Tampilkan postingan dengan label makan siang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label makan siang. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Desember 2012

Belum Lima Menit!

Kelamaan...! Tapi itu yang biasa diucapkan banyak orang saat makanan mereka jatuh ke lantai. Sayang untuk dibuang begitu saja. Dengan alasan 'belum lima menit', atau mungkin belum lima detik, atau bahkan ada yang sedikit strict dengan aturan belum tiga detik. Tapi bahkan tiga detik pun sudah terlalu lama. Begitu menurut studi yang dilakukan di University of Arizona. Faktanya, 50% pria mempercayai bahwa makanan yang jatuh ke lantai, masih aman dimakan selama belum menempel selama 5 detik, bahkan perempuan yang mempercayai hal ini mencapai angka 70%.
Faktanya, bakteri bisa ada di mana saja, dan kita boleh takjub bahwa kecepatan mereka untuk menempel di makanan yang jatuh ke permukaan lantai atau bahkan meja makan sekalipun, ternyata cepat sekali. Dan saat kuman itu masuk ke tubuh kita bersama makanan, kita perlu waspada. Untuk aku yang anak kampung, makan makanan 'kotor' bukan masalah besar. Lambung dan ususku cukup kebal bahkan mungkin 'bersahabat' dengan beberapa kuman. Tapi untuk murid-muridku yang rata-rata 'anak kota', yang terbiasa dengan pola hidup (teramat) higienis, kuman bisa jadi adalah salah satu musuh besar mereka. Salah makan sedikit bisa berakibat masuk rumah sakit. Hmm... apakah aku berlebihan? Rasanya tidak. Cukup sering isi kelas tak lengkap karena ada saja anak yang sakit.
Sudah jadi salah satu tugas dan tanggung jawab guru untuk ikut memperhatikan menu dan pola makan murid-muridnya. Boleh dibilang, aku termasuk 'polisi' di sekolah. Selalu kuingatkan anak-anak untuk menghabiskan makanan yang sudah mereka ambil sendiri ke piring mereka, juga (minimal) mencicipi sayur yang dihidangkan. Sampai beberapa murid kelas atas mengingatku sebagai miss Veggie karena setiap ketemu mereka saat makan siang, kerjaanku cuma mengingatkan mereka untuk makan sayur belaka :p 
Nah, kalau mereka tidak suka dengan makanannya, mulai deh aksi membuang sedikit-dua dikit makanan ke meja makan atau bahkan menjatuhkannya ke lantai. Ya itu dia yang jadi alasan untuk membuang-buang makanan. Aku nggak suka deh kalau lihat meja dan lantai kotor berantakan. Mengundang kuman dan lalat ke sekitar. Susahnya, kalau anak diingatkan untuk membersihkan, mereka suka beralasan bahwa itu bukanlah sampah yang dihasilkan olehnya (padahal kalau bantu membersihkan, itu jadi ladang pahala buat mereka kan, selain menciptakan lingkungan bersih yang keuntungannya buat mereka juga). Tapi terkadang, komentar mereka bikin aku meradang juga, karena katanya, "Aku nggak mau mberesin. Biar OB (Office Boy) ajalah yang mberesin. Mereka kerja untuk itu kan?" Masya Allah... jika kebersihan sebagian dari iman, apa cuma staf OB aja yang beriman?

Jumat, 29 Oktober 2010

A Little Force Will Do ;)

Saatnya makan siang. Ada-ada saja alasan murid-muridku untuk tidak menghabiskan nasi dan lauk-pauk yang terhidang di meja makan. Padahal mereka tinggal makan saja. Tidak perlu menanam ataupun memasak apa pun. Tinggal ambil ke piring mereka, lalu suapkan ke mulut, kunyah dan telan. Semudah itu urusannya.
Sayangnya, murid-muridku ini rata-rata... maaf-maaf... anak-anak manja, yang biasanya banyak kemauan mereka dituruti. Yang banyak merajuk dan diajuk. 
Menangani 12 muridku di kelas 2, kugunakan "kekerasan" saat makan siang, dipadu dengan bujukan dan rayuan ;) Yang kumaksud dengan kekerasan di sini adalah sedikit paksaan untuk menambahkan sayur ke piring mereka lalu menghabiskan makanan yang tersedia. Perjuangan membujuk mereka kadang berujung manis kok ;) 
Biasanya kumulai dengan sedikit bujukan untuk mencoba sayur yang tersedia. Kalau itu tidak mempan, aku tambah dengan pelototan yang biasanya diakhiri dengan kemenanganku (yeay...!!!), untuk menambahkan satu-dua potong sayur ke piring mereka. Minimal, ada sayur yang mereka makan pada hari itu (siapa tahu kalau di rumah mereka justru sukses untuk 'kabur' dari kewajiban makan sayur :p). Pada beberapa kesempatan, mereka malah minta tambah lho. Double winning for me ;) Yeay...! Really, sometimes what they need is just a little force ;)
By the way, check this blog out. Ini cerita tentang kewajiban kita, orang-orang tua (maksudnya, emak dan bapaknya) untuk membuat anak-anak mau makan sayur. Hayu, baca...!

Rabu, 14 Juli 2010

Aktivitas Sekolah, Mulai Lagi. Semangat!

Mulai Senin tanggal 12 Juli lalu, aku mulai menjalani kembali hari-hari sebagai guru di sekolah dasar bersistem semi-full day. Anak-anak dijadwalkan pulang sekolah pukul 14.40. Ini berarti mereka menjalani 1 kali waktu shalat di sekolah, plus makan siang tentunya.
Sebagai wali kelas kelas 2 SD, aku harus mendampingi anak-anak selama mereka makan, memastikan mereka makan nasi cukup banyak, lengkap dengan sayur dan lauk. Untuk membujuk mereka, makan waktu, tentunya... Di hari pertama, aku sampai tak sempat makan siang! Capek iya, lapar pula. Nelangsa rasanya :( Besok-lusa, kupastikan aku HARUS ikut makan bersama mereka. Kerja tetap, tapi makan siang tak boleh lupa dong. ;) Gurunya harus sehat juga dong, supaya bisa tetap mendampingi mereka dengan penuh semangat, menjalani hari-hari bersekolah ini. Yuk, semangat!!!

Origami Balon

Tampak simpel. Aktivitas ekskul kita di hari yang lalu. Pertemuan pertama di tahun ajaran baru setelah libur 2 bulanan. Mengulang aktivitas ...