Mendampingi Murid-muridku

Posted on 20.08

Salah satu tugas seorang guru adalah mendampingi murid-murid di dalam kelas tentunya. Itu sudah pasti. Tugas lainnya yang tak terjadwal secara rutin adalah tugas mendampingi murid-muridku dalam event lomba. Dua di antaranya, yang kami ikuti belakangan ini, ah... ternyata aku tidak cukup sigap untuk menuliskan 'liputannya'. (Sok sibuk amat sih... :p) Jadi dua event itu kutulis dalam satu posting-an saja ya.

Zara, Alya, dan Fiyya dengan karya mereka.

Yang pertama, lomba karya barang bekas yang diselenggarakan oleh Senat  Mahasiswa Psikologi Universitas Kristen Maranatha. Lomba diselenggarakan di hari Sabtu, 14 Mei lalu. Konsep karya yang kami usung, adalah aplikasi barang bekas untuk pembelajaran. Karya kapal selam untuk pembelajaran IPA itu kami beri nama (Un)sinkable Submarine. Latihan dua kali saja, rupanya tidak cukup untuk membekali anak-anak kelas 4 dan 5 ini untuk mandiri dan gesit mencari solusi untuk permasalahan yang mereka hadapi di arena lomba. Aku strict ikut aturan panitia untuk tidak ikut-ikutan masuk ke arena lomba dan meng-intervensi kerjaan anak-anak. Hasilnya? Bolak-balik mereka memandang padaku dengan tatapan memohon. Hehe... sorry, kids. Bu guru nggak boleh ikut turun tangan untuk ikut bantu menyelesaikan karya kalian (padahal udah gemes banget pengen nambahin ini dan itu di (un)sinkable submarine itu supaya hasilnya lebih optimal). Dan akhirnya, apa pun hasilnya, itu karya mereka. Semoga di kesempatan lain lebih berhasil! 
Rinad in action, dengan sepenuh ekspresi.
Yang kedua adalah kompetisi draw and tell story yang kembali digelar oleh Bale Seni Barli. Kali ini dalam rangka memperingati hari anak Indonesia di bulan Juli nanti -tapi event-nya diajukan di bulan Juni ini. Waktu pelaksanaan lombanya yang sangat mepet dengan jadwal akhir pelaksanaan ujian akhir semester genap ini membuat kita sempat berpikir untuk membatalkan keikutsertaan. Tapi akhirnya Rinad bersedia ikut berpartisipasi di lomba ini, dengan persiapan yang singkat, tapi sangat diupayakan untuk optimal. Hari Sabtu, 12 Juni, tepat sehari setelah ujian akhir selesai dilaksanakan, dia maju untuk ikut berpartisipasi di kompetisi ini.
Kita siapkan gambar. kali ini kuminta guru kesenian di sekolah, mr.Irwan yang suka banget nggambar tokoh kartun untuk ikut menyumbang gambar. Yang mewarnai, kita-kita, 'keroyokan'. Karena keterbatasan waktu, nggak semua gambar diwarnai penuh. Bahkan sampai pagi saat pelaksanaan lomba, aku, Rinad dan ibunya masih uplek ngewarnai gambar-gambar itu, rangkaian gambar yang menceritakan kisah nabi Nuh.
Rinad naik panggung di urutan ke sekian (hm... ke berapa ya? ke-3 atau ke-4 deh kalau nggak salah), dan dia mengisahkan cerita tentang nabi Nuh dengan ekspresi penuh, intonasi yang tertata, artikulasi yang tepat, dan jeda yang juga pas. Dan kupikir, hanya ada satu kompetitor kuat buat dia di lomba kali ini. Terbukti... Dia keluar sebagai juara 1. Alhamdulillah. Aku yang hanya mendampingi, ikut senang dengan keberhasilannya. Congrats, ya, Rinad.

Posted in , ,

0 Response to "Mendampingi Murid-muridku"