Tampilkan postingan dengan label murid kelas 2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label murid kelas 2. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Agustus 2011

Belajar Puasa Yuk...!

Pekan pertama di awal tahun pelajaran baru, diisi dengan kegiatan FDoS (First Day of School). Banyak hal mengenai berbagai pembiasaan kegiatan di sekolah, terutama untuk murid-murid kelas 1 yang ku-wali kelas-i (apa sih, bahasanya kok gini? :p). Selain itu aplikasi SoP baru di sekolah kami juga memerlukan konsistensi tak terputus saat mengaplikasikannya. Melelahkan, tapi mesti jadi awal yang baik untuk kami.
Ketika murid-murid baru saja mulai terbiasa dengan irama sekolah yang baru, ternyata irama sekolah harus berubah lagi. Kedatangan Ramadhan yang disambut dengan gembira, terasa agak tergesa datangnya ('masalahnya', panitia kegiatan Ramadhan harus segera merancang kegiatan dan budgeting, lalu mengajukannya kepada manajemen dalam rentang waktu yang sangat terbatas -mengingat kami baru lepas dari kegiatan penyerahan buku rapor akhir tahun, kunjungan internship ke Singapur, dilanjut dengan rangkaian kegiatan FDoS yang padat. Mega-megap, rasanya). Tapi walau bagaimanapun, Ramadhan tetap kita sambut dengan bahagia, kedatangan bulan mulia yang hanya terjadi sekali dalam setahunnya. :)
Murid-muridku di kelas 1 dan 2 kumotivasi agar ikut berpuasa, setidaknya ketika di sekolah, dalam rentang waktu pukul 7.30 hingga pukul 2 siang. OK. Sebagian besar dari mereka setuju. Baik. Mari kita nantikan komitmen mereka.
Hari-hari awal puasa, seorang anak menangis terus. Selidik punya selidik, dia hanya makan cereal dan susu saat sahur (atau sarapan?). Ketika di sekolah tidak ada kesempatan untuk makan, dia resah. Lapar, pastinya. Menangislah jadinya. Akhirnya kuizinkan dia untuk minum, larutan madu yang kubuatkan. Tapi setelah minum segelas pun, dia masih menangis saja. Akhirnya hari itu dia pulang lebih awal. Menyerah...
Sementara di kelas 2, seorang anak minta izin untuk makan siang usai shalat dzuhur. Bunda..., dia anak kelas dua...!!! Belajar puasa yuk. Jangan mau kalah dari anak kelas 1 dong, yang sudah ada beberapa yang tamat puasanya sampai maghrib. Kalau nggak malu sama anak yang lebih muda, ayo deh belajar nabung pahala sejak belia. Bikin Allah suka, dan makin sayang pada kita. Ayo bunda, ajarkan ananda untuk ikut puasa. Bismillah... insya Allah kuat, kok. 

Minggu, 31 Juli 2011

Sambut Ramadhan

Senin, 1 Agustus 2011, bertepatan dengan 1 Ramadhan 1432 Hijriah. Libur hari pertama Ramadhan untuk lingkup sekolah. Karena jadi libur nasional, maka guru-guru juga, bisa ikut libur tentunya. ;) Marhaban yaa Ramadhan...!
Jadwal pelajaran mengalami penyesuaian. Waktu makan siang dipangkas, dan anak-anak bisa pulang lebih cepat. Yuk... belajar shaum yuk...! Sudah kusampaikan kepada murid-muridku di kelas 1 dan 2 untuk belajar berpuasa. Setidaknya selama di sekolah, nggak makan ya...! Kalau selepas itu, di mobil jemputan atau di rumah, mau makan, hm... itu sudah jadi tanggung jawab mama dan papa ya. Tapi sebetulnya, bayangkan beberapa tahun ke depan, ketika anak-anak itu bisa dengan bangga bercerita bahwa mereka sudah bisa menamatkan puasa sejak mereka kelas 1. Akan jadi cahaya mata dan penyejuk hati untuk mama dan papa di surga kelak.
Jadi, mari masuki Ramadhan dengan kebersihan hati dan niat yang tulus untuk melaksanakan ibadah di bulan suci itu dengan upaya terbaik kita. Semoga kita semua lulus menjadi manusia yang lebih bertaqwa di Syawal nanti. Amiin.

Senin, 14 Maret 2011

My Dream Car-Their Dream Car

Tema menggambar dua pekan ini: My Dream Car, mengambil tema yang juga diusung oleh lomba gambar Toyota tahun ini. Kutunjukkan hasil karya para juara di tahun-tahun sebelumnya (termasuk juara utama dari Indonesia yang diundang datang ke Jepang) pada murid-muridku, dan mereka terinspirasi. 
Yang awalnya mereka menggambar objek gambar kecil-kecil, sekarang ini mereka sudah mau membuat objek gambar yang lebih besar. Jika biasanya mereka asal-asalan mewarnai, meninggalkan bidang putih kertas di sana-sini, kali ini mereka mau mewarnai dengan teliti dengan warna penuh. Mereka makin berani dan percaya diri untuk menggambar dan mengaplikasikan warna pada gambar mereka. Beberapa contoh kupublikasikan di sini ya, karya murid-murid kelas dua-ku.
Mobil pendaki gunung-karya Deninta
Mobil pembawa rumah-karya Nadira
Mobil terbang berbunga-karya Hana

Minggu, 06 Februari 2011

Tahun Baru Cina di Al Irsyad Satya

Sekolah tempatku mengajar, Al Irsyad Satya, bukan sekolah Cina, tapi kami mengenalkan dan mengajarkan berbagai budaya untuk diketahui oleh murid-murid kami.
Memasuki Februari, saatnya bersiap-siap dengan sebuah event yang dirayakan bersama hingga dijadikan libur nasional, Tahun Baru Cina. 
gambar dari Art Attack
Tahun lalu, aku merancang proyek kerajinan tangan ini untuk murid-muridku di kelas 2. Junior mereka (anak-anak kelas 1 waktu itu) merengek-rengek ingin juga membuat karya serupa. Kukatakan agar mereka bersabar hingga kelas 2. Awal tahun ini mereka sudah menagih-nagih janji itu. Ayo deh, kita buat Naga Liong.
Kuambil pola naga ini dari salah satu edisi buku Art Attack. Kuperbanyak dan kuminta anak-anak untuk menjiplaknya menggunakan kertas karbon ke kertas tebal. Mereka 'terpesona' mendapati apa yang bisa mereka lakukan dengan kertas karbon. Setiap kali kubuka lapisan kertas itu, mereka berseru, "Wow... baguss...!" :)
Fatih mewarnai ekor naga
Setelah menjiplak gambar, mereka harus mewarnainya. Aku minta mereka mewarnai dengan rapi, tanpa meninggalkan satu celah pun warna kertas. Seluruh permukaan kertas harus tertutup dengan warna. 
Hana berjuang menggunting kepala naga
Tahap berikutnya, merupakan 'siksaan' buat mereka, karena mereka harus menggunting kertas karton mengikuti gambar ekor dan kepala naga berliuk-liuk yang sudah mereka warnai. Tangan-tangan kecil mereka berjuang keras menyelesaikannya. Rapi atau tidak, itu hasil karya mereka sendiri. Aku sungguh-sungguh tak ikut campur di sini, hanya memberi komentar penyemangat saja. 
lipatan kertas untuk badan naga
Setelahnya, memberi badan untuk sang naga. Selembar karton spotlight berukuran 8x40cm akanjadi badan naga. Mereka harus melipatnya bolak-nalik, seperti membuat kipas. Sederhananya proses ini, tetap masih ada muridku yang, alish-alih melipat kertas bolak-balik, dia malah menggulung kertasnya.
sang naga yang hampir selesai
Setelah lipatan badan selesai, saatnya merekatkan bagian kepala dan ekor ke badan sang naga. Tahap terakhir adalah menyemprotkan lapisan cat transparan dan memasang tongkat bambu ke badan sang naga, dan Chinese dragon siap dimainkan.

Senin, 10 Januari 2011

Origami Kupu-kupu

Belajar membuat origami kupu-kupu untuk tugas pertama murid-muridku di kelas 2 ini. Mencari-cari panduan dari internet, alhamdulillah... dapat juga. Contek tahap-tahap pembuatan origami kupu-kupu dari sini, itu yang kuberikan kepada anak-anak. Mereka suka dan bikin lagi, yang besar dan kecil.
source: http://library.thinkquest.org/
Aku sendiri, buat sedikit modifikasi dan jadi kupu-kupu yang cantik kan ya? ;) Mungkin agak rumit untuk anak-anak kelas 2. Tapi hasilnya juga lebih cantik kan...? Yuk... kita buat origami kupu-kupu. 

Origami Balon

Tampak simpel. Aktivitas ekskul kita di hari yang lalu. Pertemuan pertama di tahun ajaran baru setelah libur 2 bulanan. Mengulang aktivitas ...