Tampilkan postingan dengan label aktivitas harian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aktivitas harian. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 November 2019

Perjalanan Pulang yang Panjang

Jumat sore. Setelah pagi hari berjuang dengan kehebohan bersama go-car, kupikirkan beberapa alternatif rencana rute kepulangan ke rumah. Padalarang-Buahbatu (Atuh bolehlah ngaku-ngaku Buahbatu, walaupun sebenarnya sudah masuk area Bubat, masuk ke Bojongsoang, itu pun melipir lagi ke jalan Ciganitri)
Opsi 1: Naik bus damri turun di Jl. Asia-Afrika depan hotel Prama Panghegar. Jalan kaki sedikit ke area Lengkong kecil, lalu sambung angkot biru. Pastikan yang rutenya ke arah Buahbatu. Turun sebelum dia putar balik menjalani rute ke arah sebaliknya. Ini hanya beberapa puluh meter sebelum Transmart Buahbatu. Tapi aku tak bisa lanjut dengan naik ojol, karena area rumah termasuk zona merah yang terlarang dimasuki ojol berpenumpang (meni kitu-kitu teuing, padahal mah soal rezeki udah diatur Allah, nggak akan ketuker). Tapi ya sudahlah... berarti amannya sih aku jalan kaki sekitar 600 meter sampai pangkalan ojek di mulut jalan Ciganitri. Setelah itu dilanjut opang sampai ke rumah.
Opsi 2: Naik ojek ke gerbang tol Padalarang. Lanjut dengan bus antarkota jurusan Bandung (biasanya sih MGI yang agak nyaman) menuju terminal Leuwi Panjang. Jalan sedikit untuk naik angkot abu-abu jurusan Ciwastra. Berhenti di mulut jalan Logam, lalu dilanjut dengan opang sampai ke rumah.
Opsi 3: Naik ojek ke stasiun K.A. Padalarang. Naik kereta api ke stasiun Kiara Condong. Dari sana... bisa naik angkot ke jalan Logam lalu lanjut opang, atau order gocar ke rumah. Bukannya sok gaya, tapi aku kan lagi sakit tenggorokan sampai suaraku hilang-hilang. Menghindari angin jalanan yang jahat lah..
Hey hey... ternyata di area fingerprint sebelum pulang, aku bertemu Ms.JC yang biasa bawa mobil ke area Moh.Toha. Humm.. kalau bisa nebeng, boleh juga lah. Dari Toha bisa disambung moda transportasi lain, dan itu sudah relatif dekat ke rumah. Eh tapi... ternyata dia masih mau menunggu seseorang lebih dulu, yang waktunya tak bisa dipastikan. Oh baiklah. Kuucapkan selamat tinggal dengan manis padanya, lalu berjalan menuju halte bus.
Di depan halte bus, aku bertemu dengan Ms. EC yang baruuuu saja melajukan mobilnya keluar parkiran. Biasanya dia keluar tol Toha atau kadang Bubat. Hey, boleh dong aku nebeng? Tapi ternyata, weekend adalah hari buatnya untuk jalan-jalan dulu sebelum pulang. Hmm, baiklah kalau begitu. Gagal nebeng lagi. Kulambaikan tangan pula padanya dengan bonus senyum manis (rasanya sih asli, senyum manis, bukan senyum asem) untuk kemudian kembali ke tujuanku semula, menunggu bus damri di halte.
Sekitar 20 menit aku menunggu, akhirnya damri datang juga. Penumpang tidak terlalu penuh. Aku masih bisa duduk nyaman di dalamnya. Bus melaju cukup pelan, dan aku bisa tiduran. Kalau bawa kendaraan sendiri, ya mana bisa lah. Sesuai rencana di opsi 3, aku ganti kendaraan dengan naik angkot biru, yang ternyata maju-mundur ngetem entah berapa lama. Aku sok santai aja, ikut iramanya dia. Kukombinasikan opsi 1 & 2. Di area Pasar Kordon, aku turun dari angkot biru, naik angkot abu sampai jalan Logam. Nyeberang jalanan ramai untuk menuju pangkalan opang. Lumayan, dapat opang dengan motor yang masih relatif bagus, jadi aku bisa duduk nyaman dan merasa aman di jok belakang.
Mengubah sedikit destinasi tujuan, aku minta berhenti di area food court dekat sebuah minimarket.  Kuingat ada mobil pick-up yang biasa jualan buah-buahan di dekat situ. Aku mau membeli pisang untuk temanku makan obat. Maaf, aku memang susah untuk minum obat, jadi nggak pandai menelan tablet atau kapsul. Dengan pisang, perjalanan obat akan lebih lancar. Selain pisang, aku pun berencana untuk membeli bubur ayam untuk makan malam, supaya lebih bersahabat untuk tenggorokanku. Dari area food court situ, aku tinggal jalan pulang sekitar 300 meter. Sampai rumah, alhamdulillah masih kebagian maghrib. Subhanallah... perjalanan tadi rasanya panjang sekali. Mulai lepas dari area fingerprint jam 4 kurang, dan sampai rumah jelang jam 7. Kalau pakai kendaraan sendiri, pakai macet pun kadang 1 jam sudah bisa sampai rumah. Kalau lancar jaya, bisa kurang dari 40 menit. 
Senyumin aja deh. Jumat kemarin sebagai hari berkah untuk menjalani 'petualangan' baru, yang lain dari rutinitasku, keluar dari zona nyaman kebiasaanku. Sekali-sekali sih oke. Tapi kalau tiap hari, kayaknya bakalan remuk di jalan nih, aku.

Jumat, 29 November 2019

Perjuangan Pergi ke Tempat Kerja.

Biasanya aku berangkat ke tempat kerja dengan mengendarai Silvie, mobil Ayla-ku yang setia menemani sejak 2015 lalu. Terasa sedikit keanehan di hari-hari terakhir ini. Sudah beberapa hari mobil agak susah distater. Kupikir... nanti Sabtu lah ke bengkel, mumpung jadwal off. Eh pagi tadi, mobil nggak bisa distater sama sekali. Agak paniklah memikirkan moda transportasi alternatif untuk ke area Kota Baru dari pelosok Buah Batu ini. Kalau sambung menyambung menjadi satu, bisa-bisa jam 9 aku baru nyampe sekolah. Akhirnya order go-car lah. Driver pertama dengan Avanzanya mengabari bahwa dia masih sekitar masih 20 menit jauhnya dari titik jemput yang kuminta.  Waduh... aku perlu lebih cepat! Kucancel deh orderan pertama lalu reorder. Itu pun sambil riweuh... bolak-balik nyari tombol cancel. Saking nggak pernahnya pake layanan go-car atau go-ride, aku nggak biasa dengan setelan navigasinya. Jarang pake gojek? Lha daerah tempat tinggalku ini memang termasuk 'zona merah', jadi memang susah untuk pakai layanan gojek.
Saldo go-pay-ku kosong. Mau top up dulu kok ya belibet ya, lama. Akhirnya yo wis lah, bayar pakai cash aja biarpun jatuhnya ya jadi lebih mahal. Untung kemarinnya aku baru tarik tunai di ATM, buat jaga-jaga pergi ke dokter gara-gara sakit tenggorokan sampai suara hilang.
Order go-car berikutnya, dapat sopir dengan mobilio, Lokasi dia ternyata cukup dekat sampai titik jemput. Lumayanlah, nggak terlalu lama nunggu. Tapi baru saja aku naik, dia memberi tahu bahwa dia mesti ngisi bensin dulu. Hmm... allright. Pom bensin terdekat nih ada di deket Telkom-U, dengan ambil jalan berputar untuk menghindari titik macet di area Ciganitri. Okeh deh... daripada mogok kehabisan bensin di jalan tol. Ya sudah, pasrah aja. Aku ngikut dia. 
Selepas pom bensin, dia tanya apa aku bawa kartu e-toll. Hhh... ketiga kartu e-toll yang kupunya kutinggal di mobil. Tadi kok nggak kepikir ya buat bawa 1, padahal saldonya masih cukuplah buat bolak-balik keluar-masuk tol. Akhirnya mobil melipir dulu ke indomaret untuk top up kartu e-toll-nya dia. Gagal!! Katanya device-nya nggak ada. Ya sudah... pasrah lagilah, siap-siap melipir lagi di km 125 untuk isi ulang e-toll. Daripada ketahan lebih lama di gerbang tol Padalarang nanti, akibat saldo nggak cukup. 
Masuk tol, kulirik layar info di portal masuk. Saldo di kartunya terbaca 150 saja. 150 rupiah yaa, sodara-sodara. Ya memang mesti banget isi ulang kartu e-money-nya. Maka melipir lagilah kita ke km 125, mencari ATM Mandiri untuk isi ulang. And tell me what, kayaknya dia nggak bawa kartu ATM Mandiri. Oh God... sementara aku pun bukan 'cewek mandiri'. Aku biasa pake flazz bca atau tapcash bni. Dia mampir ke sebuah gerai minimarket, tapi ujung-ujungnya bisa top up di gerai kecil khusus untuk isi ulang kartu e-toll di dekat situ. Alhamdulillah. Kita pun bisa melanjutkan perjalanan. Ke sekolah... sudah nggak berani lihat jam. Sudah pasti telat banyak ini mah. 
Sebagai bonus perjalanan pagi itu, botol minum yang kusimpan di tas ransel ternyata bocor, dan rembesannya pas bangetlah di area 'belakang'. Malu-maluin banget. Anak-anak pulang sekolah sekitar jam 9 karena sedang masa ujian akhir semester. Pas nunggu anak-anak dijemput ortunya, aku pun cuma bisa mepet dinding supaya tidak mengundang perhatian sambil menunggu bajuku kering lagi.
Dan cerita pulangnya pun tak kalah seru. Hari Jumat itu sungguh jadi penanda untuk datangnya weekend sebagai waktu beberes segala urusan, plus istirahaaaat.

Jumat, 21 Desember 2012

Berikan Susu Untuk Muridku

Di sekolah yang menjalankan sistem sekolah sehari penuh seperti sekolahku, anak-anak perlu energi yang cukup untuk berkegiatan sepanjang hari. Untuk itu tentu mereka perlu asupan energi yang cukup. Dalam satu kesempatan bermain switch seat, satu kalimat yang kunyatakan adalah, "Switch seat for students who drinks milk this morning." Ternyata yang berpindah tempat duduk hanya beberapa orang saja. Mengejutkan!
Kukira semua anak di sekolahku minum susu tiap pagi, bahkan mungkin tiap pagi dan malam. Tapi ternyata, banyak dari mereka lebih suka minum air bening saja sebagai pendamping sarapan. Beda ya denganku dulu? Aku makan roti dengan susu untuk sarapan. Dan itu kulakukan hampir tiap hari. Tapi anak-anak sekarang memang tak bisa disamakan dengan jaman kita dulu.
Walaupun begitu, kupikir minum susu di pagi hari baik lho untuk asupan gizi dan energi anak-anak. Kebanyakan susu yang beredar di pasaran mengandung zat gizi yang berguna untuk proses tumbuh-kembang anak. Salah satu yang kuamati adalah produk Milkuat Danone yang satu ini, karena dia mempunyai beberapa keistimewaan. 
Bentuknya Unik
Dengan figur kepala harimau, kemasan botol ini menjadi unik. Untuk beberapa anak, ini jadi daya tarik tersendiri. Sayang, botol ini tidak bertutup, jadi cukup beresiko tumpah saat dikonsumsi anak-anak kecil yang penuh kelebihan energi. Saat mereka minum dan tak langsung dihabiskan, mereka cenderung untuk meninggalkan botol ini di meja tanpa pengawasan. Mereka asyik bermain, berlarian ke sana ke mari. Dan ketika isi botol tumpah membasahi meja atau lantai, hm... ayo deh kita bersihkan sama-sama. 
Untungnya, Milkuat tiger tersedia dalam dua ukuran, yaitu 170  dan 95 ml sehingga orang tua dapat membekali anak dengan ukuran besar atau kecil sesuai keperluan.
Kandungannya Baik
Milkuat tiger mengandung zat gizi yang dibutuhkan anak di masa perkembangan. Produk ini mengandung ekstra kalsium, yang berguna untuk pertumbuhan tulang. Zat besi dan seng yang dikandung produk ini lebih tinggi dibandingkan susu lain yang sejenis. Zat besi dan seng berfungsi untuk membangun koneksi antarsel otak, serta membantu otak untuk mengantarkan informasi genetik kepada sel. Ini berarti membantu koordinasi gerak anak. Selain mineral, tentu saja susu ini juga memiliki kandungan protein, lemak, karbohidrat dan natrium serta vitamin. Lengkap-lah untuk anak di masa pertumbuhannya.  
Rasanya Asyik
Milkuat tiger ini hanya terdiri dari dua varian rasa, yaitu coklat (Chocolicious) dan strawberry (Strawberry Fantasy). Kedua rasa ini merupakan rasa favorit yang digemari anak-anak. Sementara itu, ada yang baru pada varian rasa coklat. Dengan kemasan yang berwarna lebih muda, terkesan lebih ringan dan bersahabat. 

Minggu, 16 Desember 2012

Belum Lima Menit!

Kelamaan...! Tapi itu yang biasa diucapkan banyak orang saat makanan mereka jatuh ke lantai. Sayang untuk dibuang begitu saja. Dengan alasan 'belum lima menit', atau mungkin belum lima detik, atau bahkan ada yang sedikit strict dengan aturan belum tiga detik. Tapi bahkan tiga detik pun sudah terlalu lama. Begitu menurut studi yang dilakukan di University of Arizona. Faktanya, 50% pria mempercayai bahwa makanan yang jatuh ke lantai, masih aman dimakan selama belum menempel selama 5 detik, bahkan perempuan yang mempercayai hal ini mencapai angka 70%.
Faktanya, bakteri bisa ada di mana saja, dan kita boleh takjub bahwa kecepatan mereka untuk menempel di makanan yang jatuh ke permukaan lantai atau bahkan meja makan sekalipun, ternyata cepat sekali. Dan saat kuman itu masuk ke tubuh kita bersama makanan, kita perlu waspada. Untuk aku yang anak kampung, makan makanan 'kotor' bukan masalah besar. Lambung dan ususku cukup kebal bahkan mungkin 'bersahabat' dengan beberapa kuman. Tapi untuk murid-muridku yang rata-rata 'anak kota', yang terbiasa dengan pola hidup (teramat) higienis, kuman bisa jadi adalah salah satu musuh besar mereka. Salah makan sedikit bisa berakibat masuk rumah sakit. Hmm... apakah aku berlebihan? Rasanya tidak. Cukup sering isi kelas tak lengkap karena ada saja anak yang sakit.
Sudah jadi salah satu tugas dan tanggung jawab guru untuk ikut memperhatikan menu dan pola makan murid-muridnya. Boleh dibilang, aku termasuk 'polisi' di sekolah. Selalu kuingatkan anak-anak untuk menghabiskan makanan yang sudah mereka ambil sendiri ke piring mereka, juga (minimal) mencicipi sayur yang dihidangkan. Sampai beberapa murid kelas atas mengingatku sebagai miss Veggie karena setiap ketemu mereka saat makan siang, kerjaanku cuma mengingatkan mereka untuk makan sayur belaka :p 
Nah, kalau mereka tidak suka dengan makanannya, mulai deh aksi membuang sedikit-dua dikit makanan ke meja makan atau bahkan menjatuhkannya ke lantai. Ya itu dia yang jadi alasan untuk membuang-buang makanan. Aku nggak suka deh kalau lihat meja dan lantai kotor berantakan. Mengundang kuman dan lalat ke sekitar. Susahnya, kalau anak diingatkan untuk membersihkan, mereka suka beralasan bahwa itu bukanlah sampah yang dihasilkan olehnya (padahal kalau bantu membersihkan, itu jadi ladang pahala buat mereka kan, selain menciptakan lingkungan bersih yang keuntungannya buat mereka juga). Tapi terkadang, komentar mereka bikin aku meradang juga, karena katanya, "Aku nggak mau mberesin. Biar OB (Office Boy) ajalah yang mberesin. Mereka kerja untuk itu kan?" Masya Allah... jika kebersihan sebagian dari iman, apa cuma staf OB aja yang beriman?

Sabtu, 13 Oktober 2012

Searching, Googling, Teaching

Tahun pelajaran 2012-2013 ini aku kembali ke bidang keahlian dasarku, Seni. Aku diberi tanggung jawab untuk mengajar materi Art & Culture untuk seluruh kelas di level Primary. Back to basic kalau begini caranya. Sungguh aku senang, karena akan bisa fokus di bidang yang kusukai dan kukuasai. Walaupun kadang-kadang ada saja guru-guru mata pelajaran lain yang memanfaatkan media seni untuk mengajar dan mengajak anak belajar. Dunia seni memang universal, bisa dimanfaatkan sepenuhnya oleh siapa saja.
Sekarang kembali lagi kepada aku sebagai guru. Aku tak bisa menggantungkan diri sepenuhnya pada keberadaan buku panduan standar, maka harus rajin-rajin mencari referensi. Untuk resource gambar, dunia maya menyediakan rentang yang sangat luas. Tak hanya aku yang bisa memanfaatkannya. Guru lain dengan korelasi tertentu untuk mata pelajaran mereka pun sangat bisa mendapatkan sumbernya dari aktivitas searching dan googling. 
Untuk aktivitas berkarya dan berkriya pun, dunia maya merupakan sumber yang nyaris tak ada habisnya. Bisa seharian aku mengubek-ubek cyber area itu dan selalu menemukan hal-hal baru yang bisa kumanfaatkan atau jadi inspirasi untuk kubawa ke ruang kelas. Tak jarang, aku perlu juga langkah-langkah pembuatan suatu karya tertentu. Kalau yang ini, memang masih agak sulit menemukannya. Jadi harus rajin-rajin mengulik dan mencari kata kunci yang pas untuk menemukan sumber yang tepat.
Nah, dari aktivitas googling itu, ternyata aku menemukan beberapa blog crafter Indonesia yang luar biasa kreatif. Aku yang memang suka dengan benda-benda kriya yang orisinil, handmade product yang dibuat dengan cinta, menemukan sumber ide yang menarik, bisa diadaptasi ke dalam proyek seni murid-muridku. Selain itu, di satu-dua kesempatan, ada juga kesempatan untuk mendapatkan hadiah gratisan alias giveaway. Senangnya... mendapat inspirasi dan ide kreatif saja sudah menyenangkan. Jika bisa mendapatkan salah satu hadiah giveaway-nya sekalian, wah... kesenangan berlipat ganda tuh. Yang mau ikut serta 'bersaing' untuk mendapatkan hadiahnya, silakan klik link berikut ini. Lengkapi syarat dan ketentuannya, lalu tunggu hasilnya. Sementara itu, aku sih kembali ke kelas saja. Mengajar lagi. Mariii...!

Jumat, 17 Agustus 2012

Selamat Idul Fitri

Waah, lama nggak update blog ini, banyak moment terlewat. Upacara kelulusan, liburan sambil kerja di Pelabuhan Ratu, hari-hari awal masa sekolah, yang dilanjut dengan rangkaian kegiatan Ramadhan. Seluruhnya sungguh luar biasa.
Kali ini, bahas tugas terakhir untuk anak-anak sebelum libur lebaran saja ah. Sebagai guru kesenian (alhamdulillah, tahun ini full jadi guru kesenian lagi, khusus buat level Primary), tugas yang kuberi untuk anak-anak ya nggak jauh-jauh dari bikin karya seni. Dan jelang idul fitri begini, tugasnya tentu sangat bisa ditebak. Membuat kartu ucapan Idul Fitri. Setiap level punya tingkat kesulitan tersendiri. 
Untuk anak-anak kelas satu, ditugaskan untuk menggambar dengan tema masjidku. Hehe... konvensional sekali ya? Untuk kelas dua pun bertema serupa. Untuk kelas tiga pun masih sama, sebetulnya, tapi dengan detil tambahan di bagian dalamnya. Kertas lipat agak-agak pop-up untuk disisipkan di bagian dalam. Kupikir, ini adalah teori lipatan yang sederhana sekali. Hanya dua lipatan silang plus satu lipatan horizontal untuk menulis ucapan. Tapi untuk anak kelas tiga, bahkan kelas lima sekalipun, ini ternyata cukup rumit juga. Jadilah bikin gurunya keringatan. Ampuuun, target tak tercapai kalau gini. Teorinya, urusan lipat melipat ini cuma memerlukan waktu dua menit saja. Tapi ternyata mulurnya jadi 10 kali lipat!!! Serius, aku nggak mengada-ada. Begitu banyak tangan yang minta dibantu, dan akhirnya kartu yang mestinya bisa selesai dalam dua pertemuan saja, mulur jadi tiga pertemuan (3 pekan??? untuk membuat kartu sederhana begini???)
Kartu lebaran karya anak-anak kelas 3
Kartu lebaran untuk anak-anak kelas 4 juga bertema pop up. Tapi kali ini mereka harus membuat gambar yang akan ditempel sedemikian rupa di bagian dalam hingga akan jadi gambar munculan saat kartu dibuka. Rata-rata mereka senang mengerjakannya. Hasilnya? Lumayan jugalah. 
Kartu pop-up karya anak Primary 4
Kelas 5 membuat kartu dengan penyelesaian campuran dua media warna, yaitu crayon dan cat air. Dengan konsep garis crayon tak akan tertembus air, penyelesaian akhirnya dilakukan dengan sapuan cat air. Hasilnya lucu-lucu juga. 
Karya mixmedia Primary 5
Sayangnya, kelas 6 tak berhasil mencapai cita-cita. Kartu mereka tak selesai dieksekusi karena pada hari-H, sekolah kami sedang menyelenggarakan event lomba musik sahur, nasyid, dan lomba rangkai parcel. Kelas 6 nggak kebagian waktu untuk mengerjakan proyek kartu lebaran mereka. Maaf ya anak-anak... :(
Dan yang terakhir, kartu virtual dariku. Karena dibuat bersamaan dengan moment ulang tahun Indonesia, maka kartu ini mengambil tema warna merah-putih. Dari foto lama bunga di halaman rumah, hanya tinggal ditambahi teks. Sederhana saja. Semoga kesederhanaan ini juga berimbas ke kehidupan kita. Tak perlu bermewah-mewah, yang penting berkah. 
Selamat Idul Fitri 1433 H. Semoga Allah berkenan membawa kita meraih fitri di Syawal ini. Amiin.

Minggu, 03 Juni 2012

Karya Murid-murid di Kelasku

Mengajar Kesenian itu asyik-asyik susah. Asyiknya karena memang kegiatannya fun, seru. Anak-anak biasa menunjukkan antusiasme di setiap sesinya. Adik-adik kelas kecil biasanya terkagum-kagum melihat hasil karya kakak kelasnya yang 'spektakuler' -di mata mereka, tentunya-, sementara kakak kelasnya 'berdarah-darah' menyelesaikan proyek yang menantang.
Proyek String Art Fun ini, misalnya. Beberapa anak berjibaku, bersimbah peluh untuk memberikan karya terbaik mereka. Mulai dari mengampelas tripleks yang akan digunakan sebagai alas karya, lalu berlengket-lengket menempel kain felt dengan warna pilihan mereka di atas tripleks itu. Dilanjut dengan membenamkan jarum pentul satu demi satu sesuai dengan pola kapal yang telah kusediakan. Alhamdulillah, tak ada satu pun anak yang terluka di sepanjang proses ini. Tak ada pula yang coba-coba iseng atau bermain-main dengan jarum pentul atau palu yang mereka bawa dari rumah. Anak-anak kelas 5 ini telah cukup bertanggung jawab untuk mengindahkan keselamatan kerja saat berkarya. 
Berlanjut dengan mengikatkan benang sulam di antara paku-paku itu, wah... luar biasa. Berkali-kali kudengar panggilan untukku di sana-sini dari seantero penghuni kelas. Minta dibantu ;) Tapi ada juga yang mandiri dan bekerja cepat sekali. Ada yang request, minta benang khusus. Wow... aku mesti pergi sendiri nih ke King's Textile Center untuk membeli benang model pelangi. Nggak pake mobil sekolah. Bukan di jam kerja, pula. Ya sudahlah, kujabanin juga. Dan hasilnya? Karya benang yang tidak mengecewakan, bukan?
Lain lagi dengan karya anak-anak kelas 1. Aku yang keringatan di sini. Aku mesti memotong-motong plastisin/lilin malam berminyak yang dibelikan sekolah segedambrengan. Padahal aku minta paket-an yang sudah berukuran kecil, berwarna-warni pula. Tapi ya... daripada minta tukar dan perlu waktu lama lagi, akhirnya ya kumanfaatkan juga itu barang yang dibelikan sekolah. Dan anak-anak sibuk negosiasi. "Miss, aku mau yang warna merah." "Miss, aku mau yang warna biru!" dan seterusnya, dan sebagainya. Hadeuh... 
Kubuat mereka keringatan juga akhirnya (bukan balas dendam, lho... :p) Karena bukan lilin berkualitas tinggi yang kami punya, maka anak-anak harus meremas-remasnya dulu beberapa waktu sebelum sukses dibentuk sesuai keinginan. Ternyata, ada juga sih anak-anak yang kesulitan meremas lilin itu. Hasilnya: lilin malam malah jadi bubuk dan berhamburan mengotori meja dan lantai. Naah, ini baru 'pembalasan dendam' anak-anak padaku, karena sesudah itu, dibantu anak-anak pun, aku tetap harus membersihkan 'sisa-sisa perjuangan' mereka. Waktu belajar selama 2 peride (60 menit) tidak cukup untuk mengerjakan karya ini. Aku harus memberi petunjuk pengerjaan karya kepada anak-anak, membimbing beberapa dari mereka yang memerlukan, hingga merapikan kembali pekerjaan mereka, plus mencuci tangan bersih-bersih (dan meminta mereka mencuci tangan pun ternyata perlu waktu yang cukup lama). Tapi bagaimana pun hasilnya karya mereka, mereka tak sabar untuk membawa pulang lebah buatan mereka. Sabar ya nak. Miss Diah harus mencuci tangan juga bersih-bersih sampai tangan kembali kesat tak berminyak sebelum memberi nilai pada karya kalian. Jika sudah selesai, si lebah (yang mestinya lucu ini) boleh kok kalian bawa pulang ;)

Rabu, 29 September 2010

Keputrian

Jumat siang, rutin kami selenggarakan acara keputrian di sekolah. Khusus untuk anak-anak putri, tentunya. Sebetulnya hanya untuk anak-anak kelas 6 dan Secondary, tapi rupanya batas kedewasaan anak-anak-putri sekarang ini, semakin lama semakin muda saja. Tiga orang anak kelas 5 bergabung di acara keputrian karena mereka baru saja akil baligh. Mari kita sambut mereka.
Begitu banyak pertanyaan yang mereka ajukan berkenaan dengan permasalahan haid ini, yang sayangnya, belum sempat mereka bicarakan dengan ibunda mereka. Ada sedikit kesedihan di hatiku, menyayangkan renggangnya hubungan ibu-anak yang terjadi belakangan ini. Di sisi lain, tentu saja kami tak keberatan melayani segala pertanyaan putri-putri kami yang beranjak dewasa ini. Mari, banyak tanya-tanya supaya banyak tahu. Hmm... dengan begitu, kami (guru-guru putri) pun harus banyak-banyak belajar lagi. Semuanya jadi tambah pintar kan? ;)

Selasa, 06 April 2010

Term Baru, Semangat Baru!!!

Term 4, perempat semester terakhir di tahun pelajaran 2009-2010, tanpa bisa ditahan lajunya, datang menghampiri, Senin ini. Siapa saja tak lepas dari terjangan waktu. Dan siapa saja akan merugi bila tak mengambil kesempatan terbaik yang dilewati masa ini. Siapa saja harus bekerja lebih keras untuk menutup tahun pelajaran ini, bekerja lebih cerdas lagi, termasuk aku tentunya. Yuk... manfaatkan potensi yang dianugerahkan kepada diri ini untuk berkarya sekemampuan kita. Semangati diri lagi.
Sebelum long week end ini, hari Kamis lalu, kuisi tangki bahan bakar Katana-ku dengan premium di sebuah SPBU. Aku harus menunggu di antrian panjang sebelum tiba giliranku karena ternyata banyak sekali orang yang memanfaatkan kesempatan ini untuk mengisi penuh tangki kendaraan mereka, terutama kendaraan beroda dua dalam antrian yang mengular. Sabar... Dalam masa menunggu itu membuatku berpikir tentang pekerjaan para petugas SPBU. Kulihat mereka sibuk sekali melayani semua orang. Selesai dengan kendaraan satu, kendaraan lain sudah menunggu, nggak ada berhentinya. Itu sungguh-sungguh kerja keras.
Kadang aku membandingkan dengan pekerjaanku sendiri. Sebagai guru, aku masih punya waktu untuk mengerjakan hal-hal lain di luar kerjaan sekolah, termasuk menulis blog (biasanya aku tulis di rumah, tapi ku-posting di sekolah). Di sela-sela kesibukan mempersiapkan bahan pelajaran, membuat contoh karya untuk ditunjukkan kepada murid, mengajarkannya, merapikan kembali ruang seni setelah dipakai anak-anak berkegiatan (menggunting, mewarnai, memahat dsb), membuat panduan penilaian, plus memeriksa dan menilai hasil karya mereka. Sesekali ikut meeting, sibuk di kepanitiaan atau menyiapkan anak-anak ikut lomba, atau 'hanya' memperhatikan murid-muridku di kelas. Mengisi buku komunikasi setiap hari, melerai yang bertengkar, mengobati luka jika ada yang jatuh. Giliran "istirahat" makan siang, kita "on" terus dong. Memastikan bahwa anak-anak makan dengan benar, kalau perlu sedikit dipaksa untuk mau makan sayur, setidaknya mencoba makan deh, sepotong sayur atau sesendok keciiil aja. Setelah itu dilanjut dengan mengawasi mereka wudhu dan shalat di mushala (walaupun aku... harus kuakui, agak jarang melakukannya gara-gara biasanya aku belum selesai makan. Soalnya aku selalu makan paling akhir, setelah semua anak menghadapi piring dengan menu makan siang mereka. Tapi bagaimanapun, kayaknya aku harus belajar untuk makan lebih cepat!). Kegiatan sore ditutup dengan memandu anak-anak shalat asar bersama, kali ini dilakukan di kelas masing-masing. Biasanya mereka menagih cerita sebelum shalat, yang membuatku harus aktif mencari info dan referensi cerita-cerita berhikmah yang menarik untuk mereka, yang harus kuceritakan dengan cara yang menarik pula. Maaf-maaf... biasanya aku pakai bahasa Indonesia (padahal sekolah kami memiliki kebijakan global, termasuk dalam penggunaan bahasa Internasional di lingkungan sekolah). Maaf, seringkali aku memang membuat permakluman, dengan alasan supaya waktu yang singkat sebelum bubaran sekolah itu termanfaatkan secara efektif, tanpa perlu mengulang dan menterjemahkan, setelah mulutku berbusa-busa bicara dalam bahasa Inggris, eh ujung-ujungnya mereka minta diterjemahkan juga.
Berbicara dalam bahasa Inggris pun perlu upaya keras, kuupayakan semampuku. Walau bagaimanapun, bahasa Inggris bukan bahasa ibu kita, sehingga untuk menggunakannya otakku kadang perlu berpikir dua langkah sebelum bicara. Tapi bagaimanapun, ini harus kuupayakan. Aku kerja keras mencari kata dan kalimat yang tepat untuk kukatakan, dan mereka pun harus bekerja keras untuk memahami dan mengingat apa yang kukatakan. Yuk, kerja keras lagi, dan kerja cerdas, itu yang lebih utama. Kita mulai term 4 ini dengan penuh semangat. Yuk!!!

Origami Balon

Tampak simpel. Aktivitas ekskul kita di hari yang lalu. Pertemuan pertama di tahun ajaran baru setelah libur 2 bulanan. Mengulang aktivitas ...