Target Menulisku Untuk Jadi Juara

Posted on 08.34

Setelah begadang berhari-hari tanpa membuahkan hasil, akhirnya aku mulai menunjukkan kemajuan, menyelesaikan satu bagian cerita untuk melengkapkan target 60 halaman naskah yang akan diikutsertakan dalam sayembara menulis naskah buku pengayaan yang diselenggarakan pusbuk. Berharap naskah bukuku jadi juara dan akan diterbitkan kelak (hoping mode on).
Bongkar-bongkar lagi koleksi lama, menemukan satu cerpen yang bisa diedit sedikiit untuk dimasukkan dalam kompilasi naskah ini. Satu naskah lomba tahun lalu yang nggak lolos di lomba menulis cerpen Bobo. Kuedit sedikit, bisa nambah 4 halaman lagi. Total, baru 44 halaman. Masih 16 halaman lagi dari target. Ayo, Dee, kebut nulis naskah.
Cek dan ricek lagi, mengedit naskah dan melengkapi berbagai persyaratan lainnya, seperti kelengkapan biodata, surat penyataan keaslian naskah, surat keterangan dari sekolah, dan sebagainya dan sebagainya. Pak Wijaya, yang jadi juara di lomba serupa tahun lalu, menuliskan check list untuk para partisipan di blog-nya. Cek maricek lagi yuk, pastikan tak ada syarat yang ketinggalan, dan segera kirimkan berkas naskahku. Ikutkan lomba, dan menangkan!!!

Hasil Akhir si Naga Cina ;)

Posted on 17.24

Di tulisanku sebelumnya, aku bicarakan tentang naga cina (chinese dragon) yang jadi proyek keterampilan di kelasku. 3 pekan mereka menggarapnya, dan pekan ini selesai!!!
Setelah kepala dan ekor naga tersambung ke badannya, naga ini disemprot cat transparan, kepala dan ekor naga ini terlihat shiny. Tambahkan tongkat bambu, dan anak-anak senang bermain dengan si naga Cina buatan mereka sendiri. Ini dia hasilnya.

Tahun Baru Cina di Al Irsyad Satya

Posted on 19.16

Sekolah tempatku mengajar, Al Irsyad Satya, bukan sekolah Cina, tapi kami mengenalkan dan mengajarkan berbagai budaya untuk diketahui oleh murid-murid kami.
Memasuki Februari, saatnya bersiap-siap dengan sebuah event yang dirayakan bersama hingga dijadikan libur nasional, Tahun Baru Cina. 
gambar dari Art Attack
Tahun lalu, aku merancang proyek kerajinan tangan ini untuk murid-muridku di kelas 2. Junior mereka (anak-anak kelas 1 waktu itu) merengek-rengek ingin juga membuat karya serupa. Kukatakan agar mereka bersabar hingga kelas 2. Awal tahun ini mereka sudah menagih-nagih janji itu. Ayo deh, kita buat Naga Liong.
Kuambil pola naga ini dari salah satu edisi buku Art Attack. Kuperbanyak dan kuminta anak-anak untuk menjiplaknya menggunakan kertas karbon ke kertas tebal. Mereka 'terpesona' mendapati apa yang bisa mereka lakukan dengan kertas karbon. Setiap kali kubuka lapisan kertas itu, mereka berseru, "Wow... baguss...!" :)
Fatih mewarnai ekor naga
Setelah menjiplak gambar, mereka harus mewarnainya. Aku minta mereka mewarnai dengan rapi, tanpa meninggalkan satu celah pun warna kertas. Seluruh permukaan kertas harus tertutup dengan warna. 
Hana berjuang menggunting kepala naga
Tahap berikutnya, merupakan 'siksaan' buat mereka, karena mereka harus menggunting kertas karton mengikuti gambar ekor dan kepala naga berliuk-liuk yang sudah mereka warnai. Tangan-tangan kecil mereka berjuang keras menyelesaikannya. Rapi atau tidak, itu hasil karya mereka sendiri. Aku sungguh-sungguh tak ikut campur di sini, hanya memberi komentar penyemangat saja. 
lipatan kertas untuk badan naga
Setelahnya, memberi badan untuk sang naga. Selembar karton spotlight berukuran 8x40cm akanjadi badan naga. Mereka harus melipatnya bolak-nalik, seperti membuat kipas. Sederhananya proses ini, tetap masih ada muridku yang, alish-alih melipat kertas bolak-balik, dia malah menggulung kertasnya.
sang naga yang hampir selesai
Setelah lipatan badan selesai, saatnya merekatkan bagian kepala dan ekor ke badan sang naga. Tahap terakhir adalah menyemprotkan lapisan cat transparan dan memasang tongkat bambu ke badan sang naga, dan Chinese dragon siap dimainkan.