Field Trip ke Tahura Juanda (bagian 1)

Posted on 18.34

Semester pertama ini, jadwal Field Trip Al Irsyad Satya adalah ke kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Juanda, Dago. Hari Selasa, 13 November lalu, kami berangkat dari Kota Baru Parahyangan Padalarang menuju Dago. Terlambat lebih dari satu jam, entah menunggu apa, akhirnya kami pun berangkat. Dari 11 orang yang dikelompokkan bersamaku, hanya 9 orang yang bersedia untuk ikut berpartisipasi, dan salah satunya akan dijemput di kawasan Dago karena memang dia berdomisili di sana. 5 bus berangkat beriringan. Kelompok kami ada di bus 1, bersama 2 kelompok anak-anak kelas 1 lainnya dan 2 kelompok anak-anak kelas 4.
Sepanjang perjalanan, anak-anak tak bisa diajak diam. Selain mulutnya yang tak henti makan (begitu duduk, langsung siap-siap mengeluarkan bekal snack mereka ;)), mereka juga bicara dengan suara riuh, ditambah lagi dengan gerakan mereka yang luar biasa. Berdiri, berputar, melompat, berlarian (maunya) ke depan dan ke belakang bus, berpindah-pindah tempat duduk dengan teman, hingga akrobatik (ya... ya... aku memang sedikit melebih-lebihkan). 
Pendek kata, sampailah kami di Tahura Juanda. Disambut oleh tim Spice yang berseragam kaos hijau, kami pun siap berkegiatan sesuai dengan arahan mereka. Spice ini merupakan vendor penyelenggara paket kegiatan field trip kali ini. 
Setelah seluruh bus tiba dan semua tim berkumpul, perjalanan pun dimulai. Kelompok 1 (kelompok kami) mulai jalan lebih dulu. Yell kami, "Grup satu, siap maju!" Sementara grup 2 "Oke!" dan grup 3 "Ready!". Ini jadi salah satu kiat kami untuk menyatukan perhatian anak-anak agar fokus kembali. 
Tiba di lokasi, baru turun dari bus. "Grup satu, Siap maju!"
Berjalan melintasi hutan pinus. Hmm... udaranya sejuuk.
Mari kita jalan, menuju lokasi pertama untuk pembekalan awal. Kami semua berkumpul di seputar arena panggung untuk mendengarkan sambutan dari Spice dan Tahura Juanda. Ada pak Victor dan romo Ferry di sana. Setelah pembekalan singkat, kami pun mulai jalan kembali. Dengan dibekali LKS untuk dikerjakan, kelompok kami siap menjalani rangkaian kegiatan dan melaksanakan semua tugas. Grup Satu, siap maju! teriak 9 anak di kelompokku dengan bersemangat.
Sambutan selamat datang dari pak Viktor untuk rombongan Al Irsyad Satya
Pos pertama yang kami singgahi adalah pos Recycle. Dipandu oleh tim dari Eureka ITB, kami membuat beragam proyek yang berbeda. Kelompok kami mendapat proyek membuat kincir angin pengangkat beban, sedangkan kelompok sebelah mendapat proyek mobil bertenaga angin (dari balon). Seru lho.
Membuat mobil tenaga angin dari botol bekas air mineral.
Pos selanjutnya adalah cooking session. Sambil menunggu giliran untuk memasak (atau memakan) kue cubit, anak-anak (eh, alhamdulillah, gurunya juga) dapat jatah donat sebagai snack pagi. Ampuun deh, anak-anak bolak-balik ingin pilih sendiri donat favoritnya. Ada yang keukeuh ingin donat coklat meises, ada yang mau donat serupa dengan yang didapat oleh karibnya, atau ada juga yang pasrah dengan donat gula dan selai blueberry atau topping/rasa lain. 
Setelah makan donat, saatnya mencicip kue cubit. Kakak-kakak kelas besar dipandu untuk mencoba memasak sendiri, sedangkan adik-adik kecil kelas satu cukup dengan menonton saja dan boleh mencicip kue cubit satu satu. 
Belajar membuat kue cubit. Kak Vikri terlihat terampil meminyaki cetakan kue cubit.
Setelah mencicip kue cubit, kami berjalan lagi untuk belajar tentang manfaat lubang biopori. Anak-anak kelas besar memperdalam lubang dengan alat khusus (umm... apa ya namanya? Aku lupa :p), sedangkan anak-anak kelas kecil mulai membuat lubang dengan sendok semen. Gantian ya pakainya. Hadeuh... mereka rebutan ingin ikut andil membuat lubang. Seru kan, 'main tanah' :p Kalau nggak dipandu, hasilnya pasti cuma ngacak-ngacak tanah aja. Untungnya, anak-anak di kelompokku kooperatif sekali. Mereka mau dipandu, diarahkan, diberi contoh, belajar sabar dan menggali bergantian. 
Gali lubang biopori. Iih, Faqih kok tiga kali menggali. Aku cuma dua :p
Usai menggali lubang biopori, kami kembali berjalan menyusuri hutan, menuju pos berikutnya, sambil mengamati pohon dan mengambil sampel beberapa daun tertentu. Dari 8 sampel daun yang diminta, dua tak berhasil kami kumpulkan. Tapi kami menemukan pohon yang cantik, dengan kulit pohon berwarna seperti lembayung. Ayo, berfoto dulu...! Sayang, keindahan pohon ini tidak tertangkap sempurna oleh kamera yang kupunya. Makanya, harus datang langsung deh untuk melihat keindahannya dengan mata dan kepala sendiri ;)
Bergaya di depan pohon berkulit lembayung :)
Selesai sesi foto, kami menyusul teman-teman lain di pos pembuatan kompos atau pupuk hijau. Anak-anak menyimak penjelasan petugas sambil sesekali mengamati mesin pencacah daun yang kemudian sengaja dioperasikan oleh bapak petugas. Tak berapa lama kemudian, rintik-rintik hujan mulai mengguyur tanah Dago.
Adam dan Aya lagi apa siiiih? Padahal yang lain sedang asyik menyimak.
Kisah lanjutannya insya Allah ditulis di Field Trip ke Tahura Juanda (bagian 2) ya.

0 Response to "Field Trip ke Tahura Juanda (bagian 1)"