Friendship Bracelet

Posted on 19.49

Beberapa waktu lalu, aku kembali diminta mengisi sesi keputrian oleh anak-anak Secondary. Sesi keterampilan lagi, dan aku menyanggupi. Requestnya, mereka minta diajarkan cara membuat gelang. Hmm... gelang seperti apa ya yang cukup sederhana untuk dibuat dalam waktu kurang dari satu jam, tidak perlu banyak bahan untuk membuatnya (berarti bukan sekedar meronce manik-manik yaa), tapi cukup menarik untuk mereka. 
Browsing-lah sedikit, dan kutemukan banyak sumber di dunia maya tentang friendship bracelet ini. Siap-siap deh untuk mengajarkan pembuatan gelang ini. Aku sendiri mencoba membuatnya beberapa kali. Tidak susah, sebetulnya, karena prinsipnya adalah pengulangan simpul mati berkali-kali. Yang akrab dengan tali temali, tentu tak akan menemui kesulitan. 
Ketika sesi keputrian tiba, mengajari sekumpulan anak gadis ternyata memang tak semudah yang kupikir. Untuk mengurai benang saja, mereka minta bantuan berkali-kali. Kapan selesainya nih sesi bikin gelang ini, jika 10 menit pertama saja sudah dihabiskan hanya untuk mengurusi benang kusut?
Untuk menjalin gelang ini, aku sebetulnya hanya perlu waktu sekitar 30 menit untuk menyelesaikan satu untainya. Tapi mengajari anak-anak ini, wow... kelihatannya aku perlu sesi private satu persatu. Semua anak minta dipandul Pusinglah aku berjalan ke sana ke mari. Di akhir sesi, hanya 4-5 anak yang cukup sukses menjalin gelang ini hingga belasan simpul, tapi mereka tetap harus melanjutkan di luar sesi karena waktu yang terbatas. Mereka harus segera shalat dzuhur dan melanjutkan belajar di kelas lagi. Sementar itu, satu gelang ungu kuberikan pada Ms. Firda, sebagai tanda pertemanan dengan guru English di Secondary itu.
Aku jadi ingin gelang lain, sebuah gelang persahabatan, gelang impian. Apakah Hayano Handmade bisa mewujudkan keinginan itu? Ketika Hayano Handmade menggandeng .lell. untuk menggelar event giveaway, ahh... aku jadi ingin salah satunya, Gelang dengan liontin menara Eiffel akan jadi afirmasi positif untuk mentargetkan mengunjunginya suatu saat kelak. Sedangkan gelang dengan gantungan lambang damai itu akan selalu jadi pengingat untuk jadi agen perdamaian. Yang mana aja deh, aku siap menerima salah satunya ;)

Lagu Anak Muslim

Posted on 10.50

http://www.packetofthree.com/songbook-2/
Beberapa waktu lalu, di kegiatan LDKS sekolah level SMP, rasa nasionalismeku terusik. Ms. Yetti sebagai pengampu sesi tersebut memang sengaja memutar beberapa lagu populer dan beberapa lagu nasional sebagai pembanding. Anak-anak berebut menjawab ketika lagu populer Indonesia dan dunia diputar. Dalam detik-detik pertama, bahkan musik pembukanya, mereka sudah begitu percaya diri untuk menjawab lagu-lagu itu, dan betul semua! Sedangkan ketika lagu nasional yang diperdengarkan, perlu waktu lama sebelum mereka berani menjawab, dan itu pun tak seluruhnya benar. Prihatin juga ya. Apa kabar dengan rasa nasionalisme kita?
Kejadian lain terjadi beberapa hari yang lalu. Saat itu dua dari 20 muridku di kelas satu sedang asyik menggambar. Ketika kusapa, salah satu di antaranya mengatakan bahwa yang digambarnya adalah Katy Perry. Hmm... Seru lho. Lagunya asyik, Roar gitu, lanjutnya lagi. Lalu mereka asyik bersenandung lagu terbaru dari penyanyi cantik itu. Roarr...!
Prihatin juga sih dengan kondisi lagu anak-anak saat ini. Maka dari itu aku coba meng-counter dengan mengenalkan kembali lagu-lagu lama karya komposer yang mengerti dan peduli pada dunia anak. Tapi yang satu ini sih lagu yang kupikir relatif baru. Satu lagu karya anak-anak Bimbo. Tempo hari, rasanya aku pernah punya kasetnya, tapi sekarang entah di mana. Kucari-cari sumbernya di jagat maya, tak kunjung ketemu, ya akhirnya aku bikin sendiri aja video sederhana tentang lagu ini lalu kuunggah di YouTube.

Lagu ini kuajarkan di kelas 2. Pekan kedua di bulan November ini mereka akan dites, menyanyi satu demi satu di depan kelas. Ketepatan menangkap dan menproduksi kembali nada yang dicontohkan, kelengkapan mengingat lirik lagu, dan ekspresi saat menyanyikannya akan jadi poin penilaian utama. Aku sendiri, sibuk juga mengiringi mereka menyanyi dengan gitar kesayanganku. Maaf maaf, nggak sempat mendokumentasikan sesi menyanyi ini melalui video. Mungkin di kesempatan lain ya. Untuk saat ini, selamat menikmati lagu ini. :) 

Siapkan Tanggalan Untuk Tahun Depan

Posted on 23.18

Alhamdulillah, sudah bulan November aja nih. Tinggal menghitung hari ke tahun baru Masehi. Waktu betul-betul melesat cepat. Sementara itu, aku rasanya belum banyak 'menorehkan sejarah' di tahun 2013 ini, sedangkan sebentar lagi tahun sudah berganti. 
Psst, masih ada waktu untuk menggores tinta emas di tahun ini. Berpikir optimis saja yuk, bahwa masih tersisa lebih dari sebulan di tahun ini untuk selalu melakukan yang terbaik untuk mendapatkan hasil yang terbaik juga. Tandai hari-hari pada tanggalan untuk memastikan tanggal-tanggal istimewa tak terlewat. fyi, di bulan November dan Desember nanti, ada lebih dari 6 orang teman dan kerabat yang berulang tahun (termasuk aku. ;)). Sedangkan di bulan Januari yang sudah menanti, berentet juga jadwal event ilang tahun dari kawan dan murid-muridku. Jadi merasa perlu segera punya kalender tahun depan.
Hmm... berharap GoodThinks mau ngasih satu kalender buatku, mumpung lagi ngadain event GiveAway kan ya...? Menarik banget nih hadiahnya. Kalender kain ala Jepang. Biarpun nggak bisa ditulisin, tapi buat reminder tanggal-tanggal penting, tetap bisa dong... Well, kalaupun meleset nggak dapat kalender unyu ini, masih boleh dong ngarep dapat hadiah lain berupa 1 majalah craft edisi summer 2018 yang dilengkapi dengan KIT DIYnya. Waah... ini juga hadiah seru. Aku sih dapat yang mana aja, akan kuterima dengan senang hati. Mariii...!

Sang Juara di Tiap Hariku ~ Kopi Instan & Cappuccino Good Day, Kopi Gaul Paling Enak

Posted on 09.48

Memulai hari dengan secangkir kopi itu, alhamdulillah, nikmat sekali. Kopi yang diseduh dengan tambahan susu, bisa jadi boosting energy untuk aktif sepanjang hari. Satu yang jadi favoritku adalah yang satu ini, kopi instan & cappuccino Good Day, kopi gaul paling enak. Setelah mencicipi semua kopi sachetnya, bolehlah kunobatkan 3 plus 1 produknya sebagai juara. 
Pertama kali mencoba kopi instant Good Day, rasanya sudah bertahun-tahun yang lalu, aku mulai dengan yang original. Dilanjutkan dengan coffeemix, vanilla, coolin' coffee, carebbian nut, moccacino dan chococino. Cappucino dengan coklat granule-nya pun tak lupa untuk kujajal. Chococino dan moccacino punya rasa yang serupa, sehingga sangat sulit bagiku untuk menentukan yang mana yang harus jadi juara. Teksturnya lembut, betul-betul berbaur dengan ingredients lainnya. Aromanya manis dan hangat. Sebagai pecinta yang manis-manis, bisa kurasa bahwa moccacino sedikit lebih manis dibanding chococino. Tapi betul-betul sulit menentukan juaranya antara yang dua itu, maka kunobatkan mereka sebagai juara kembar.  
Biasanya, aku menambahkan susu lagi di kopiku. Niatnya sih sebagai energy booster untuk hari itu. Tapi sedikit berbeda untuk Good Day capuccino. Penambahan susu justru akan mengurangi foam atau busa yang timbul saat diseduh air panas. Dan jika tidak cukup busa di permukaan cangkir, maka bubuhan coklat granule tidak akan terlihat menarik lagi. Dan karena tampilannya yang begitu menggoda, kunobatkan Cappucino coklat granule ini di posisi kedua ;)
Buat nemenin kopi pagi yang enaknya diminum hangat, bikin 2 minutes brownie, boleh juga nih. Resep berbasis kopi lainnya, masih banyak di sini. Sementara itu, ragam manfaat kopi lainnya, dan berbagai manfaat kopi, pokoknya all about coffee, bisa juga dilihat di sini. Wah, pagi makin berseri nih dengan kopi. Have a good day ya, all ;)
Sebagai juara ketiga...pilihanku jatuh pada si segar Kopi Instant 3in1 Good Day Freeze Mocafrio yang praktis, bisa diseduh dengan air dingin. Kadang-kadang aku bawa sebagai persiapan saat haus di tempat kerja, tapi seringkali tak sempat juga menyeduh kopi dingin ini karena kesibukanku sebagai guru kelas satu sekarang ini. Deuh... emang segitu sibuknya ya? :p Kalau dua produk terbaru yang tersedia dalam kemasan botol, kebetulan aku belum coba sih, tapi keduanya, Good Day Tiramisu Bliss dan Good Day Funtastic Mocacinno terlihat menggoda. Aku belum bisa menentukan pilihan, lebih suka yang mana. Yang jelas, harus dicoba dulu, untuk bisa tahu varian mana yang terenak, dari jajaran kopi instan & cappuccino Good Day, kopi gaul paling enak ini. Mungkin akan kucoba dalam waktu dekat ini, untuk menemaniku dalam perjalanan kembali ke rumah, menjaga mata agar tetap terbuka selama berkendara. Tapi sementara ini, mari memulai hari dengan salah satu dari produk ini kopi instan & Good Day, kopi gaul paling enak ini.

Sekolah Lagiiii...!

Posted on 19.24

Besok, Senin, 15 Juli 2013, saatnya kembali ke sekolah. Mari semangat lagi.
Tahun Pelajaran 2013-2014 ini aku 'pegang' kelas 1 lagi, tapi kali ini pindah kelas ke P1 Damascus. Berparter dengan gadis muda yang enerjik, yuk, kita bangun sinergi di sekolah ini dan di kelas kita, P1 Damascus khususnya. Selamat datang ke Sekolah Dasar, murid-muridku. Welcome to P1 Damascus. Let's enjoy the learning process together. To be honest, I -personally- want to learn from all of you. So let's learn from each other, and let's learn together.
Memulai hari pertama sekolah di bulan Ramadan begini, pasti berat. Tapi insyaAllah kita bisa. Semangat ya, semua... \(^ 0 ^)/

Sport & Art Day 2013

Posted on 12.35

Menutup tahun pembelajaran ini. Usai ujian kenaikan kelas atau Semestral Assessment 2 di sekolah kami, disambung dengan masa Checking Answer Script atau ujian susulan bagi yang sebelumnya berhalangan. Hectic juga sih, di dua hari itu. Pertengahan minggu, field trip ke Kidzania sudah dijadwalkan. Seru, dengan berbagai 'insiden'. Tapi cerita tentang itu akan aku tulis di blog posting yang lain ya. Kamis dan Jumat, 13 & 14 Juni 2013, saatnya menjalani event tahunan di sekolah kami, Sport & Art Day.
Hari Kamis diawali dengan Fun Bike & Fun Run, yang dilanjut dengan mendekorasi layangan. Seru-seruan. Ada yang memang sungguh-sungguh mendekorasi, membuat layangannya jadi cantik, tapi tak sedikit yang sekedar membuat lukisan (bukan) abstrak di atas layangan mereka. Tapi serunya sih seru aja. Sesi siang diisi dengan kegiatan menerbangkan layangan. Sayang, cuaca kurang bersahabat. Mendung tak berangin. Anak-anak berlarian tak karuan, tak jarang saling tabrak dalam upaya mereka untuk menerbangkan layang-layang. 
Kite Decorating. Pic: courtesy of Fauziah Hasny.
Hari kedua yaitu Jumat, diisi dengan aktivitas Circuit Games. Anak-anak dibagi dalam 13 kelompok, campuran dari kelas 1 hingga kelas 6. Setiap kelompok akan berjalan menyusuri 13 pos yang sudah disiapkan. Di setiap pos mereka harus melaksanakan tugas atau menjalani kegiatan tertentu. Setiap kali mereka sukses menjalani tugas itu, mereka akan mendapatkan poin. Nanti keseluruhan poin yang mereka dapat akan diakumulasi untuk mendapatkan pemenang circuit games ini.
Setiap pos dirancang untuk melatih atau mengembangkan salah satu potensi anak. Mungkin tidak secara akademis, tapi ada nilai positif yang ingin dikembangkan dari seluruh rangkaian aktivitas ini. Anak-anak bolak-balik bertanya mengenai pelajaran yang nggak dimulai-mulai, atau bahwa betapa menyenangkannya hari itu karena 'tidak ada pelajaran'. Ah... mereka belum menyadari bahwa ada pelajaran lain yang secara tidak disadari telah mereka pelajari dalam rangkaian kegiatan hari itu.
Pada intinya, ini dia pos-pos yang secara beruntun didatangi oleh seluruh kelompok:
Sondah (hop skotch). Ini adalah aktivitas yang sebetulnya sudah biasa dilakukan anak-anak. Mereka cukup familiar dengan salah satu bentuk/skema permainan sondah ini. Dalam kesempatan ini, sebagai salah satu penjaga pos, kukenalkan satu jenis sondah yang lain. Dulu kita menyebutnya sondah payung. Ya... sebut saja begitu. Kubuat skemanya di lantai koridor, dan siap menyambut anak-anak yang berkunjung ke pos satu. Mereka bersemangat untuk mengetahui aturan mainnya dan berusaha mengikutinya. Aku yang ngasih contoh (untuk 13 kelompok, gitu, dan tak jarang aku mesti ngasih contoh lebih dari sekali lompat-lompat di situ), end up with gemporness at the end of the day :p Peggeeeel, asli.
pics: courtesy of Bintu Qomar
Di pos berikutnya, membuat kincir/baling-baling dari kertas lipat. Jika sukses berputar, tiap anak dapat poin. Jika tidak, hm... silakan dibawa pulang sajalah ;) Ada pula basket dan boling mini, main ketapel, menangkap dan memindahkan belut, memindahkan hulahoop berantai, balap bakiak juga balap karung mini. Yang nggak kalah seru adalah lomba memindahkan matras secara berkelompok. Dibutuhkan kerjasama dan kekompakan dalam rangkaian proses membawa matras dari lapang bawah ke lapang atas ini. Yang serunya lagi, setelah poin selesai dihitung, matras bisa dilempar lagi ke lapang bawah. Seru sekali.
Seluruh rangkaian kegiatan ini, mengandung ragam nilai positif yang ingin kami kembangkan dari murid-murid kami. Melalui kegiatan ini mereka belajar menjalin kerjasama, memupuk sportivitas, meningkatkan daya juang dan kerja keras, belajar tekun dan sabar, serta banyak lagi yang lainnya. Lelah fisik di akhir hari, akan terbayar di kemudian hari ketika potensi positif ini muncul dari murid-murid kami. Semoga berkah, anak-anakku. Semangat selalu!

Twinkle Twinkle Little Stars

Posted on 22.59

Aku menyiapkan program menyanyi untuk anak-anak kelas dua. Mereka punya potensi bagus dalam menyanyi.  Kepekaan nada mereka rata-rata bagus. Kecakapan mereka untuk menyanyikan kembali lagu yang diajarkan, hingga membawakannya dengan gerakan yang sesuai, membuatku bangga melihatnya. Aku yakin, sebetulnya orang tua murid pun akan senang melihat putra/putri mereka tampil dengan percaya diri di atas panggung. Hmm... kapan ya saat yang tepat untuk itu...?
Anyway, lagu yang kuajarkan untuk mereka saat ini, aslinya adalah sebuah lagu anak entah gubahan siapa, juga entah judulnya apa. Sudah googling hingga menelusuri wikipedia, lagu Kerlip Bintang ini (apa betul judulnya begitu? :p) tak juga kutemukan sumbernya. Tapi ya sudahlah, lagu ini lalu kuterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, dengan meminta beberapa guru bahasa Inggris untuk mengedit/mengoreksinya.

Twinkle twinkle little stars, up above the sky
Twinkle twinkle little stars, how pretty you are
Twinkle twinkle little stars, you are everywhere
Twinkle twinkle little stars, like diamonds in the sky

Oh how I want to pick up one of you
So I can put it on my mother's ring
Oh how I want to pick up one of you
So I can put it on my mother's ring

pic: courtesy of www.silvergemstonerings.co.uk
Ketika aku mulai menuliskannya di whiteboard, beberapa anak mulai menyanyikannya dengan nada lagu Twinkle Little Stars yang sudah mereka kenal sebelumnya. Tapi membaca rangkaian kata berikutnya, mereka pun tertegun. Eh??? kok nadanya tak cocok ya dengan jumlah birama pada lagu ini? Tapi tak lama kemudian, segera kucontohkan lagu itu untuk mereka ikuti.
Beberapa anak sangat cepat menghapal lagu ini. Dalam satu pertemuan saja, ada anak yang sudah hapal dan tak perlu lagi melihat teks (padahal aku sendiri beberapa kali mengintip lirik lagunya. Maklum... baru dikarang di hari itu juga :p) Ada yang tahu, apa judul lagu ini beserta pengarangnya? Apakah pak A.T. Machmud penciptanya? Jika ada yang tahu, silakan beri info. Pengarang lagu ini layak untuk diapresiasi. Ini dia lirik lagunya dalam bahasa Indonesia. 
Kerlap-kerlip bintang, di langit tinggi
Kerlap-kerlip bintang, indah sekali
Kerlap-kerlip bintang, di mana-mana
Kerlap-kerlip bintang, bagai permata

Ingin hatiku memetik bintang
Untuk kupasang di cincin ibu
Ingin hatiku memetik bintang
Untuk kupasang di cincin ibu

(Mantan) Muridku

Posted on 17.27

Pengalaman sekian tahun mengajar di Sekolah Dasar membawaku bertemu dengan beragam murid yang imut dan lucu. Tapi itu dulu. Sekarang, mereka-mereka itu, murid-muridku dulu, sudah bertransformasi jadi pemuda-pemudi gagah jelita, yang kiprah dan karyanya pun tak bisa dipandang sebelah mata. Sungguh bangga aku pada mereka.
Ijinkan aku menuliskan beberapa nama mereka, yang sebetulnya aku hanya sempat sebentar saja 'menyentuh' mereka dalam rentang pendidikan mereka. Berterima kasihlah pada ayah-bunda yang telah mendidik dan membimbing mereka sepanjang usia. Tentunya Allah akan mencatat ini sebagai amal shalih, jariah yang tak putus mengalir hingga hari akhir.
Beberapa waktu yang lalu, aku bertemu Naufal, muridku yang dulu 'kupegang' saat dia menjalani masa kelas 4-nya. Dulu dia cengeng, nangisan. Dikit-dikit nangis. Kalah main ucing sumput aja nangis. Dia sendiri nggak habis pikir, kenapa dia bisa (pernah) secengeng itu :p Kali ini aku bertemu dia di event Science Night yang dilaksanakan di sekolah, dengan mengundang Naufal dan teman-temannya sebagai pengisi acara. Dia jadi salah satu pemandu kegiatan yang mumpuni. Sementara itu, adiknya pun sempat lolos seleksi ke luar negeri untuk mengikuti semacam program pertukaran pemuda atau seminar internasional. Seru, pastinya.
Seorang (mantan) muridku yang lain adalah Vivien. Sejak dulu, dia memang sudah punya karakter tegas, cerdas, dan sekarang berani terjun ke pedalaman untuk menjadi pengajar muda dalam program Indonesia Mengajar. Salut! Program yang digagas Anies Baswedan ini menuntut keberanian para pengajar muda untuk mengajar di pelosok Indonesia selama setahun, dengan resource yang begitu terbatas. Dulu, mana pernah kebayang 'anak kota' yang cenderung dimanjakan fasilitas itu akan jadi seperti sekarang ini. Sebelumnya, dia pun sukses merebut satu tempat untuk terbang ke Amerika sebagai peserta pertukaran pelajar melalui program AFS, juga mewakili ITB dalam kancah internasional lainnya. Dia aktif juga di berbagai kegiatan kemasyarakatan.
Eka. Seangkatan Vivien. Seorang Geolog yang 'berani' keluar dari zona nyaman dan menjajal kemampuan untuk berpartisipasi jadi pengajar sehari dalam program Kelas Inspirasi yang juga digagas Anies Baswedan. Kerjaan yang nggak ringan juga tuh. Menantang. Dan dia berani terima tantangan itu.
Ada juga Iqbal, Safir, Uphie, atau Chika. Semuanya masih dari angkatan yang sama. Dan semua malang melintang berkiprah di sana-sini, di belahan bumi yang lain, meninggalkan jejak positif dalam sejarah hidup mereka. Semoga bermanfaat. Sungguh, sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya untuk orang lain. 
Masih banyak lagi deretan anak-anak luar biasa, yang dulu dipandang sebelah mata bahkan oleh teman-temannya sendiri, tapi mereka berhasil mematahkan stigma itu, maju terus, berusaha, berkarya, dan berhasil membuktikan diri bahwa mereka bisa. Anak-anak itu, yang kini banyak kuliah di perguruan tinggi negeri ternama atau bahkan luar negeri, dengan ataupun tanpa beasiswa, kudengar mereka aktif di himpunan mahasiswa bahkan memegang tampuk pimpinan di lembaga kemahasiswaan, ah... sungguh aku bangga pada mereka.
Dan yang termuda, Kayla. Masih SMP kelas 1, dia. Ketika tempo hari kejadian banjir Jakarta, dia dan mamanya berinisiatif untuk menggalang dana untuk menyumbang nasi bungkus untuk korban banjir di sana. Rangkaian telefon atau pesan singkat dia kirimkan untuk mengetuk hati siapapun yang pernah bersentuhan dengan hidupnya, hingga ikut merogoh kocek untuk menyumbang. Semoga makin banyak juga kiprah positifnya di masa depan, yang juga diikuti oleh yang lainnya.
Dan ketika kulihat anak-anak di kelasku, di sekolah saat ini, kuyakin mereka pun menyimpan potensi yang tak kalah besar. Tak sabar rasanya menanti masa mereka bertumbuh dan berkembang dengan indah, jadi salah satu bunga bangsa yang luar biasa. Insya Allah. Aamiin.

Tim Security Sekolah Kami

Posted on 10.17

Tim Security sekolah kami sigap sekali. Terdiri dari (saat ini) belasan anggota G4S yang ramah tapi selalu siaga. Dikomandani oleh seorang yang matang pengalaman, Pak Iwan namanya. Beliau ini komandan tim Security di sekolah kami. Kepiawaiannya tidak hanya soal pengamanan lingkungan sekolah, tapi juga berbagai hal lainnya.
Bela diri? Beliau pasti bisa-lah. Urusan seni rupa, beliau pun mahir. Beberapa signage di lingkungan sekolah, beliau yang buat. Tanda ini dibuat dengan memanfaatkan tutup kaleng cat yang ditulisi sendiri oleh beliau. Terkadang, di waktu senggangnya pak Iwan yang ramah ini juga meraut potongan batang sapu yang patah untuk dibuat jadi miniatur binatang-binatang kecil. Karakter seperti Badak, Jerapah dan Dinosaurus pernah menjadi modelnya. Anak-anak suka dan minta. Ikhlas saja diberikannya. Hmm... bisa dipertimbangkan nih untuk inval guru kesenian ;)
Kepiawaian beliau dalam berkomunikasi pun sangat baik. Beliau tahu kapan harus tegas, baik kepada tamu maupun kepada orang tua murid maupun penjemput lainnya. Beliau hapal satu persatu. Anak ini siapa ayah dan ibunya, kakak atau adiknya, nanny atau sopir penjemputnya, apa mobilnya, di mana rumahnya. Aiih, sungguh luar biasa ya. Dan beliau pun menuntut hal serupa untuk anggota tim lainnya. 
Sementara itu, beliau pun tak segan untuk terus belajar. Kelas Bahasa Inggris untuk Security tak pernah absen diikutinya setiap Jumat malam. Bersama sebagian anggota Tim Security lainnya, beliau selalu bersemangat mengikuti setiap sesinya.
Anggota Security lainnya pun tak kalah hebat, hanya 'kalah' soal pengalaman saja. 
Sebagian anggota tim Security shift pagi dan malam bersama sang komandan.
Ada pak Angga yang jago karate dan pecinta kucing. Mendadak mellow dia kalau ketemu kucing imut. Satu lagi yang mendadak mellow adalah pak Anton. Yang biasa tegas ketika bertemu tamu mencurigakan, tapi langsung lumer ketika harus membujuk anak untuk pulang setelah dijemput orang tuanya. Ada pula pak Ari yang tegas tapi lembut tutur katanya. Selalu siap kapan saja. Sigap sekali.
Ada pula pak Sofyan yang tak kalah sigap. Siapa pun bisa ditaklukkannya. Menghadapi tamu, beliau bisa ramah. Dan saat Idul Qurban tiba, beliau pun sangat piawai menangani para kambing. Ikut ngangon. (Waduh... maaf, bukan menyamakan antara tamu dan... domba) ;)
Masih ada lagi pak Wawan yang nyaris tak pernah lepas dari senyuman. Bahkan saat bilang 'Siap!' sekalipun :p Ada juga pak Wahyu yang relatif baru bergabung dengan G4S, dengan 4 anggota baru lainnya yang disiagakan saat gedung baru SMA diresmikan, yaitu pak Ferdian, pak Andi, pak Yandi, dan pak Jajang. Selamat bertugas, bapak-bapak semuanya. 

Musim Banjir

Posted on 10.53

Beberapa kali di musim penghujan ini, aku datang sangat terlambat ke sekolah. Penyebabnya: terjebak antrian panjang -bahkan bisa dikatakan macet total- di seputar Bandung Selatan. Bale Endah kebanjiran! Rumahku di sekitar Bale Endah, sebetulnya aman-aman saja, bebas banjir. Tapi rute yang biasa kulalui jadi jalur alternatif arus lalu lintas yang berasal dari 'jalur sebelah'. Maka padat luar biasa-lah jalur Bojong Soang karena rute Palasari-Dayeuhkolot tergenang air cukup tinggi. Pengendara jalan saling berebut, saling nggak mau kalah. Yang sabar? Hm... nggak kebagian :(
Ruas jalan Dayeuhkolot-Palasari tergenang air tinggi.
(foto: dok. RepublikaOnline)
Arus lalu lintas berpindah ke sini. Padat sekali. Ngerriii...
(foto: dok. @syairendra via @infobdg)
Untuk membunuh kebosanan, aku menyempatkan membaca buku di belakang kemudi. Bisa banget. Dua buku kutamatkan dalam dua kali kesempatan. Majalah bulanan juga bisa khatam dalam sekali jalan. Harus selalu siapkan snack dan bekal minum nih untuk bekal di perjalanan, soalnya sekali jalan bisa makan waktu 3-4 jam!!! Banyak orang saling berebutan jalan
Di suatu hari Rabu, tak kuasa sampai ke sekolah pada waktunya, aku minta rekanku untuk menggantikan. Alhamdulillah, bisa. Dan sampai sekolah, anak-anak ramai berkomentar, "Miss, kebanjiran ya?" Heu... Maaf ya anak-anak, Ms. Diah tak bisa hadir di kelas kalian.
Jadi ingat masa lalu, ketika aku masih duduk di bangku sekolah dasar. Sekolahku, sebuah sekolah negeri di kampung Dayeuhkolot, terletak nyaris di tepi sungai Citarum. Di setiap musim hujan (baca: musim banjir), kami datang ke sekolah hanya untuk membaca pengumuman bahwa sekolah diliburkan karena banjir. Ya, sekolah kami sudah langganan digenangi 'bajigur' limpahan dari sungai Citarum. Kalau sudah demikian, kami pulang untuk ganti baju, lalu kembali ke sekolah untuk main air. Jadi anak-anak sih senang aja, nggak belajar malah bisa seru-seruan main air bareng temen. 
Keriaan anak saat bermain di halaman sekolah. Libur ekstra akibat banjir.
(foto: dok. inilah.com)
Setelah air surut pun, kami masih belum bisa belajar karena sibuk kerja bakti membersihkan lumpur dan jejak banjir di sekolah. Nggak kebayang deh kalau jadi guru di masa itu. Apa kabar dengan target kurikulum yang mesti dikejar? Beberapa hari libur dadakan begitu kan tidak ada rencananya dalam kalender akademik. Ah... perjuangan guru-guruku di masa itu, sungguh luar biasa. Angkat topi untuk guru-guruku, bu Ida (kelas 1 dan 3), bu Engkom (kelas 2), bu Haryati (kelas 4), dan pak Ero (kelas 5 dan 6)serta bu Euis (pengajar PAI). Semoga barakah dan kasih sayang Allah selalu tercurah untuk Anda semua.

Irsyad Bike Day

Posted on 23.59

Sabtu pagi, jadwal Sabtu on yang berarti jadwal kami untuk tetap hadir ke sekolah walaupun anak-anak tidak masuk sekolah. Tapi kali ini, beberapa anak ikut hadir di sekolah, selain anak-anak kelas 6 yang sudah mulai dengan program pengayaannya, ada pula anak-anak kelas 3-5 yang berdandan sporty, siap untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan Irsyad Bike Day bulan ini.
Awalnya aku cuma merencanakan untuk mengambil beberapa foto dari partisipan Irsyad Bike Day kali ini, tapi ternyata akhirnya ikut juga. Berawal dari menumpang motor ms. Reni untuk jadi 'tim penyapu', motret-motret peserta dan menyemangati anak-anak untuk terus semangat nggowes. Salah seorang guru ternyata menyadari bahwa event ini ternyata menguras energi juga. Maka janjianlah kita untuk bertukar peran. Separuh jalan, kami bertukar tempat. Aku naik di sadel sepeda, dan dia pindah ke boncengan ms. Reni. Dan melajulah aku di atas sepeda pinjaman.
Nggak seperti yang dibayangkan, ternyata. Posisi sadel masih terlalu tinggi walaupun sudah direndahkan sampai pol. Aku mesti berjinjit jika perlu menjejak tanah. Posisi badan yang mesti agak membungkuk, bikin kurang nyaman juga saat bersepeda. Padahal yang kupakai ini sepeda bagus lho, yang dilengkapi dengan setelan gigi segala. Sepedaku dulu, yang cuma sekedar sepeda sederhana untuk pemakaian dalam kota, jauh lebih nyaman dibandingkan sepeda pinjaman kali ini. Jadi ngeri. Takut jatuh dan bikin cacat sepeda orang :p Ah, tapi akhirnya dijalani sajalah event Irsyad Bike Day kali ini. 
Briefing before biking
Sebagian partisipan Irsyad Bike Day kali ini.
Kami berkendara dari sekolah, melaju hingga depan Bale Seni Barli, lalu berputar di roundabout dekat sana. Melaju terus menuju cluster Jingganagara, lalu beristirahat sejenak di tamannya untuk mendengarkan penjelasan kak Radithya -salah satu atlet sepeda dari Irsyad- tentang safe cycling. Seru juga ternyata, mengetahui ini-itu tentang bersepeda yang aman dan nyaman. Mulai helm, sarung tangan, kacamata (gaya), pakaian yang nyaman dipakai, sepatu berkunci yang kompatibel dengan sadel sepeda, hingga speedometer imut yang bisa di-attach di sepeda kita. Jangan lupakan sun block dan botol minum. Sharing santai ini berlangsung dalam suasana santai. Sarat manfaat dan sangat bisa diaplikasikan dalam event IBD berikutnya. Terima kasih ya, kak Adit.
Sharing session di Taman cluster Jingganagara.
Safe cycling equipment, ki-ka: sarung tangan, helm, speedometer pink, pengatur shock breaker, hingga oli sepeda yang tersembunyi di dekat handle.
Radithya Fajri a.k.a. kak Adit sang atlet sepeda.
Setelah sesi tanya-jawab, kami pun siap-siap kembali ke sekolah. Aku masih mengendarai sepeda pinjaman hingga sekolah. Lumayan berkeringat, pegal (karena tidak biasa), tapi senang. Siap-siap ikutan Irsyad Bike Day lagi ah di bulan depan. Insya Allah.