketika mendapat sertifikat kelulusan (sementara STTB belum mereka dapat), dengan segala bayangan di depan mata mereka... Masa depan masih teramat luas membentang di depan kalian, anak-anakku.
Dari 15 orang lulusan sekolah kami (Primary & Secondary), hampir semuanya berencana melanjutkan ke level berikutnya di Al Irsyad juga, sementara sekitar 3 orang di antaranya berencana melanjutkan sekolah ke institusi lain di wilayah Bandung. Seorang anak lainnya ternyata lolos seleksi ke salah satu sekolah berasrama di Malaysia. Selamat berjuang semuanya. Di mana pun kalian menuntut ilmu, semoga kalian upayakan yang terbaik, untuk kalian sendiri, untuk orang tua kalian, untuk bangsa dan agama kalian. Insya Allah. Amiin.

Jumat, 28 Mei 2010

Blog Muridku Lolos ke Final!!!

Kamis pagi, kudengar kabar mendebarkan, mengejutkan, menyenangkan!!! Blog yang dibuat murid-muridku lolos ke babak final lomba mading yang diselenggarakan dalam event festival gedung kayu Karisma ITB tahun ini. Mereka, Aryo, Yassy dan Nurul, murid-muridku di Secondary 3. Ini akan jadi bakti terakhir mereka untuk membela sekolah mereka, SMP Al Irsyad Satya. Setelah ini mereka akan melanjutkan ke SMA, bukan? ;) Aku dan ms. Nova ikut sibuk membantu menyumbang saran dan ide, tapi pengerjaan blog, memilih template, menulis posting dan sebagainya, tentu saja mereka yang berperan. Bukan pekerjaan sulit, kukira. Tahun ini mereka mendapat materi blogging, baik dariku di sesi Art & Culture, juga dari ms. Nova di sesi ICT alias komputer.
Babak final akan berlangsung hari Sabtu ini (29 Mei 2010). Yassy dan Nurul sudah ku-briefing habis-habisan (aku tidak sempat bertemu Aryo). Ide dan pengerjaan karya akan total mereka kerjakan sendiri, tak bisa lagi dibantu selain dengan doa. Bismillah. Selamat berjuang, anak-anakku. Lolosnya kalian ke babak final pun sudah merupakan pencapaian tersendiri. Jadi satu-satunya sekolah swasta Islam yang berlaga di final, aku bangga pada kalian. Fokuslah pada prosesnya, lakukan yang terbaik, dan serahkan hasilnya pada Allah saja. Doa kami bersama kalian. Go, Irsyadian!!!

Kamis, 29 April 2010

Lomba Gambar dan Bercerita

Sebuah proyek gambar bersama kuberikan pada kelas 7 a.k.a. 1 SMP, bertema ilustrasi pelengkap cerita. Kubagi anggota kelas menjadi tiga kelompok, dan masing-masing kelompok akan mengerjakan satu ilustrasi, pelengkap kisah cerita rakyat Malin Kundang yang akan diikutsertakan dalam lomba menggambar dan bercerita yang diselenggarakan oleh Bale Seni Barli yang juga berlokasi di Kota Baru Parahyangan.
Murid-murid, melalui diskusi pendek, menentukan sendiri cerita yang akan mereka wujudkan dalam beberapa sekuens gambar. Mereka sudah cukup punya pertimbangan mengenai pengenalan cerita yang berkait dengan tingkat kesulitan, teknik menggambar, dan kemampuan bekerja sama dalam tim. Mereka bisa membagi tugas (secara teoritis demikian, walaupun pada praktiknya masih ada yang lebih suka dan lebih puas bekerja sendiri atau justru tidak ikut aktif ambil bagian dalam kerja kelompok).
Pada intinya, setiap kelompok menyepakati sebuah tema untuk diwujudkan menjadi gambar tertentu sebagai pelengkap kisah cerita rakyat yang akan dibawakan oleh Rinad, salah seorang dari mereka pada event lomba di akhir pekan lalu (Sabtu-Minggu, 24-25 April 2010).
Kelompok pertama menggambarkan momen perpisahan antara Malin Kundang dan ibundanya. Vania (terutama) dan teman-temannya menyelesaikan gambar dan mengumpulkannya tepat waktu seperti yang diminta. Kualitas gambarnya sangat bagus, buah dari ketekunan dan minat yang besar untuk mewujudkan gambar terbaik. Well done, Vania.
Kelompok kedua menggambar adegan kedatangan Malin Kundang beserta istrinya dengan armada kapal yang mewah, namun dia sendiri sudah berubah menjadi seorang pribadi yang tinggi hati, senang berbangga diri.
Kelompok ketiga menggambarkan situasi pada saat ibunda Malin Kundang ingin menyambut kedatangan putranya namun ditolak dengan kasar oleh Malin Kundang yang malu mengakui wanita tua miskin itu sebagai ibu kandungnya.
Kelompok terakhir menggambarkan adegan dikutuknya Malin Kundang oleh sang ibu. Berbagai versi cerita mengenai ini beredar. Ada kisah yang menggambarkan Malin Kundang berubah menjadi batu saat dia berada di hadapan sang ibu, namun versi yang lain menyebutkan bahwa dia berubah menjadi batu saat dalam pelayaran, dihantam badai dahsyat.
Apapun versi ceritanya, hikmah dari cerita ini adalah agar kita tetap rendah hati, ingat pada asal muasal kita, dan tetap menaruh hormat pada orangtua kita, terutama ibu yang telah begitu berjasa melahirkan dan membesarkan kita. Di sisi lain, sebagai ibu pun, dituntut keikhlasan yang tulus dalam membesarkan putra-putri, agar tidak keluar kata-kata buruk yang diijabah sebagai doa.
Rinad menyampaikan cerita ini dengan sangat baik. Ada pesaing yang terlihat cukup ketat membayanginya, dengan pronunciation yang juga sangat baik, tapi dia hanya membawa satu gambar saja. Sementara Rinad, dengan 4 set gambar yang terlihat cukup menyolok, bahkan dilihat dari kejauhan sekalipun, hm... kurasa itu jadi poin tambahan untuknya. Well... aku sebetulnya berperan cukup banyak menyempurnakan ketiga gambar lainnya (terlihat dari gaya gambar yang sangat mirip bukan, pada gambar ke-2 hingga ke-4). Tapi aku pun puas bisa menyelesaikannya dengan (cukup) baik. Dan ketika hasil akhir diumumkan, aku tidak terlalu terkejut ketika akhirnya Rinad dinobatkan sebagai juara pertama. Dia berhak mendapatkannya.

Selasa, 06 April 2010

Term Baru, Semangat Baru!!!

Term 4, perempat semester terakhir di tahun pelajaran 2009-2010, tanpa bisa ditahan lajunya, datang menghampiri, Senin ini. Siapa saja tak lepas dari terjangan waktu. Dan siapa saja akan merugi bila tak mengambil kesempatan terbaik yang dilewati masa ini. Siapa saja harus bekerja lebih keras untuk menutup tahun pelajaran ini, bekerja lebih cerdas lagi, termasuk aku tentunya. Yuk... manfaatkan potensi yang dianugerahkan kepada diri ini untuk berkarya sekemampuan kita. Semangati diri lagi.
Sebelum long week end ini, hari Kamis lalu, kuisi tangki bahan bakar Katana-ku dengan premium di sebuah SPBU. Aku harus menunggu di antrian panjang sebelum tiba giliranku karena ternyata banyak sekali orang yang memanfaatkan kesempatan ini untuk mengisi penuh tangki kendaraan mereka, terutama kendaraan beroda dua dalam antrian yang mengular. Sabar... Dalam masa menunggu itu membuatku berpikir tentang pekerjaan para petugas SPBU. Kulihat mereka sibuk sekali melayani semua orang. Selesai dengan kendaraan satu, kendaraan lain sudah menunggu, nggak ada berhentinya. Itu sungguh-sungguh kerja keras.
Kadang aku membandingkan dengan pekerjaanku sendiri. Sebagai guru, aku masih punya waktu untuk mengerjakan hal-hal lain di luar kerjaan sekolah, termasuk menulis blog (biasanya aku tulis di rumah, tapi ku-posting di sekolah). Di sela-sela kesibukan mempersiapkan bahan pelajaran, membuat contoh karya untuk ditunjukkan kepada murid, mengajarkannya, merapikan kembali ruang seni setelah dipakai anak-anak berkegiatan (menggunting, mewarnai, memahat dsb), membuat panduan penilaian, plus memeriksa dan menilai hasil karya mereka. Sesekali ikut meeting, sibuk di kepanitiaan atau menyiapkan anak-anak ikut lomba, atau 'hanya' memperhatikan murid-muridku di kelas. Mengisi buku komunikasi setiap hari, melerai yang bertengkar, mengobati luka jika ada yang jatuh. Giliran "istirahat" makan siang, kita "on" terus dong. Memastikan bahwa anak-anak makan dengan benar, kalau perlu sedikit dipaksa untuk mau makan sayur, setidaknya mencoba makan deh, sepotong sayur atau sesendok keciiil aja. Setelah itu dilanjut dengan mengawasi mereka wudhu dan shalat di mushala (walaupun aku... harus kuakui, agak jarang melakukannya gara-gara biasanya aku belum selesai makan. Soalnya aku selalu makan paling akhir, setelah semua anak menghadapi piring dengan menu makan siang mereka. Tapi bagaimanapun, kayaknya aku harus belajar untuk makan lebih cepat!). Kegiatan sore ditutup dengan memandu anak-anak shalat asar bersama, kali ini dilakukan di kelas masing-masing. Biasanya mereka menagih cerita sebelum shalat, yang membuatku harus aktif mencari info dan referensi cerita-cerita berhikmah yang menarik untuk mereka, yang harus kuceritakan dengan cara yang menarik pula. Maaf-maaf... biasanya aku pakai bahasa Indonesia (padahal sekolah kami memiliki kebijakan global, termasuk dalam penggunaan bahasa Internasional di lingkungan sekolah). Maaf, seringkali aku memang membuat permakluman, dengan alasan supaya waktu yang singkat sebelum bubaran sekolah itu termanfaatkan secara efektif, tanpa perlu mengulang dan menterjemahkan, setelah mulutku berbusa-busa bicara dalam bahasa Inggris, eh ujung-ujungnya mereka minta diterjemahkan juga.
Berbicara dalam bahasa Inggris pun perlu upaya keras, kuupayakan semampuku. Walau bagaimanapun, bahasa Inggris bukan bahasa ibu kita, sehingga untuk menggunakannya otakku kadang perlu berpikir dua langkah sebelum bicara. Tapi bagaimanapun, ini harus kuupayakan. Aku kerja keras mencari kata dan kalimat yang tepat untuk kukatakan, dan mereka pun harus bekerja keras untuk memahami dan mengingat apa yang kukatakan. Yuk, kerja keras lagi, dan kerja cerdas, itu yang lebih utama. Kita mulai term 4 ini dengan penuh semangat. Yuk!!!

Sabtu, 09 Januari 2010

Ayo nge-blog!

Mulai bulan Januari di term 3 ini (awal semester 2), aku mengajarkan dan menganjurkan murid-muridku di kelas 3 SMP untuk nge-blog beramai-ramai. Aku sendiri mempunyai beberapa blog yang kukelola dengan cukup baik, dan yang satu ini sengaja kubuat untuk mendokumentasikan jejak mengajarku sebagai seorang guru seni.
Aku mulai 'tertular virus' blogging, sejak tahun 2007, kalau tidak salah. Blog pertamaku, batikmania.blogspot.com, jadi ajang curhat kisah-kisah keseharian. Aku sempat coba di multiply.com, juga bertajuk batikmania, tapi aku merasa sulit me-manage yang satu itu, walaupun rencananya aku khususkan untuk posting-posting bertema lingkungan. batikmania yang lainnya ada di blogdetik.com. Posting-annya lebih banyak dibuat karena ikut serta dalam berbagai lomba menulis blog, dan sempat juga memenangkan beberapa hadiah kecil dari penyelenggara (bukannya tidak mensyukuri atau menghargai, tapi kusebut hadiah kecil karena aku belum pernah mendapat grand prize untuk lomba blog yang diselenggarakan blogdetik. kapan ya...?) Satu batikmania lagi, ada di wordpress.com. Yang ini juga kubuat khusus untuk menuliskan track record-ku sebagai guru seni, tapi semua postingnya kutulis dalam bahasa Inggris. Kali ini, aku buat satu lagi blog serupa dalam bahasa Indonesia.
Setelah merajalela di dunia blog, aku ingin juga 'menularkan' ide nge-blog itu kepada murid-muridku. Sebagai pendahuluan, anak-anak SMP kelas 3 yang "jadi korbannya". Mereka harus membuat posting tertentu yang hasilnya akan kuberi penilaian untuk dimasukkan ke dalam rapor. Untuk langkah awal, ayo kita buat blog baru...!

Origami Balon

Tampak simpel. Aktivitas ekskul kita di hari yang lalu. Pertemuan pertama di tahun ajaran baru setelah libur 2 bulanan. Mengulang aktivitas ...