Solidaritas Dunia Untuk Jepang

Posted on 05.37

Seorang muridku menulis status facebooknya seperti ini: How can I help the tsunami victims? seriously! Gimana ya?
Salah satu orang tua musrid lainnya yang tergabung di komunitas origami Indonesia sigap menanggapi. Sanggar Origami Indonesia menggalang gerakan membuat 110311 origami burung bangau untuk korban gempa dan tsunami Jepang. Ayo ikut partisipasi!!!
Hari Senin, kebetulan ada jam pelajaran Art & Culture di kelas P2 Iman. Kami langsung membuat karya origami burung bangau ini. Mengajari anak-anak kelas 2 melipat burung bangau ini cukup makan waktu juga. Bolak-balik mereka bertanya bagaimana selanjutnya, bahkan minta dibantu untuk melanjutkan proses lipatan selanjutnya. Akhirnya, hanya 15 buah burung bangau yang dihasilkan dalam sesi pelajaran Art & Culture hari itu.
Hari Rabu, giliran kelasku, P2 Ihsan mendapat jadwal pelajaran Art & Culture. Anak-anak di kelasku rupanya lebih cepat menangkap petunjuk untuk membuat origami burung bangau ini. Ya... memang masih ada saja anak-anak yang bolak-balik minta diajari dan dibantu. Tapi secara umum, mereka sangat bersemangat untuk berpartisipasi dalam gerakan origami bangau  ini. Mereka bahkan minta kertas lagi untuk membuat origami, lagi... dan lagi. Total, anak-anak kelasku membuat 37 origami bangau. Dijumlah lagi dengan karya semua anak lain di sekolah kami, angka ini hampir mencapai angka 200 eh, ternyata nyampe angka 375! Ini bentuk simpati kami untuk korban gempa dan tsunami. Simpati dan sumbangan dalam bentuk lainnya, kami berikan secara individu saja ya. 
Negara Jepang yang sedang berduka saat ini, setelah diguncang gempa besar berkekuatan hampir 9SR, disambung dengan terjangan tsunami dahsyat, berlanjut dengan ancaman bocornya reaktor nuklir di Fukushima yang berpotensi penyebaran radiasi. Sungguh memprihatinkan. Tapi warga Jepang tetap siaga dan tak putus asa. Doa kami, semoga Teman-teman dan saudara kami di Jepang selalu dalam lindungan Tuhan, dan Jepang segera pulih dari tiga bencana yang terjadi dalam waktu bersamaan ini. Nihon ganbare!!!

My Dream Car-Their Dream Car

Posted on 09.46

Tema menggambar dua pekan ini: My Dream Car, mengambil tema yang juga diusung oleh lomba gambar Toyota tahun ini. Kutunjukkan hasil karya para juara di tahun-tahun sebelumnya (termasuk juara utama dari Indonesia yang diundang datang ke Jepang) pada murid-muridku, dan mereka terinspirasi. 
Yang awalnya mereka menggambar objek gambar kecil-kecil, sekarang ini mereka sudah mau membuat objek gambar yang lebih besar. Jika biasanya mereka asal-asalan mewarnai, meninggalkan bidang putih kertas di sana-sini, kali ini mereka mau mewarnai dengan teliti dengan warna penuh. Mereka makin berani dan percaya diri untuk menggambar dan mengaplikasikan warna pada gambar mereka. Beberapa contoh kupublikasikan di sini ya, karya murid-murid kelas dua-ku.
Mobil pendaki gunung-karya Deninta
Mobil pembawa rumah-karya Nadira
Mobil terbang berbunga-karya Hana

Gempa dan Tsunami Dahsyat di Jepang

Posted on 19.16

Jumat sore, kudengar kabar adanya gempa hebat berkekuatan 8,9SR menghantam Jepang. Dengan tsunami lebih tinggi yang diperkirakan berketinggian sekitar 10 meter, bagian utara Jepang luluh lantak. Sendai jadi tempat yang paling parah dihantam bencana itu. Aku langsung mencari-cari kabar tentang beberapa teman yang ada di sana. 
Alhamdulillah, beberapa teman yang kukontak melalui dinding situs jejaring sosial ternyata menyambut dan menanggapi pertanyaan yang kuketikkan di dinding facebook mereka. Rata-rata mengabari bahwa kondisi mereka baik-baik saja. Berhasil mengungsi walaupun aliran listrik sempat mati. Begitu juga dengan satu-dua orang teman maya yang kujumpai di blog mereka. Tanya, seorang blogger teman mayaku bahkan masih juga menulis secara reguler (untungnya listrik dan koneksi internet tidak terputus di tempatnya), dan puluhan komentar masuk di blognya, menyuarakan dukungan dan doa.
pic: courtesy of dw-world---Republika.co.id
Hari Sabtu, hampir seharian aku memantau berita dari televisi dan internet, mencari tahu perkembangan terbaru dari Jepang. Berita yang dilansir suratkabar Republika online menyebutkan bahwa korban jiwa sudah mencapai angka 1000 orang, dan kelihatannya masih akan terus bertambah, mengingat masih banyak korban yang berada di reruntuhan dan puing bangunan yang terkena dampak gempa dan tsunami.
Satu kabar lain yang membuat prihatin dan khawatir, adalah ancaman meledaknya reaktor nuklir di wilayah Fukushima. Salah satu reaktor pendinginnya rusak akibat gempa. Penduduk di radius 10 km dari lokasi sudah dihimbau untuk mengevakuasi diri ke tempat yang lebih jauh untuk menghindari ancaman radiasi nuklir. Berita yang kudapat dari berbagai media -salah satunya detiknews- menyatakan bahwa reaktor nuklir itu telah meledak. Berita terkait itu bisa kudapat dengan mengakses internet. Membuat khawatir, tentunya.
Yang jelas, doaku dan doa kami semua, semoga Jepang segera pulih dari derita bencana besar ini. Semoga teman-teman dan keluarga di sana baik-baik saja, dan dapat berkumpul kembali bersama keluarga dalam kondisi terbaik. Amiin.

Target Menulisku, Tepat Waktu

Posted on 21.52

Akhirnya naskahku selesai di-print. Tepat waktu. Judul yang terpilih untuk cover depan: Idul Fitri di Rumah Kakek. Ditambah dengan dua naskah yang relatif tidak bermuatan sains (Kebanggaan Nita & Sang Pelajar Teladan), total semua naskah jumlahnya 65 halaman. Yess!!! Perjuangan menyelesaikan naskah setebal lebih dari 60 halaman, akhirnya selesai juga. Alhamdulillah.
Bersama pak Deden, kolega yang selalu siap jadi 'kompor', kami membuat salinan naskah dan menjilidnya di Niaga9, orderan cepat. Kuantar pagi dan kuambil sore. Setelah itu, sore/malam itu juga langsung kuantar ke kantor pos besar untuk dikirim ke panitia lomba. Tepat sehari sebelum deadline. Bismillah... Berharap semoga naskahku mencuri perhatian juri hingga penghujung final. Boleh juga tuh kalo berangkat ke final bareng pak Deden, 'rival' yang setia manas-manasi aku untuk menyelesaikan tahp demi tahap berkas tulisan untuk naskah lomba ini. Senang juga ya kalau ada teman yang sudah dikenal berangkat bersama ke sana. ;) Dan jadi salah satu juara dari Al Irsyad? Hmm... tentu akan jadi prestise tersendiri ;)
Ah, tapi sudahlah. Tinggalkan pikiran tentang lomba naskah buku pengayaan ini. Mari konsentrasi lagi dengan deadline lomba menulis lainnya, akhir bulan ini. Lanjutkan! Selain itu, tentu tak lupa dengan kesibukan rutin mengajar murid-muridku.