Tampilkan postingan dengan label prestasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label prestasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Mei 2010

Blog Muridku Lolos ke Final!!!

Kamis pagi, kudengar kabar mendebarkan, mengejutkan, menyenangkan!!! Blog yang dibuat murid-muridku lolos ke babak final lomba mading yang diselenggarakan dalam event festival gedung kayu Karisma ITB tahun ini. Mereka, Aryo, Yassy dan Nurul, murid-muridku di Secondary 3. Ini akan jadi bakti terakhir mereka untuk membela sekolah mereka, SMP Al Irsyad Satya. Setelah ini mereka akan melanjutkan ke SMA, bukan? ;) Aku dan ms. Nova ikut sibuk membantu menyumbang saran dan ide, tapi pengerjaan blog, memilih template, menulis posting dan sebagainya, tentu saja mereka yang berperan. Bukan pekerjaan sulit, kukira. Tahun ini mereka mendapat materi blogging, baik dariku di sesi Art & Culture, juga dari ms. Nova di sesi ICT alias komputer.
Babak final akan berlangsung hari Sabtu ini (29 Mei 2010). Yassy dan Nurul sudah ku-briefing habis-habisan (aku tidak sempat bertemu Aryo). Ide dan pengerjaan karya akan total mereka kerjakan sendiri, tak bisa lagi dibantu selain dengan doa. Bismillah. Selamat berjuang, anak-anakku. Lolosnya kalian ke babak final pun sudah merupakan pencapaian tersendiri. Jadi satu-satunya sekolah swasta Islam yang berlaga di final, aku bangga pada kalian. Fokuslah pada prosesnya, lakukan yang terbaik, dan serahkan hasilnya pada Allah saja. Doa kami bersama kalian. Go, Irsyadian!!!

Kamis, 29 April 2010

Lomba Gambar dan Bercerita

Sebuah proyek gambar bersama kuberikan pada kelas 7 a.k.a. 1 SMP, bertema ilustrasi pelengkap cerita. Kubagi anggota kelas menjadi tiga kelompok, dan masing-masing kelompok akan mengerjakan satu ilustrasi, pelengkap kisah cerita rakyat Malin Kundang yang akan diikutsertakan dalam lomba menggambar dan bercerita yang diselenggarakan oleh Bale Seni Barli yang juga berlokasi di Kota Baru Parahyangan.
Murid-murid, melalui diskusi pendek, menentukan sendiri cerita yang akan mereka wujudkan dalam beberapa sekuens gambar. Mereka sudah cukup punya pertimbangan mengenai pengenalan cerita yang berkait dengan tingkat kesulitan, teknik menggambar, dan kemampuan bekerja sama dalam tim. Mereka bisa membagi tugas (secara teoritis demikian, walaupun pada praktiknya masih ada yang lebih suka dan lebih puas bekerja sendiri atau justru tidak ikut aktif ambil bagian dalam kerja kelompok).
Pada intinya, setiap kelompok menyepakati sebuah tema untuk diwujudkan menjadi gambar tertentu sebagai pelengkap kisah cerita rakyat yang akan dibawakan oleh Rinad, salah seorang dari mereka pada event lomba di akhir pekan lalu (Sabtu-Minggu, 24-25 April 2010).
Kelompok pertama menggambarkan momen perpisahan antara Malin Kundang dan ibundanya. Vania (terutama) dan teman-temannya menyelesaikan gambar dan mengumpulkannya tepat waktu seperti yang diminta. Kualitas gambarnya sangat bagus, buah dari ketekunan dan minat yang besar untuk mewujudkan gambar terbaik. Well done, Vania.
Kelompok kedua menggambar adegan kedatangan Malin Kundang beserta istrinya dengan armada kapal yang mewah, namun dia sendiri sudah berubah menjadi seorang pribadi yang tinggi hati, senang berbangga diri.
Kelompok ketiga menggambarkan situasi pada saat ibunda Malin Kundang ingin menyambut kedatangan putranya namun ditolak dengan kasar oleh Malin Kundang yang malu mengakui wanita tua miskin itu sebagai ibu kandungnya.
Kelompok terakhir menggambarkan adegan dikutuknya Malin Kundang oleh sang ibu. Berbagai versi cerita mengenai ini beredar. Ada kisah yang menggambarkan Malin Kundang berubah menjadi batu saat dia berada di hadapan sang ibu, namun versi yang lain menyebutkan bahwa dia berubah menjadi batu saat dalam pelayaran, dihantam badai dahsyat.
Apapun versi ceritanya, hikmah dari cerita ini adalah agar kita tetap rendah hati, ingat pada asal muasal kita, dan tetap menaruh hormat pada orangtua kita, terutama ibu yang telah begitu berjasa melahirkan dan membesarkan kita. Di sisi lain, sebagai ibu pun, dituntut keikhlasan yang tulus dalam membesarkan putra-putri, agar tidak keluar kata-kata buruk yang diijabah sebagai doa.
Rinad menyampaikan cerita ini dengan sangat baik. Ada pesaing yang terlihat cukup ketat membayanginya, dengan pronunciation yang juga sangat baik, tapi dia hanya membawa satu gambar saja. Sementara Rinad, dengan 4 set gambar yang terlihat cukup menyolok, bahkan dilihat dari kejauhan sekalipun, hm... kurasa itu jadi poin tambahan untuknya. Well... aku sebetulnya berperan cukup banyak menyempurnakan ketiga gambar lainnya (terlihat dari gaya gambar yang sangat mirip bukan, pada gambar ke-2 hingga ke-4). Tapi aku pun puas bisa menyelesaikannya dengan (cukup) baik. Dan ketika hasil akhir diumumkan, aku tidak terlalu terkejut ketika akhirnya Rinad dinobatkan sebagai juara pertama. Dia berhak mendapatkannya.

Origami Balon

Tampak simpel. Aktivitas ekskul kita di hari yang lalu. Pertemuan pertama di tahun ajaran baru setelah libur 2 bulanan. Mengulang aktivitas ...